Mengenali ciri siomay berbahan dasar ikan sapu-sapu penting diketahui publik, ditengan informasi yang menyebut bahwa ikan dengan nama panggung janitor fish ini menjadi bahan dasar siomay.
Isu mengenai penggunaan ikan sapu-sapu ini kembali mengemuka setelah Gubenur DKI Jakarta Pramono Anung menginstruksikan jajaran untuk melakukan pembersihan ikan sapu-sapu di seluruh wilayah Ibu Kota.
"Saya meminta bukan hanya di Jakarta Pusat, di semua wilayah yang ikan sapu-sapunya banyak untuk kita adakan operasi (pembersihan)," kata Pramono saat memberikan keterangan pers di Kantor Wali Kota Jakarta Timur, Minggu, 12 April 2026.
Ikan yang populer sebagai ikan "pembersih kaca" ini, disinyalir tidak baik jika dikonsumsi dan berdampak bagi kesehatan manusia. Selain karena hidup ditempat yang kotor ini ikan sapu-sapu dikenal tangguh hidup di perairan kotor dengan kadar oksigen rendah.
Sehingga apa yang dimakan oleh ikan ini akan berpengaruh langsung pada kualitas dagingnya. Untuk itu Narasi mencoba merangkum ciri-ciri siomay yang berbahan dasar ikan sapu-sapu.
Ciri-Ciri Siomay Ikan Sapu-Sapu
Mengenal ciri-ciri iakan yang berbahan dasar ikan sapu-sapu yang dihimpun dari berbagai sumber
Warna Lebih Gelap
Warna menjadi salah satu ciri utama yang bisa digunakan untuk membedakan siomay berbahan ikan sapu-sapu dan ikan konsumsi umum seperti tenggiri. Siomay yang terbuat dari ikan sapu-sapu biasanya menunjukkan warna yang lebih gelap dan kusam.
Hal ini disebabkan daging ikan sapu-sapu sendiri memiliki warna yang tidak cerah, berbeda dengan ikan tenggiri yang dagingnya putih bersih dan terlihat segar.
Warna adonan siomay dari ikan sapu-sapu sering kali cenderung keabu-abuan atau seperti warna bakso yang umum dijumpai, sementara siomay dari ikan tenggiri tampak lebih cerah dengan warna putih kekuningan atau pink muda.
Warna ini biasanya sudah bisa dikenali ketika adonan ikan mulai diolah, sehingga konsumen dapat memperhatikan perbedaan tersebut sebagai indikator awal bahan ikan yang digunakan.
Oleh karenanya, penting bagi konsumen untuk memperhatikan warna siomay sebagai bagian dari upaya memastikan keaslian bahan baku yang digunakan oleh pedagang.
Bau Lebih Amis
Selain warna, aroma menjadi ciri lain yang mudah dikenali dari siomay berbahan ikan sapu-sapu. Aroma siomay jenis ini biasanya lebih amis dan menyengat dibandingkan siomay yang menggunakan ikan konsumsi seperti tenggiri.
Bau amis yang khas ini berasal dari karakteristik ikan sapu-sapu yang hidup di lingkungan perairan yang cenderung tercemar dan memakan lumut serta kotoran sungai.
Beberapa pedagang berusaha mengurangi bau amis ini dengan menambahkan bahan penghilang bau seperti jeruk nipis atau asam jawa ke dalam adonan atau saat proses memasak.
Penambahan jeruk nipis memang cukup efektif untuk menekan bau amis secara sementara, namun secara keseluruhan aroma amis tetap dapat tercium terutama jika kandungan ikan sapu-sapu dalam siomay cukup dominan.
Perbandingan aroma antara siomay ikan sapu-sapu dan ikan tenggiri cukup signifikan. Siomay ikan tenggiri biasanya beraroma gurih dan segar tanpa bau amis yang menyengat, sehingga lebih disukai oleh banyak konsumen.
Di sisi lain, bau amis yang kuat pada siomay sapu-sapu kerap menjadi pertanda bagi konsumen untuk berhati-hati dan waspada terhadap bahan baku yang dipakai.
Rasa dan Tekstur Siomay Ikan Sapu-sapu
Tekstur siomay juga merupakan hal penting yang dapat membedakan antara siomay ikan sapu-sapu dan tenggiri. Siomay dengan bahan dasar ikan sapu-sapu cenderung memiliki tekstur yang lebih alot dan terasa lebih sulit untuk dikunyah. Kekenyalan yang ideal pada siomay ikan tenggiri, yang lembut dan mudah hancur di mulut, tidak ditemukan pada siomay ikan sapu-sapu.
Dari sisi rasa, siomay berbahan ikan sapu-sapu umumnya kurang gurih alami dan kadang meninggalkan aftertaste pahit atau tidak nyaman di lidah. Rasa yang tidak menyenangkan ini muncul akibat karakteristik ikan sapu-sapu dan kemungkinan adanya residu pencemar dalam tubuh ikan tersebut. Sementara itu, siomay ikan tenggiri menawarkan rasa gurih yang khas, yang menjadi favorit banyak konsumen.
Pengaruh komposisi ikan sapu-sapu pada rasa siomay cukup signifikan, terutama jika bahan ikan ini digunakan dalam porsi dominan pada adonan. Namun, beberapa pedagang kerap mengombinasikan daging ikan sapu-sapu dengan ikan konsumsi lain agar rasa siomay tetap dapat diterima oleh pembeli dan teksturnya tidak terlalu keras.
Dengan memahami ciri-ciri siomay ikan sapu-sapu secara lengkap, konsumen dapat membuat keputusan yang lebih tepat demi menjaga kesehatan dan mendapatkan produk yang berkualitas. Kesadaran akan hal ini sangat diperlukan mengingat masih adanya pedagang yang menggunakan ikan sapu-sapu sebagai bahan siomay dengan alasan ekonomi meskipun risiko kesehatan tetap harus diperhatikan secara serius.
