Pengertian Takdir Mubram serta Contohnya dalam Kehidupan

9 April 2024 10:04 WIB

Narasi TV

Seorang muslim sedang berdoa (Pexels)

Penulis: Elok Nuriyatur

Editor: Indra Dwi

Percaya terhadap takdir qada dan qadar-Nya Allah Swt. merupakan salah satu rukun iman dalam Islam. Agama Islam sendiri telah menetapkan dua jenis takdir, salah satunya adalah takdir mubram.

Sebelum kita membahas lebih lanjut mengenai pengertian dari takdir mubram, kita perlu mengetahui lebih dulu makna dari kata “takdir”.

Menurut Prof Quraish Shihab dalam Tafsir al-Misbah berpendapat bahwa takdir ialah segala peristiwa-peristiwa yang terjadi di alam raya ini, termasuk bagaimana kejadian itu terjadi dalam kadar atau ukuran tertentu, pada tempat dan waktu tertentu. Itulah yang disebut takdir yang bersumber dari Allah. 

Istilah takdir mirip dengan sunnatullah atau hukum alam, tetapi Quraish Shihab menjelaskan bahwa takdir tidak hanya terjadi pada alam, tetapi juga pada hukum kemasyarakatan.

Menurut Quraish, tidak ada sesuatupun yang terjadi di alam raya ini tanpa takdir, termasuk manusia dan hal itu adalah atas kehendak Allah.

Dalam Al-Qur’an surah Ali Imran ayat 26 berikut ini diterangkan bahwa takdir secara mutlak dan setiap alam pasti diketahui kehendak Allah SWT

قُلِ اللّٰهُمَّ مٰلِكَ الْمُلْكِ تُؤْتِى الْمُلْكَ مَنْ تَشَاۤءُ وَتَنْزِعُ الْمُلْكَ مِمَّنْ تَشَاۤءُۖ وَتُعِزُّ مَنْ تَشَاۤءُ وَتُذِلُّ مَنْ تَشَاۤءُ ۗ بِيَدِكَ الْخَيْرُ ۗ اِنَّكَ عَلٰى كُلِّ شَيْءٍ قَدِيْرٌ

Artinya: Katakanlah (Muhammad), “Wahai Tuhan pemilik kekuasaan, Engkau berikan kekuasaan kepada siapa pun yang Engkau kehendaki, dan Engkau cabut kekuasaan dari siapa pun yang Engkau kehendaki. Engkau muliakan siapa pun yang Engkau kehendaki dan Engkau hinakan siapa pun yang Engkau kehendaki. Di tangan Engkaulah segala kebajikan. Sungguh, Engkau Maha Kuasa atas segala sesuatu.

Apa Itu takdir mubram?

Takdir mubram, yaitu takdir yang sudah paten tidak dapat diubah dengan cara apa pun. Misalnya takdir harus lahir dari orang tua yang mana, di tanggal berapa dan lain sebagainya yang sama sekali tidak ada opsi bagi manusia untuk memilih.

Ketetapannya itu sudah dijelaskan dalam firman Allah Surat An Nisa ayat 78 sebagai berikut:

اَيْنَمَا تَكُوْنُوْا يُدْرِكْكُّمُ الْمَوْتُ وَلَوْ كُنْتُمْ فِيْ بُرُوْجٍ مُّشَيَّدَةٍۗ وَاِنْ تُصِبْهُمْ حَسَنَةٌ يَّقُوْلُوْا هٰذِهٖ مِنْ عِنْدِ اللّٰهِۚ وَاِنْ تُصِبْهُمْ سَيِّئَةٌ يَّقُوْلُوْا هٰذِهٖ مِنْ عِنْدِكَۗ قُلْ كُلٌّ مِّنْ عِنْدِ اللّٰهِۗ فَمَالِ هٰٓؤُلَاۤءِ الْقَوْمِ لَا يَكَادُوْنَ يَفْقَهُوْنَ حَدِيْثًا

Aina ma takûnû yudrikkumul-mautu walau kuntum fî burûjim musyayyadah, wa in tushib-hum ḫasanatuy yaqûlû hâdzihî min 'indillâh, wa in tushib-hum sayyi'atuy yaqûlû hâdzihî min 'indik, qul küllüm min 'indillâh, fa mâli hâ'ulâ'il-qaumi lâ yakâdûna yafqahûna ḫadîtsâ.

Artinya: "Dimanapun kamu berada, kematian akan mendatangimu, meskipun kamu berada dalam benteng yang kukuh. Jika mereka (orang-orang munafik) memperoleh suatu kebaikan, mereka berkata, "Ini dari sisi Allah" dan jika mereka ditimpa suatu keburukan, mereka berkata, "Ini dari engkau (Nabi Muhammad)." Katakanlah, "Semuanya (datang) dari sisi Allah." Mengapa orang-orang itu hampir tidak memahami pembicaraan?"



 

 

NARASI ACADEMY

TERPOPULER

KOMENTAR