Presiden terpilih Prabowo Subianto ditengarai akan membentuk kabinet gempal dengan membentuk 44 kementerian. Jumlah ini melonjak dibanding 34 kementerian pada masa Presiden Jokowi.
Laporan ini diperoleh dari majalah Tempo edisi 22 September 2024.
Diberitakan sebelumnya, politikus Partai Golkar sekaligus Ketua MPR Bambang Soesatyo (Bamsoet) mendengar kabar kabinet Prabowo-Gibran bakal diisi 44 menteri.
Hal ini berkaitan dengan Undang-Undang Kementerian Negara untuk mengubah batasan jumlah kementerian yang sebelumnya ditetapkan sebanyak 34 kementerian.
”Maksudnya, karena nanti kebijakan kementerian, dari 34 menjadi 44 (menteri),” ujar Bamsoet di GOR DPR, Senayan, Jakarta, Selasa 10 September 2024, dikutip dari Kompas.
Dari 44 kementerian tersebut terdapat penambahan dua kementerian koordinator yang semula ada enam di masa pemerintahan Jokowi. Selain adanya penambahan jumlah kementerian, nama kementerian koordinator juga dikabarkan berubah.
Dari kabar yang beredar sejumlah kementerian yang diubah antara lain, Kementerian Kehutanan dan Lingkungan Hidup dipecah menjadi Kementerian Kehutanan dan Kementerian Lingkungan Hidup. Ini mengingatkan pada nomenklatur di zaman Presiden Soeharto ketika pakar ekonomi UI Profesor Emil Salim menjadi Menteri Lingkungan Hidup pada 1978-1983.
Selain itu Kementerian Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal, dan Transmigrasi juga akan dipecah menjadi Kementerian Desa serta Kementerian Daerah Tertinggal dan Transmigrasi.
Tanggapan Gerindra dan Golkar
Sementara itu, menanggapi kabar yang beredar Ketua Harian Partai Gerindra, Sufmi Dasco Ahmad, mengaku bingung dengan beredarnya isu yang menyebut presiden terpilih Prabowo akan membentuk 44 kementerian.
Sebab menurutnya hingga saat ini belum ada keputusan final soal jumlah kementerian ataupun nama-nama yang akan masuk ke kabinet.
“Ya justru makanya saya juga bingung gitu loh kita aja yang di dalam belum tahu. Yang beredar di luar kayak tadi ada yang ngomong 44 menteri kita juga bingung,” ujar Dasco kepada wartawan di Gedung DPR RI, dikutip dari Kompas.
Ketua Umum Golkar Bahlil Lahadalia juga turut merespon kabar pembentukan 44 kabinet di pemerintahan Prabowo mendatang.
Bagi Bahil, hal itu sah-sah saja dan tidak masalah karena penambahan menteri disesuaikan dengan kebutuhan, karena setiap kepemimpinan memiliki gaya yang berbeda.
"Ya enggak apa-apa kalau dianggap kebutuhan kan mau melakukan percepatan, nggak ada masalah kok, tinggal tupoksinya saja dan saya pikir masing-masing pemimpin punya style berbeda," kata Bahlil di Kompleks Parlemen, Kamis 12 September 2024, dikutip dari CNN.
Ia meyakini jika Prabowo akan mempertimbangkan secara matang penyusunan kabinet di bawah kepemimpinannya nanti dan sudah disesuaikan dengan peraturan perundang-undangan.
