Kenaikan berat badan pada orang dewasa seringkali berjalan secara lebih lambat. Ada banyak faktor yang melatarbelakangi hal itu. Bagi kamu yang mengalami persoalan seperti ini, wajib untuk memperhatikan secara saksama faktor yang membuat berat badanmu mentok di angka yang segitu-gitu saja.
Berikut rangkuman lengkapnya. Simak sampai selesai ya!
Faktor genetik dan tipe tubuh
Salah satu penyebab utama kesulitan dalam menaikkan berat badan adalah faktor genetik. Beberapa orang memiliki predisposisi biologis yang membuat mereka lebih sulit untuk menambah berat badan. Indeks Massa Tubuh (BMI) yang rendah dapat menunjukkan bahwa seseorang memiliki tipe tubuh ramping secara alami. Dalam hal ini, mereka mungkin harus berjuang lebih keras untuk mendapatkan berat badan yang sehat, meskipun mereka sudah mengonsumsi makanan dalam porsi yang besar.
Metabolisme yang cepat
Metabolisme yang cepat juga memainkan peran penting dalam kesulitan menaikkan berat badan. Orang dengan tingkat metabolisme yang tinggi cenderung membakar lebih banyak kalori, baik saat berolahraga maupun dalam keadaan istirahat. Mereka mungkin perlu mengonsumsi kalori lebih banyak daripada orang lain untuk mempertahankan berat badan yang stabil. Ini menjadi tantangan tersendiri bagi mereka yang ingin menaikkan berat badan.
Masalah kesehatan yang mendasar
Beberapa masalah kesehatan juga dapat menyebabkan kesulitan dalam menaikkan berat badan. Hipertiroidisme adalah salah satu kondisi medis yang bisa menyebabkan metabolisme tubuh berlebihan, sehingga seseorang dapat kehilangan berat badan secara tidak terencana meskipun sudah makan dengan baik. Selain itu, kondisi seperti diabetes tipe 1 dan sindrom malabsorbsi juga dapat mempengaruhi kemampuan tubuh untuk mempertahankan berat badan.
Asupan kalori yang tidak mencukupi
Salah satu kesalahan umum yang terjadi adalah kurangnya asupan kalori. Seseorang yang ingin menaikkan berat badan harus menghitung kalori yang dibutuhkan tubuh setiap harinya dan menambah asupan kalori dengan sekitar 500 kalori ekstra. Jika tidak merencanakan pola makan dengan baik, bisa jadi seseorang tidak mengonsumsi kalori yang cukup untuk mendukung kenaikan berat badan.
Memilih makanan padat nutrisi
Mengonsumsi makanan yang tidak sehat hanya karena tinggi kalori juga bisa menjerumuskan seseorang ke dalam pola makan yang buruk. Oleh karena itu, penting untuk memilih makanan yang padat nutrisi seperti daging, susu, telur, dan kacang-kacangan. Makanan ini tidak hanya membantu dalam menaikkan berat badan tetapi juga mendukung kesehatan secara keseluruhan.
Perhatikan frekuensi dan waktu makan
Frekuensi makan juga menjadi faktor penting dalam usaha untuk menaikkan berat badan. Seseorang bisa mencoba untuk membagi porsi makan menjadi lebih banyak tapi dalam ukuran yang lebih kecil. Selain itu, penting untuk menjaga waktu makan yang teratur agar tubuh mendapatkan asupan nutrisi yang cukup.
Olahraga kardio berlebihan
Olahraga kardio yang berlebihan dapat membuat seseorang susah untuk menambah berat badan, karena kalori yang dibakar dari aktivitas ini bisa melebihi kalori yang dikonsumsi. Oleh karena itu, penting untuk menyeimbangkan antara latihan kardio dan latihan kekuatan agar bisa mencapai tujuan dengan lebih efektif.
Gangguan makan seperti anoreksia
Salah satu penyebab kesulitan dalam menaikkan berat badan adalah adanya gangguan makan. Gangguan ini dapat membuat individu membatasi asupan makanan secara ekstrem, sehingga mereka tidak bisa mempertahankan berat badan yang sehat. Anoreksia nervosa, misalnya, dapat menyebabkan penurunan berat badan yang signifikan dan kesulitan dalam menaikkan berat badan.
Kesehatan mental dan nafsu makan
Kesehatan mental juga berpengaruh terhadap nafsu makan. Gangguan seperti depresi dan kecemasan dapat menurunkan selera makan seseorang, yang menyebabkan asupan makanan mereka berkurang. Oleh karena itu, penting untuk memperhatikan kesehatan mental dan mencari bantuan bila diperlukan.
Proses pengobatan tertentu
Beberapa jenis obat dapat menyebabkan kehilangan nafsu makan sebagai efek samping. Misalnya, obat-obatan yang digunakan untuk mengobati depresi atau penyakit kronis lainnya mungkin memberi dampak negatif terhadap selera makan. Ini dapat menyulitkan seseorang untuk menambah berat badan.
Pengobatan kanker, seperti kemoterapi, sering kali juga menimbulkan efek samping gastrointestinal yang dapat mengganggu nafsu makan seseorang. Hal ini bisa mengakibatkan penurunan berat badan yang signifikan dan kesulitan dalam menaikkan berat badan. Pasien harus mendapatkan dukungan yang tepat agar bisa memenuhi kebutuhan nutrisi mereka selama masa pengobatan.
Jika seseorang mengalami kesulitan dalam menaikkan berat badan meskipun sudah berusaha, penting untuk berkonsultasi dengan dokter. Mereka bisa melakukan pemeriksaan dan menentukan jika ada kondisi medis yang mendasari, serta memberikan rekomendasi yang tepat untuk perbaikan pola makan dan gaya hidup.
