Serupa tapi tak sama; mungkin begitulah sebagian besar orang memandang green tea dan matcha.
Pada kenyataannya, green tea dan matcha berasal dari tanaman yang sama, bernama camellia sinensis. Lebih spesifik lagi, matcha sebenarnya adalah salah satu tipe dari green tea.
Perbedaan di antara keduanya ada pada pembudidayaan dan cara pengolahan, yang pada akhirnya turut mempengaruhi perbedaan cita rasa dan tampilannya.
Simak penjelasan terkait perbedaan green tea dan matcha berikut.
Budidaya dan pengolahan
Perbedaan utama antara green tea dan matcha ada pada proses budidaya dan pengelolaannya.
Camellia sinensis umumnya ditanam selama 3–4 minggu sebelum dipanen. Untuk menghasilkan green tea, kebun teh dibiarkan terbuka dan terkena cahaya matahari langsung.
Sementara pada budidaya matcha, pohon teh diberi pelindung di atasnya, biasanya dari terpal atau paranet. Tujuannya untuk mengurangi paparan langsung dari sinar matahari.
Proses yang dinamakan shading ini membuat daun menghasilkan lebih banyak klorofil, yang pada akhirnya akan membuat tanaman teh menjadi kaya antioksidan dan asam amino.
Setelah dipanen, daun teh yang akan diproses menjadi matcha akan dipotong kecil-kecil untuk kemudian digiling menjadi bubuk.
Adapun daun green tea biasanya hanya digulung menjadi bentuk jarum-jarum kecil. Meski demikian, ada juga green tea berbentuk bubuk yang larut di air.
Cita rasa
Meski mirip secara penampilan, terutama saat belum diseduh, green tea dan matcha punya cita rasa yang amat berbeda.
Rasa green tea cenderung ringan dan samar, sementara matcha lebih intens dan kompleks. Karakter matcha yang kuat membuatnya cocok dipadukan dengan susu dan bahan pemanis untuk membuat latte.
Kandungan nutrisi
Karena pembudidayaannya yang berbeda, daun teh yang diproses menjadi green tea dan matcha juga punya perbedaan dari segi nutrisi.
Proses shading yang dilakukan terhadap tanaman teh penghasil matcha membuatnya punya kandungan antioksidan lebih tinggi dibandingkan green tea pada umumnya.
Selain itu, matcha juga punya kandungan asam amino bernama L-theanine. Kandungan ini membantu pelepasan kafein dalam tubuh secara lebih perlahan.
