Peretasan Redaksi Narasi, Pakar: Ada Dugaan SIM Card Digandakan

27 September 2022 04:22

Narasi TV

Ilustrasi Peretas (Freepik)

Penulis: Ani Mardatila

Editor: Ramadhan Yahya

Kasus peretasan puluhan awak redaksi Narasi yang diketahui sejak Sabtu (24/9/2022), masih terus ditelusuri hingga hari ini.

Ketua Lembaga Riset Siber Indonesia CISSReC Dr. Pratama Persadha menjelaskan peretasan memang memungkinkan untuk dilakukan, baik pada media sosial seseorang atau aplikasi pesan instan. 

Menurutnya, cara yang paling mudah yaitu dengan memalsukan dokumen kartu tanda penduduk (KTP) dan meminta pergantian SIM card ke kantor provider setempat.

"Mereka bisa mengaku sebagai pemilik nomor dengan memalsukan KTP sesuai dengan registrasi terdaftar tadi. Ini sangat memungkinkan karena ada data bocor registrasi SIM card sebelumnya, jadi bisa digunakan," kata Pratama seperti dilansir Antara, Senin (26/9/2022).

Peretas Gunakan Malware dan Akses OTP

Pratama menjelaskan bagaimana peretas mencoba mengambil alih nomor telepon seluler awak redaksi Narasi dengan menggunakan malware (perangkat lunak berbahaya) dan mengakses kode verifikasi sekali pakai one time password (OTP), yaitu sistem pengamanan akun berupa kata sandi sekali pakai.

Cara mengakses OTP melalui beberapa cara, yaitu dengan cara memalsukan identitas, lalu membuat SIM card di provider; atau mengakses OTP lewat akses provider telekomunikasi.

Selain itu, lanjutnya, pelaku peretasan juga bisa melakukan akses terhadap OTP provider telekomunikasi dengan bantuan layanan pihak ketiga. Tujuannya untuk memperoleh OTP yang dikirimkan setelah ada permintaan (request) dari aplikasi.

Alhasil, peretas tak perlu repot-repot mengirimkan pesan penipuan untuk bisa mengakses OTP kepada korban. Kasus seperti ini sering dilakukan oleh para penipu yang biasanya mengaku sebagai kasir minimarket dan meminta kode OTP.

Gunakan Two Factor Authentication (Otentikasi Dua Faktor) untuk Pencegahan

Pratama ternyata juga pernah mengalami permasalahan serupa yaitu peretasan pada akun Telegram dan WhatsAppnya. OTP yang mestinya masuk ke perangkat Pratama malah diambil pelaku dan tidak masuk ke perangkat Pratama. Para pelaku diduga memiliki akses mendapatkan OTP melalui pihak ketiga.

"Namun, akun bisa saya ambil lagi karena mengaktifkan two factor authentication (otentikasi dua faktor) atau two step verification (verifikasi dua langkah)," jelasnya.

Pratama juga mengimbau guna mencegah peretasan WhatsApp dan media sosial lainnya, seseorang mesti mengaktifkan two factor authentication atau two step verification pada semua akun media sosial dan pesan instan mereka.

Langkah ini disebut bisa menghindarkan korban peretasan melalui penggandaan SIM card di provider, supaya pelaku tak bisa mengambil alih aset digital kita.

Ketika nomor ponsel diambil alih pihak lain, mereka belum tentu bisa login. Di beberapa aplikasi, bahkan sudah secara default, pengguna nomor ponsel diminta masukkan PIN tambahan selain password dan OTP. Dengan demikian, ada pengamanan tambahan.

"Selain itu, jangan lupa memasang antivirus, anti-walware pada smartphone," ucapnya.

Sebelumnya, usaha peretasan ini dilakukan secara serentak menyasar berbagai akun media sosial milik awak Narasi, mulai dari WhatsApp, Instagram, Facebook, dan Telegram.

Pemimpin Redaksi Narasi, Zen RS, mengungkapkan belum bisa memastikan motif peretasan ini apakah ada kaitannya dengan kerja-kerja jurnalistik yang dilakukan Narasi. Namun, kemungkinan ini merupakan jenis peretasan berpola karena diduga dilakukan oleh pelaku yang sama.

“Mayoritas usaha peretasan berasal dari IP Adress dan perangkat yang identik. Hasil pemeriksaan internal yang kami lakukan menemukan IP Adress tersebut menggunakan salah satu ISP lokal,” katanya pada Minggu (25/9), sehari setelah peretasan berhasil membobol akun Jay Akbar, salah satu awak redaksi Narasi.

ARTIKEL TERKAIT

TEKS

PBNU Dukung KPK Usut Ulang Kasus Kardus Durian

TEKS

Wanita Bersenjata Api Coba Terobos Istana Presiden

TEKS

BPOM Enggan Sebut Dua Perusahaan Farmasi yang Mereka Pidanakan Terkait Kasus Gagal Ginjal Akut Anak

TEKS

Teror Bom Mobil di Somalia: 9 Orang Tewas 47 Luka-Luka

TEKS

Saham Mayoritas Iwan Budianto di Arema FC dan Sikap Bungkam Klub Soal Kanjuruhan

TEKS

Laporan TGIPF Kanjuruhan Ungkap Alasan Pensiunan Jenderal Polisi Ngotot Laga Arema Vs Persebaya Digelar Malam Hari

VIDEO TERKAIT

03:49

Piala Dunia, Kita Senang Underdog Kalahkan Tim Unggulan: Riset dan Penjelasannya

07:43

Negara Sekecil Qatar Kok Pengin Banget Jadi Tuan Rumah Piala Dunia?

09:20

Anak-Anak TKI Terlantar, Terancam Menikah Dini

02:37

Monyet-Monyet Berkeliaran di Bandung Timur, BMKG: Belum Tentu Ada Aktivitas Gempa

02:51

Sosok Calon Panglima TNI Yudo Margono yang Bakal Gantikan Andika Perkasa

07:00

Polisi: Kerja Keamanan tapi Kayak Mau Perang

02:42

Mahfud MD: Batal SP3, Proses Hukum Kasus Pemerkosaan Pegawai Kemenkop UKM Dilanjutkan

04:16

Ribut Elite Buat Anak Muda Muak ke Partai. Reda Usai Anwar Perdana Menteri?

04:39

Jokowi Cemas Indonesia akan Kena Krisis Energi dan Lahirlah Aturan Ini

41:51

(S02E16) FINAL TWK: Kampus Indonesia dengan Wawasan Terbaik Adalah…

NARASI ACADEMY

Content Production
Bikin Video Estetik Tanpa Modal Untuk Investasimu

Sumber penghasilan dari seorang content creator cukup menjanjikan lho, asal kamu harus konsisten untuk menciptakan konten kreatif yang berkualitas. Yuk investasi untuk jadi content creator profesional tanpa modal! Pelajari proses produksi konten secara menyeluruh, memberikan mood hingga menciptakan konten video agar terlihat lebih estetik.

Kelas Online
Content Production
Jadi Content Creator Nggak Pakai Repot

Belakangan ini, content creator menjadi salah satu profesi yang mengasyikan dan menjanjikan! Tapi, kamu harus punya mental yang kuat, memahami esensi, dan bersikap visioner dalam membuat konten. Pada kelas kali ini, Narasi Academy akan akan membantumu agar memiliki kemampuan tersebut, dengan dibimbing oleh narasumber profesional!

Kelas Online
Journalism
Cara Asyik Belajar Jurnalistik

Aksesibilitas informasi membuat semua orang berlomba-lomba menjadi seorang Jurnalis instan! Tapi, gimana ya caranya biar tetap kredibel, bertanggung jawab dan cekatan? Pelajari ilmu jurnalistik dengan cara yang asyik langsung dari pakarnya dengan mempelajari proses pembuatan berita mulai dari wawancara, pengolahan data hingga penyiaran!

Kelas Online
Journalism
Jurnalisme Investigasi Ala Narasi: Sajikan Fakta & Data

Saatnya ambil peran dengan menjadi pelopor berita investigatif dengan menyajikan informasi yang kredibel, informatif dan mendalam! Pelajari treatment khusus dalam mengemas serta melakukan kurasi berita dengan menyajikan fakta serta data dengan metode storytelling. Daftarkan dirimu di kelas “Jurnalisme Investigasi Ala Narasi: Sajikan Fakta & Data”.

Kelas Online
Content Production
Rahasia Storytelling Keren, Bikin Konten Makin Beken

Kamu adalah calon content creator professional! Kunci utamanya adalah, menyajikan cerita yang kuat dan mampu membangun emosi dengan audience. Karena itu, kamu harus belajar mengenai storytelling & copywriting untuk mengembangkan ide kreatif! Jangan lewatkan kesempatannya, segera daftarkan dirimu di kelas Narasi Academy kali ini.

Kelas Online
Journalism
KILAT (Kelas Intensif Ilmu Data & Jurnalistik)

Kamu bisa jadi inovator dalam menyebarkan berita yang berkualitas dan kredibel! Caranya dengan menjadi citizen journalism. Setelah mengetahui dasar-dasar ilmu jurnalistik, sekarang kamu mampu mengemas & memproduksi sebuah berita. Pentingnya penyampaian informasi serta mencari point of view yang tepat juga kamu pelajari di kelas kali ini.

Kelas Online

TERPOPULER

KOMENTAR

Belum ada komentar

Jadilah yang pertama mengirimkan komentar untuk bertukar gagasan dengan pengguna lainnya