Advertisement

Overtourism Parah, 8 Destinasi Wisata Ini Sebaiknya Tak Kamu Kunjungi di 2025

09 December 2024 13:24 WIB

thumbnail-article

Destinasi wisata di Kyoto, Jepang. (Unsplash/Sorasak) .

Penulis: Nuha Khairunnisa

Editor: Nuha Khairunnisa

Sejumlah destinasi wisata populer di berbagai belahan dunia mengalami kepadatan wisatawan atau overtourism.

Dalam beberapa tahun terakhir, sektor pariwisata mengalami lonjakan yang signifikan sebagai dampak dari pemulihan pascapandemi.

Banyak negara merasakan peningkatan jumlah wisatawan yang jauh melebihi kapasitas yang mampu ditampung. Hal ini kemudian berkontribusi pada fenomena overtourism yang membawa dampak negatif bagi lingkungan dan masyarakat lokal.

Dampak overtourism di seluruh dunia

Tantangan yang dihadapi

Negara-negara yang menjadi destinasi wisata populer kini berjuang untuk mengatasi tantangan baru yang muncul dari lonjakan tersebut.

Keterbatasan ruang, infrastruktur yang tidak memadai, serta kebutuhan untuk melindungi budaya lokal dan lingkungan menjadi fokus utama dalam diskusi tentang manajemen pariwisata.

Dampak lingkungan dan sosial

Dampak overtourism tidak hanya terbatas pada kebisingan dan kerumunan, tetapi juga mencakup masalah yang lebih mendalam seperti polusi, kerusakan infrastruktur, dan peningkatan biaya hidup bagi penduduk setempat.

Lingkungan alami sering kali terabaikan, dengan limbah yang dihasilkan oleh wisatawan bertambah signifikan, yang kemudian menimbulkan tekanan pada sumber daya alam.

Oleh sebab itu, para wisatawan terutama yang berasal dari mancanegara disarankan untuk tak menyambangi lokasi-lokasi yang mengalami overtourism dalam waktu dekat.

Mengutip daftar yang disusun oleh perusahaan perjalanan Fodor, berikut daftar destinasi wisata yang sebaiknya tak dikunjungi karena tengah mengalami overtourism.

1. Bali, Indonesia

Sebagai salah satu destinasi wisata utama di Indonesia, Bali menghadapi tantangan serius akibat overtourism.

Dampaknya mulai terlihat dengan peningkatan polusi, isu sampah plastik, dan perilaku wisatawan yang kurang menghormati budaya lokal.

Menyikapi hal ini, pemerintah daerah Bali telah mengambil langkah awal dengan mewajibkan pengunjung untuk mematuhi kode etik dan membayar pajak yang dikenakan mulai Februari 2024.

2. Mallorca, Spanyol

Fenomena overtourism juga melanda Pulau Mallorca di Spanyol yang terkenal akan pantai pasir putihnya.

Dampak dari banyaknya wisatawan asing, warga lokal Mallorca menjadi kesulitan dalam memenuhi kebutuhan sehari-hari yang semakin melonjak.

Sebanyak ribuan warga Mallorca pun melakukan protes agar pemerintah membatasi jumlah turis yang bertandang ke pulau tersebut.

3. Venesia, Italia

Venesia berencana mengenakan biaya masuk bagi pengunjung harian untuk pengelolaan kerumunan dan perlindungan lingkungan.

Biaya ini diharapkan dapat membantu mengurangi jumlah wisatawan yang datang sekaligus mendukung pemeliharaan situs-situs bersejarah di kota tersebut.

4. Koh Samui, Thailand

Pulau Koh Samui telah merasakan berbagai dampak buruk dari overtourism mulai dari penumpukan sampah hingga polusi air.

Fodor memprediksi keadaan ini akan semakin memburuk pada tahun 2025 setelah dirilisnya musim terbaru serial HBO, The White Lotus, yang beberapa adegannya diambil di Four Seasons Resort di Koh Samui.

5. Kyoto, Jepang

Pemerintah Kyoto telah mengambil beberapa langkah untuk mengatasi kepadatan turis mancanegara yang tak jarang turut membawa sejumlah kebiasaan buruk.

Kyoto melarang turis untuk mengunjungi sejumlah jalan di Gion yang terletak di distrik Geisha, sebagai respons atas tindakan turis yang kerap melecehkan para geisha.

6. Tokyo, Jepang

Selain Kyoto, ibu kota Jepang Tokyo juga tak luput dari overtourism. Tingginya jumlah wisatawan di Jepang antara lain disebabkan oleh nilai tukar yen yang sedang melemah.

7. Oaxaca, Meksiko

Sejak 2020, Oaxaca telah mengalami peningkatan jumlah wisatawan sebesar 77 persen. Hal ini berakibat pada tergusurnya warga lokal dari pemukiman mereka.

Sebagai bentuk protes, warga melakukan protes untuk menolak kedatangan wisatawan yang berkontribusi pada tingginya harga perumahan hingga gentrifikasi.

8. Gunung Everest

Meski merupakan salah satu lokasi yang paling sulit untuk dicapai di seluruh dunia, Gunung Everest tak lantas bebas dari dampak negatif akibat turisme.

Gunung tertinggi di Bumi ini penuh oleh sampah yang ditinggalkan begitu saja oleh para pendaki.

 

Apa Komentarmu?

Tulis komentar

ARTIKEL TERKAIT

VIDEO TERKAIT

KOMENTAR

Latest Comment

Belum ada komentar

Jadilah yang pertama mengirimkan komentar untuk bertukar gagasan dengan pengguna lainnya

TERPOPULER

Advertisement
Advertisement