Advertisement

PPP Gelar Muktamar Pilih Ketum Baru pada 27–29 September di Jakarta

18 September 2025 21:13 WIB

thumbnail-article

Partai Persatuan Pembangunan atau PPP Sumber: PPP.

Penulis: Indra Dwi

Editor: Indra Dwi

Partai Persatuan Pembangunan (PPP) akan menggelar Muktamar ke-X pada 27–29 September 2025 di Ancol, Jakarta. Forum tertinggi partai ini akan menjadi momen penting bagi PPP untuk menentukan sosok Ketua Umum baru sekaligus menyusun strategi politik menuju Pemilu 2029.

Sekitar 1.500 kader dari seluruh Indonesia akan hadir dalam muktamar ini. Selain agenda pemilihan ketua umum, forum juga akan membahas konsolidasi organisasi, arah kebijakan partai, serta evaluasi atas capaian dan tantangan pada periode sebelumnya.

PPP juga berencana mengundang sejumlah tokoh nasional, termasuk Presiden Prabowo Subianto, untuk menghadiri pembukaan atau penutupan muktamar. Kehadiran kepala negara ini dinilai penting sebagai bentuk dukungan terhadap proses demokrasi internal partai.

Bursa Calon Ketua Umum

Menjelang muktamar, sejumlah nama mulai mengemuka sebagai calon ketua umum. Dari kalangan internal, ada Muhamad Mardiono yang kini memimpin partai sebagai pelaksana tugas ketua umum, Taj Yasin Maimoen (Gus Yasin), serta Muhammad Romahurmuziy (Rommy) yang kembali aktif di struktur partai.

Selain itu, sejumlah nama eksternal juga disebut-sebut dalam bursa calon, seperti Sandiaga Uno, Saifullah Yusuf (Gus Ipul), Dudung Abdurachman, dan Amran Sulaiman. Kehadiran tokoh eksternal ini memunculkan dinamika tersendiri karena sebagian kader PPP menilai kepemimpinan sebaiknya tetap diisi oleh figur internal yang lahir dari proses kaderisasi.

Tak hanya itu, dua nama lain juga masuk dalam bursa, yakni Husnan Bey Fananie dan Agus Suparmanto. Kehadiran mereka menambah warna dalam kompetisi menuju kursi ketua umum PPP.

Daftar Lengkap Calon yang Mengemuka

  • Muhamad Mardiono

  • Taj Yasin Maimoen (Gus Yasin)

  • Muhammad Romahurmuziy (Rommy)

  • Sandiaga Uno

  • Saifullah Yusuf (Gus Ipul)

  • Dudung Abdurachman

  • Amran Sulaiman

  • Husnan Bey Fananie

  • Agus Suparmanto

Pemilihan ketua umum di PPP selalu menarik perhatian karena partai ini dikenal memiliki basis massa tradisional yang kuat, terutama di kalangan Nahdliyin. Namun, belakangan PPP menghadapi tantangan besar dalam menjaga elektabilitas. Pada Pemilu 2024, partai ini hanya memperoleh suara di bawah ambang batas parlemen, sehingga tidak memiliki kursi di DPR.

Kondisi ini membuat muktamar tahun ini dianggap sebagai momentum krusial untuk mengembalikan marwah partai. Figur ketua umum yang terpilih akan memikul tugas berat, bukan hanya menyatukan kader, tetapi juga membangun kembali kepercayaan publik terhadap PPP.

Arah Politik ke Depan

Selain memilih ketua umum, muktamar di Ancol juga akan menjadi ajang konsolidasi dan perumusan strategi jangka panjang. PPP perlu menentukan posisinya dalam pemerintahan maupun oposisi, serta merumuskan cara memperkuat basis pemilih menjelang Pemilu 2029.

Sejumlah pengamat menilai, PPP membutuhkan sosok pemimpin yang tidak hanya memiliki akar kuat di internal partai, tetapi juga mampu merangkul kelompok muda dan menjawab tantangan politik modern. Figur yang dapat menjembatani tradisi partai dengan kebutuhan elektoral masa kini dipandang akan lebih diterima oleh publik luas.

Bagi PPP, Muktamar X di Ancol bukan sekadar ajang pergantian kepemimpinan, melainkan kesempatan untuk melakukan refleksi dan konsolidasi menyeluruh. Dengan menghadirkan ribuan kader dari berbagai daerah, muktamar ini diharapkan bisa memperkuat solidaritas internal, meredam perbedaan pandangan, dan menghasilkan keputusan yang memperkokoh PPP di kancah politik nasional.

 

Apa Komentarmu?

Tulis komentar

ARTIKEL TERKAIT

VIDEO TERKAIT

KOMENTAR

Latest Comment

Belum ada komentar

Jadilah yang pertama mengirimkan komentar untuk bertukar gagasan dengan pengguna lainnya

TERPOPULER

Advertisement
Advertisement