Ilmuwan kembali berhasil mengidentifikasi satu kandidat planet mirip bumi bernama HD 137010 b mengorbit bintang mirip Matahari pada jarak sekitar 146 tahun cahaya dari Tata Surya.
Penemuan ini dipublikasikan dalam jurnal The Astrophysical Journal Letters pada 27 Januari 2026 dan dipimpin oleh Alexander Venner, peneliti astrofisika dari University of Southern Queensland yang kini menjadi peneliti pascadoktoral di Max Planck Institute for Astronomy, Jerman.
Dalam pencarian planet ini diperkirakan memiliki periode orbit yang hampit mirip dengan Bumi. Menariknya, HD 137010 b juga di duga berada di batas luar zona layak huni, wilayah di sekitar bintang yang memungkinkan air cair terbentuk di permukaan planet jika memiliki atmosfer yang sesuai.
di mana planet melintas di depan bintangnya dan menyebabkan penurunan cahaya sementara.
Penulis sains Nasa, Pat Brennan dalam laporannya pada, Selasa (27/1/2026) menyebutkan objek kosmik ini masih berstatus "candidate" karena baru terdeteksi satu kali melintas di depan bintangnya salam misi K2, fase lanjutan dari Teleskop Antariksa Kepler.
Kondisi Fisik dan Suhu Planet
Satu aspek menarik dari HD 137010 b adalah kondisi fisiknya yang sangat ekstrem. Para peneliti memperkirakan bahwa suhu permukaan planet ini bisa mencapai minus 90 derajat Fahrenheit (sekitar minus 68 derajat Celsius), membuatnya lebih dingin daripada Mars.
Meskipun suhu permukaan yang ekstrem, planet ini berpotensi memiliki kondisi yang lebih bersahabat. Model pemodelan atmosfer menunjukkan bahwa jika HD 137010 b memiliki konsentrasi karbon dioksida yang lebih tinggi dibandingkan Bumi.
Para peneliti memperkirakan bahwa ada peluang 40 persen bagi planet ini untuk termasuk dalam kategori "konservatif" zona layak huni. Meskipun ada juga kemungkinan sekitar 50 persen bahwa planet ini sepenuhnya berada di luar zona layak huni.
