Advertisement

Perjalanan Karir Lamine Yamal: Rekor dan Prestasi di Usia Muda

20 July 2026 10:22 WIB

thumbnail-article

Lamine Yamal memegang trofi Piala Dunia 2026. Sumber: FIFA World Cup.

Penulis: Desinta

Editor: Desinta

Ajang Piala Dunia 2026 telah berakhir. Spanyol berhasil meraih kemenangan setelah menghadapi Argentina dengan skor tipis 1-0.

Salah satu sosok kunci dalam kemenangan tersebut adalah Lamine Yamal, yang menjadi andalan utama tim nasional Spanyol. Keberadaannya di lapangan tidak hanya memberikan energi segar, tetapi juga berkontribusi besar terhadap hasil positif bagi La Furia Roja.

Lamine Yamal mencatatkan sejumlah rekor langka di Piala Dunia 2026, salah satunya remaja pertama yang mampu menjuarai Euro dan Piala Dunia pada usia di bawah 20 tahun. Kecepatan, teknik, dan ketajamannya di depan gawang lawan membuatnya menjadi ancaman serius bagi pertahanan lawan sejak menit awal pertandingan.

Selain prestasinya di panggung dunia, ada kisah menarik yang mengiringi perjalanan kariernya, yakni pengalaman unik saat ia pernah dimandikan oleh Lionel Messi ketika masih kecil. Lalu seperti apa kisah lengkapnya?

Simak rangkuman profil Lamine Yamal berikut ini, dilansir dari berbagai sumber.

Latar Belakang dan Asal Usul Lamine Yamal

Lamine Yamal Nasraoui Ebana memiliki akar keluarga yang beragam. Ayahnya, Mounir Nasraoui, berasal dari Maroko, sementara ibunya, Sheila Ebana, berasal dari Guinea Khatulistiwa.

Nama lengkap Lamine Yamal sendiri punya cerita inspiratif yang dalam di baliknya. Nama "Lamine" dan "Yamal" diambil sebagai bentuk penghormatan kepada dua pria asing yang pernah membantu keluarga kecilnya saat menghadapi masa-masa sulit, khususnya dalam masalah tempat tinggal di Spanyol.

Sebagai wujud terima kasih, orang tuanya memberikan nama tersebut kepada sang buah hati.

Peran keluarga, khususnya dukungan ibu, sangat sentral dalam perjalanan karir Lamine. Dukungan tak kenal lelah dari sang ibu menjadi fondasi yang kokoh untuk melewati berbagai tantangan selama proses pembinaan di dunia sepakbola. Kasih sayang dan bimbingan yang diterima sejak dini membantunya membentuk mental juara yang kini diperlihatkan di tingkat profesional.

Lionel Messi Pernah Memandikan Lamine Yamal Saat Bayi

Jelang duel sengit antara Argentina dan Spanyol, UNICEF membagikan potret yang diambil lebih dari 18 tahun lalu. Dalam foto tersebut terlihat Messi yang saat itu masih berusia muda memandikan seorang bayi yang ternyata adalah Lamine Yamal.

Kini, keduanya justru saling berhadapan di laga paling bergengsi sepak bola dunia.

Momen tersebut langsung menjadi perbincangan hangat di media sosial. Banyak penggemar menyebut kisah itu sebagai salah satu cerita paling ikonik dalam Piala Dunia 2026.

Diketahui saat itu, bayi Lamine Yamal bersama sang ibu tercinta, Sheila Ebana. Mereka terlibat dalam kegiatan amal yang diselenggarakan UNICEF. Di lokasi yang sama, Lionel Messi ikut ambil bagian sehingga terciptalah momen ketika sang legendaris memandikan Yamal kecil.

Dalam unggahan tersebut, UNICEF menjelaskan bahwa pertemuan tersebut kini memiliki makna yang jauh lebih besar.

"Ya, foto-foto yang Anda lihat itu nyata. Lebih dari 18 tahun yang lalu, seorang bayi bernama Lamine Yamal dan ibunya Sheila bertemu Lionel Messi dalam sesi pemotretan penggalangan dana UNICEF," tulis UNICEF dalam keterangannya pada Jumat (17/7/2026).

Seiring berjalannya waktu, kini keduanya sama-sama menjadi sosok inspiratif, baik di dalam maupun luar lapangan.

"Hari ini, pencapaian mereka di lapangan menginspirasi jutaan orang. Di luar lapangan, Messi dan Lamine Yamal menggunakan suara dan platform mereka sebagai Duta UNICEF untuk mendukung dan mendorong anak-anak di seluruh dunia. Tujuan? Agar setiap anak bertahan, berkembang, dan memenuhi potensi mereka."

Awal Karier dan Perjalanan di Barcelona

Pada usia 7 tahun, Lamine Yamal sudah bergabung dengan akademi bergengsi Barcelona, La Masia, yang terkenal sebagai tempat lahirnya banyak talenta dunia. Sejak awal, ia menunjukkan bakat luar biasa yang membuatnya cepat menonjol dibandingkan rekan-rekannya.

Lamine masuk ke sepak bola profesional pada April 2023 saat ia baru berusia 15 tahun. Dengan penampilan debut tersebut, Lamine memecahkan rekor sebagai pemain termuda yang bermain untuk tim utama Barcelona. 

Memasuki musim 2023-2024, Lamine Yamal mulai mengukir posisinya sebagai pemain kunci di skuad utama Barcelona. Ia dipercaya untuk tampil secara reguler dan bahkan mengambil peran vital sebagai winger kanan yang produktif dalam membantu tim meraih hasil positif.

Kemampuannya mengolah bola, kecepatan lari, serta ketajaman dalam memberikan assist dan gol kian menegaskan statusnya sebagai permata muda yang tidak boleh diabaikan.

Prestasi dan Rekor Usia Muda

Lamine Yamal memiliki daftar panjang prestasi yang mengesankan, terutama dalam hal pencapaian rekor terkait usia.

Di La Liga, ia tercatat sebagai pemain termuda yang berhasil mencetak gol. Di Liga Champions, ia memecahkan rekor sebagai pemain termuda yang pernah menjadi starter, pada usia 16 tahun 83 hari. Bahkan di ajang Euro, ia mencatatkan diri sebagai pemain termuda yang tampil dan mencetak gol, sebuah pencapaian luar biasa yang membuka cakrawala bagi pemain seusianya.

Penghargaan bergengsi pun telah berhasil diraihnya, termasuk Golden Boy Award 2024 yang memperkuat pengakuan dunia terhadap kualitasnya.

Selain itu, kontribusi signifikan Lamine Yamal di musim 2023/2024 membantu Barcelona meraih gelar juara Liga Spanyol serta membawa Spanyol menjuarai Piala Eropa 2024. 

 

 

 

Apa Komentarmu?

Tulis komentar

ARTIKEL TERKAIT

VIDEO TERKAIT

KOMENTAR

Latest Comment

Belum ada komentar

Jadilah yang pertama mengirimkan komentar untuk bertukar gagasan dengan pengguna lainnya

TERPOPULER

Advertisement
Advertisement