Advertisement

Nusron Wahid Buka Suara Soal Diskusi di UGM Digeruduk Mahasiswa

16 June 2026 17:59 WIB

thumbnail-article

Menteri Agraria dan Tata Ruang/Kepala Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN) Nusron Wahid. Sumber: detik.com.

Penulis: Ely Alwiyah

Editor: Ely Alwiyah

Menteri ATR/BPN Nusron Wahid memberikan penjelasan resmi mengenai insiden acara diskusi di Universitas Gadjah Mada (UGM) berujung digeruduk mahasiswa, pada Selasa, 16 Juni 2026.

Ia menegaskan bahwa kehadirannya di UGM dengan Kepala Badan Percepatan Pengentasan Kemiskinan Budiman Sudjatmiko dan Wakil Menteri Pertanian Sudaryono untuk berdialog secara langsung dengan sivitas akademika dan terbuka untuk diskusi apa pun.

"Kami datang ada panitianya baik-baik, ada surat izin lengkap dari rektorat. Kita siap datang ke situ untuk berdialog dengan siapa saja, dengan sivitas akademika, dengan topik apa pun, karena kami dari pemerintah sudah menyiapkan diri, untuk memang siap untuk di-bully, siap dicaci maki di hadapan siapa pun, karena itulah konsekuensi daripada jabatan," kata Nusron dalam unggahan di akun Instagram pribadinya, Selasa (16/6/2026).

Kronologi Insiden Diskusi di UGM

Pada malam Senin, tanggal 15 Juni 2026, sebuah acara diskusi yang berlangsung di Joglo Gelanggang Inovasi dan Kreativitas (GIK) Universitas Gadjah Mada (UGM). Acara diskusi itu awalnya berjalan dengan lancar dan kondusif. Namun ada sejumlah orang yang tidak siap melakukan dialog.

Namun, Nusron menyayangkan adanya sekelompok orang yang menurutnya bersikap anti-demokrasi, tidak siap berdialog dan berdemokrasi dan tidak siap menerima dialog pemikiran, serta mengedepankan kekerasan dan pemaksaan kehendak. Ia kecewa karena forum yang seharusnya menjadi wadah dialog terbuka dan baik justru digagalkan oleh tindakan agresif dari kelompok tertentu.

"Forum yang harusnya dialog baik sebagaimana di kampus-kampus yang lain. Tidak ada motivasi untuk mengebiri, tapi kita justru siap dikritik. Kalau memang ada yang salah kita siap mengoreksi, kalau ada masukan kita akan tindak lanjuti. Tapi ternyata digagalkan oleh sekelompok orang itu," katanya.

Harapan dan Seruan untuk Ruang Diskusi

Menyikapi peristiwa ini, Nusron Wahid menyerukan semua pihak dapat menciptakan ruang depat yang baik dalam menerapkan demokrasi. Nusron menegaskan kesiapan pemerintah untuk siap hadir dalam berbagai dialog serupa ke depannya.

"Saya kira, mari kita tegakkan demokrasi dengan cara yang yang berkeadaban atau civilize. Karena itu ruang diskusi dan ruang untuk berdebat di berbagai forum apa pun tidak boleh ditutup dan dan tidak boleh monolog dengan menciptakan opini tunggal dari kelompok-kelompok tertentu saja. Kami siap melayani berbagai undangan-undangan, kalau ada untuk adu data dan argumentasi. Tapi malam ini sungguh kami sesalkan tapi kami tidak menyesal," ujarnya.

Apa Komentarmu?

Tulis komentar

ARTIKEL TERKAIT

VIDEO TERKAIT

KOMENTAR

Latest Comment

Belum ada komentar

Jadilah yang pertama mengirimkan komentar untuk bertukar gagasan dengan pengguna lainnya

TERPOPULER

Advertisement
Advertisement