Advertisement

Perilaku Kompulsif: Ketika Kamu Sering Merasa Cemas dan Mengulang Aktivitas

22 May 2023 15:12 WIB

thumbnail-article

Ilustrasi pengidap gangguan perilaku obsesif kompulsif (OCD). (Sumber: Freepik/storyset) .

Penulis: Rusti Dian

Editor: Rizal Amril

Pernahkah kamu merasa cemas dengan kompor yang belum mati atau listrik yang masih menyala saat akan meninggalkan rumah? Hati-hati, tindakan tersebut termasuk perilaku kompulsif (compulsive behaviour). Apa itu perilaku kompulsif?

Perilaku kompulsif adalah gangguan kecemasan ketika pikiran tidak bisa dikendalikan dan melakukan tindakan tertentu terus menerus dan berulang. 

Tindakan yang dilakukan bisa irasional, tidak bertujuan, dan berdampak negatif. Ia akan merasa kesulitan mengontrol diri untuk menghentikan kebiasaan tersebut.

Seseorang yang mengidap gangguan kompulsif ini disebut sebagai Objective Compulsive Disorder (OCD). 

Pengidap perilaku kompulsif bisa mengalami stres sehingga memengaruhi aktivitas sehari-hari.

Perbedaan perilaku kompulsif dan impulsif

Perilaku kompulsif tentu berbeda dengan perilaku impulsif. Pada dasarnya, perilaku impulsif dilakukan tanpa rencana. Hal ini berbeda dengan perilaku kompulsif yang melakukan sesuatu secara berulang.

Seseorang yang memiliki perilaku impulsif akan bertindak cepat dan mendadak sesuai gerakan hati. 

Umumnya, seseorang yang impulsif akan menunjukkan perilaku tidak masuk akal atau irasional. Ia cenderung tidak mempertimbangkan konsekuensi atas perbuatannya.

Seseorang yang impulsif memiliki gejala perilaku seperti melukai diri sendiri ketika kecewa, marah, atau sedih, berteriak ketika mengalami stres berlebih, sulit berkonsentrasi, hingga merusak barang saat sedang marah.

Penyebab perilaku kompulsif

Hingga saat ini, penyebab perilaku kompulsif memang belum diketahui secara pasti.

Akan tetapi, beberapa penyebab di bawah ini dianggap bisa menjadi perilaku kompulsif:

  • Faktor genetika. Dalam hal ini, gen spesifik belum bisa diidentifikasi.
  • Biologi sebagai akibat perubahan kimia dalam tubuh.
  • Dipelajari melalui pengamatan dari perilaku kompulsif anggota keluarganya.

Tipe perilaku kompulsif

Contoh perilaku kompulsif adalah memeriksa pekerjaan secara berulang, menghafal ingredients di balik kemasan sampo, menghitung objek yang tampak di depan mata, memastikan pintu rumah terkunci, dan masih banyak lagi.

Walau begitu, tidak semua orang yang melakukan perilaku di atas berarti OCD. 

Berikut ini macam-macam tipe perilaku kompulsif, dilansir dari Psychology Today:

  • BFRB

    Perilaku kompulsif BFRB biasanya menyentuh atau merawat diri yang cenderung merusak. Misalnya adalah menarik rambut, mengorek kulit, menggigit kuku, dan lain-lain.
  • Penimbunan

    Penimbunan (hoarding) berarti mengumpulkan barang tanpa mampu membuangnya. Tindakan ini tentu membuat barang menumpuk terlalu banyak sehingga ruang kosong tidak tersedia.
  • Berbelanja

    Belanja secara kompulsif cenderung membuat seseorang berbelanja terus menerus hingga tidak memiliki sisa uang untuk kebutuhannya.
  • Internet

    Tindakan kompulsif di internet ini dapat dilihat dari orang-orang yang sangat tergantung pada ponsel.
    Ia merasa kehilangan kendali atas perilakunya. Bahkan, ia juga akan meninggalkan aktivitas lain seperti bekerja, bersosialisasi, dan beristirahat.
  • Makan

    Ketika seseorang sedang stres, ia tidak bisa mengontrol apa yang ia konsumsi.
    Alhasil, perilaku kompulsif akan membuat kesehatannya terganggu, nutrisi tidak terpenuhi, hingga kenaikan berat badan yang tidak terkontrol.

Cara mengatasi

Perilaku kompulsif dapat diobati dengan mengikuti beberapa pengobatan bersama ahlinya. Namun, kamu juga bisa melakukannya sendiri.

Berikut cara mengatasi gangguan kompulsif:

  • Identifikasi pemicunya

    Cobalah untuk mencatat hal-hal yang memicu gejala kompulsifnmu. Beri nilai intensitas ketakutan atau kecemasan yang dialami.
    Dengan begitu, kamu akan dengan mudah mengatasi perilaku kompulsifmu sendiri.
  • Belajar melawan kompulsif

    Gunakan cara exposure and response prevention (ERP) untuk melawan perilaku kompulsif. Coba untuk melawan rasa cemasmu.
    Misalnya, ketika kamu mencemaskan gagang pintu yang kotor, coba sesekali menyentuh pintu tersebut.
    Dengan begitu, doronganmu untuk mencuci tangan setelah memegang gagang pintu pun akan hilang sendirinya.
  • Rileks dan kurangi stres

    Cara lain agar kamu tidak mengalami perilaku kompulsif adalah berusaha rileks, tenang, dan mengurangi stres.
    Ada banyak teknik relaksasi yang bisa kamu coba sendiri agar pikiran menjadi lebih tenang.

Apa Komentarmu?

Tulis komentar

ARTIKEL TERKAIT

VIDEO TERKAIT

KOMENTAR

Latest Comment

Belum ada komentar

Jadilah yang pertama mengirimkan komentar untuk bertukar gagasan dengan pengguna lainnya

TERPOPULER

Advertisement
Advertisement