PM Malaysia Bubarkan Parlemen dan Percepat Pemilu, Apa yang Terjadi?

11 Oktober 2022 08:38

Narasi TV

Layar televisi di Malaysia menampilkan pidato Perdana Menteri Malaysia Ismail Sabri Yaakob di Kuala Lumpur, Malaysia, 10 Oktober 2022. Foto: Xinhua/Zhu Wei

Penulis: Ani Mardatila

Editor: Ramadhan Yahya

Perdana Menteri Malaysia Ismail Sabri Yaakob mengumumkan pembubaran parlemen, Senin (10/10/2022) melalui layar televisi nasional seperti dilansir dari Reuters.

"Baginda (Raja Malaysia) memperkenankan permintaan saya supaya parlemen ke-14 dibubarkan,” kata Ismail Sabri dalam naskah resmi pidato PM.

Pembubaran itu terjadi tiga hari setelah pemerintah Ismail mengumumkan usulan anggaran 2023 yang menjanjikan pemberian uang tunai dan manfaat lainnya.

Ismail juga menyatakan sudah memperoleh persetujuan dari Raja Sultan Abdullah Sultan Ahmad Shah, meski langkahnya tersebut dinilai kontroversial oleh kerajaan.

"Saya melakukan audiensi dengan Yang di-Pertuan Agong kemarin sore," katanya mengutip dari The Strait Times.

Bubarnya parlemen berarti bisa dilaksanakannya pemilu secepat mungkin. Komisi Pemilihan diharapkan bisa segera melakukan pertemuan guna mengumumkan tanggal pemungutan suara.

Menurut aturan di Negeri Jiran, pemilu harus langsung digelar dalam kurun 60 hari setelah parlemen dibubarkan.

Kenapa, sih, kok, Malaysia buru-buru menggelar pemilu?

Keputusan Ismail untuk menggelar pemilu lebih cepat diduga berawal dari desakan Partai Organisasi Kebangsaan Malaysia Bersatu (UMNO). Partai terbesar di koalisi pemerintahan itu diisukan ingin berpisah dari partai lain dan menjalankan kampanyenya sendiri.

Kepercayaan diri yang tinggi itu bersumber pada kemenangan Barisan Nasional di Melaka, Johor dan Serawak, baru-baru ini.

Ismail beralasan pemilihan umum penting segera dilakukan untuk memperoleh kepercayaan rakyat kembali.

“Amanat rakyat merupakan penangkal ampuh bagi negara untuk mewujudkan stabilitas politik dan menciptakan pemerintahan yang kuat, stabil dan dihormati setelah pemilihan umum,” katanya.

Namun, langkah tersebut sempat dikritik Raja Abdullah yang mengaku tidak diberikan pilihan selain pemilu.

"Raja telah mengekspresikan kekecewaannya terhadap perkembangan politik di dalam negeri dan tidak punya pilihan selain menyetujui permintaan perdana menteri untuk mengembalikan mandat kepada rakyat," kata juru bicara Istana Negara, Ahmad Fadil Shamsuddin.

Malaysia memang telah berada dalam kekacauan politik sejak pemilihan nasional terakhir pada 2018, ketika pakta reformis yang dipimpin oleh Mahathir Mohamad mengalahkan aliansi yang dipimpin oleh UMNO.

Penggulingan tersebut juga membuat Perdana Menteri Najib Razak, bagian dari UMNO, digulingkan karena terlibat dalam skandal korupsi miliaran dolar dana kekayaan negara 1MDB.

Dia kemudian dihukum karena korupsi setelah persidangan yang panjang dan mulai menjalani hukuman penjara 12 tahun pada Agustus untuk sejumlah dakwaan awal.

Namun, harapan untuk stabilitas setelah penggulingan Najib memudar dengan cepat, karena pemerintahan Mahathir runtuh setelah 22 bulan karena pertikaian sengit.

Dia kemudian digantikan oleh mantan tangan kanannya Muhyiddin Yassin. Sayangnya lagi-lagi ada persoalan yang membuat rakyat Malaysia marah.

Muhyiddin Yassin dikritik atas penanganannya terhadap pandemi COVID-19 sehingga membuatnya harus mengundurkan diri kurang dari dua tahun setelah dia menjabat. Ismail dari Partai UMNO pun lantas menggantikannya sebagai pemimpin baru Malaysia.

Pemilu di Tengah Risiko Ancaman Banjir

Seruan UMNO untuk pemilihan umum lebih awal telah dikritik oleh oposisi dan anggota Kabinet Ismail Sabri sendiri, karena Departemen Meteorologi Malaysia telah memperingatkan banjir selama musim monsun timur laut, yang biasanya dimulai pada November dan berakhir pada Maret.

UMNO kemungkinan juga akan menghadapi kemarahan publik karena terburu-buru melakukan pemungutan suara di tengah musim hujan. Hujan deras dan badai petir telah menyebabkan banjir di beberapa bagian negara.

Partai Pejuang Mahathir mengecam UMNO karena mengadakan jajak pendapat cepat meskipun ada risiko banjir. Tahun lalu, banjir di Malaysia bahkan menewaskan lebih dari 50 orang dan membuat ribuan orang mengungsi.

Sekadar informasi, UMNO merupakan partai terbesar dalam koalisi yang berkuasa di Malaysia. UMNO memimpin Malaysia sejak kemerdekaannya dari Inggris pada 1957.

Kejayaannya terperosok dalam pemilihan 2018 karena dipicu skandal korupsi PM Najib Razak. Presiden partai saat ini Ahmad Zahid Hamidi juga diadili karena kasus serupa.

UMNO kemudian kembali berkuasa pada Maret 2020 sebagai bagian dari pemerintahan koalisi mayoritas, menggeser pemerintah baru yang tak stabil karena jumlahnya yang tipis di Parlemen.

ARTIKEL TERKAIT

TEKS

Najib Razak Dipenjara 12 Tahun: Berkali-kali Menolak Dituduh Korupsi, Ini Perjalanan Kasusnya

TEKS

Deretan Perlakuan Tak Manusiawi Aparat Malaysia ke Buruh Indonesia

VIDEO TERKAIT

19:56

Pemerintah Siapkan Kartu BPJS Kesehatan Khusus Orang Kaya

04:16

Ribut Elite Buat Anak Muda Muak ke Partai. Reda Usai Anwar Perdana Menteri?

03:30

Malaysia Boleh Aja Klaim Rendang? Faktor Portugis di Rendang Yang Indonesia Jarang Tahu

18:55

DPRD DKI Umumkan Usulan Pemberhentian Anies Baswedan

04:45

Disiksa Seperti di Neraka di Malaysia

07:29

Rosmah Mansor: Punya Ratusan Tas Hermes Hasil Korupsi bersama Sang Suami

15:27

Mantan PM Malaysia Najib Razak Dihukum Penjara Gara-Gara Korupsi

12:16

Setelah Diperiksa, Irjen Pol. Ferdy Sambo Resmi Dicopot dari Kadiv Propam Polri

NARASI ACADEMY

Content Production
Bikin Video Estetik Tanpa Modal Untuk Investasimu

Sumber penghasilan dari seorang content creator cukup menjanjikan lho, asal kamu harus konsisten untuk menciptakan konten kreatif yang berkualitas. Yuk investasi untuk jadi content creator profesional tanpa modal! Pelajari proses produksi konten secara menyeluruh, memberikan mood hingga menciptakan konten video agar terlihat lebih estetik.

Kelas Online
Content Production
Jadi Content Creator Nggak Pakai Repot

Belakangan ini, content creator menjadi salah satu profesi yang mengasyikan dan menjanjikan! Tapi, kamu harus punya mental yang kuat, memahami esensi, dan bersikap visioner dalam membuat konten. Pada kelas kali ini, Narasi Academy akan akan membantumu agar memiliki kemampuan tersebut, dengan dibimbing oleh narasumber profesional!

Kelas Online
Journalism
Cara Asyik Belajar Jurnalistik

Aksesibilitas informasi membuat semua orang berlomba-lomba menjadi seorang Jurnalis instan! Tapi, gimana ya caranya biar tetap kredibel, bertanggung jawab dan cekatan? Pelajari ilmu jurnalistik dengan cara yang asyik langsung dari pakarnya dengan mempelajari proses pembuatan berita mulai dari wawancara, pengolahan data hingga penyiaran!

Kelas Online
Journalism
Jurnalisme Investigasi Ala Narasi: Sajikan Fakta & Data

Saatnya ambil peran dengan menjadi pelopor berita investigatif dengan menyajikan informasi yang kredibel, informatif dan mendalam! Pelajari treatment khusus dalam mengemas serta melakukan kurasi berita dengan menyajikan fakta serta data dengan metode storytelling. Daftarkan dirimu di kelas “Jurnalisme Investigasi Ala Narasi: Sajikan Fakta & Data”.

Kelas Online
Content Production
Rahasia Storytelling Keren, Bikin Konten Makin Beken

Kamu adalah calon content creator professional! Kunci utamanya adalah, menyajikan cerita yang kuat dan mampu membangun emosi dengan audience. Karena itu, kamu harus belajar mengenai storytelling & copywriting untuk mengembangkan ide kreatif! Jangan lewatkan kesempatannya, segera daftarkan dirimu di kelas Narasi Academy kali ini.

Kelas Online
Journalism
KILAT (Kelas Intensif Ilmu Data & Jurnalistik)

Kamu bisa jadi inovator dalam menyebarkan berita yang berkualitas dan kredibel! Caranya dengan menjadi citizen journalism. Setelah mengetahui dasar-dasar ilmu jurnalistik, sekarang kamu mampu mengemas & memproduksi sebuah berita. Pentingnya penyampaian informasi serta mencari point of view yang tepat juga kamu pelajari di kelas kali ini.

Kelas Online

TERPOPULER

KOMENTAR

Belum ada komentar

Jadilah yang pertama mengirimkan komentar untuk bertukar gagasan dengan pengguna lainnya