Prabowo Akan Mengirim Pasukan Perdamaian ke Gaza, TNI Beri Respon Ini

3 Juni 2024 18:06 WIB

Narasi TV

Prabowo Subianto. Sumber: ANTARA.

Penulis: Moh. Afaf El Kurniawan

Editor: Margareth Ratih. F

Menteri Pertahanan Prabowo Subianto menegaskan kesiapan Indonesia untuk mengirimkan pasukan penjaga perdamaian ke Gaza.

Prabowo, yang juga merupakan presiden terpilih, mengemukakan gagasan ini dengan tujuan mendukung gencatan senjata dan melindungi semua pihak yang terlibat dalam konflik di wilayah tersebut.

Pidato di Shangri-La Dialogue

Prabowo menyampaikan komitmen Indonesia tersebut dalam forum pertahanan internasional, Shangri-La Dialogue, yang berlangsung di Singapura pada Sabtu, 2 Juni 2024.

Dalam pidatonya, Menhan mendorong adanya gencatan senjata antara Palestina dan Israel serta mendukung segala upaya yang dapat mempercepat realisasi solusi dua negara, termasuk proposal damai yang diajukan oleh Presiden Amerika Serikat Joe Biden.

"Kami berusaha sebaik mungkin untuk memberikan bantuan kemanusiaan. Jika diperlukan dan diminta oleh PBB, kami siap mengirimkan pasukan penjaga perdamaian yang signifikan untuk menjaga dan memantau gencatan senjata yang mungkin tercapai," ujar Prabowo, seperti dikutip dari siaran resmi Shangri-La Dialogue.

Dukungan dari Presiden Joko Widodo

Presiden Joko Widodo telah menginstruksikan Prabowo untuk mengumumkan bahwa Indonesia juga siap mengevakuasi, menerima, dan merawat hingga 1.000 pasien dari Gaza.

Hal ini menjadi bagian dari komitmen Indonesia dalam menangani krisis kemanusiaan di wilayah tersebut. Rumah Sakit Indonesia di Gaza, yang dikelola oleh sebuah LSM Indonesia, sebelumnya telah ditutup pada November lalu akibat intensitas pertempuran yang meningkat.

Penyelidikan dan solusi untuk Palestina

Prabowo menekankan pentingnya dilakukan penyelidikan komprehensif terhadap bencana kemanusiaan yang terjadi di daerah Rafah, Gaza.

Ia menyerukan agar solusi yang adil diterapkan dalam situasi di Palestina, yang menurutnya berarti pengakuan atas hak eksistensi tidak hanya bagi Israel tetapi juga bagi rakyat Palestina untuk memiliki tanah air dan negara mereka sendiri, serta hidup dalam damai.

"Dan itu berarti bukan hanya Israel yang memiliki hak untuk eksis, tetapi juga hak-hak rakyat Palestina untuk memiliki tanah air mereka sendiri, negara mereka sendiri, hidup dalam damai," kata Prabowo.

TNI siap jalankan tugas perdamaian

Kepala Pusat Penerangan TNI Mayjen Nugraha Gumilar memastikan bahwa prajurit TNI siap melaksanakan operasi perdamaian di bawah bendera Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) kapan pun dan di mana pun jika sudah ada perintah dari negara.

Hal ini disampaikan sebagai respons terhadap rencana Prabowo untuk mengirim pasukan penjaga perdamaian ke Palestina.

"TNI siap melaksanakan operasi perdamaian di bawah bendera PBB, kapan pun dan kemana pun jika sudah menjadi perintah negara," ujar Nugraha dilansir dari CNNIndonesia.com (3/6/2024).

Nugraha menegaskan bahwa prajurit TNI selalu siap menjalankan perintah negara, terutama karena tugas ini telah diamanatkan kepada TNI melalui pembukaan UUD Tahun 1945.

"Kalau sudah ada perintah, TNI akan menyiapkan pasukan perdamaian PBB," imbuhnya.

Upaya Prabowo di Shangri-La dialogue

Dalam kesempatan menghadiri Opening Reception IISS Shangri-La Dialogue di Hotel Shangri-La, Singapura, Prabowo kembali menegaskan kesiapan Indonesia untuk mengirim pasukan penjaga perdamaian ke Palestina.

Menurut Reuters, pada momen tersebut Prabowo juga menyerukan agar dilakukan investigasi menyeluruh terhadap apa yang terjadi di Rafah, Gaza Selatan.

Rafah telah menjadi satu-satunya tempat bagi penduduk Palestina untuk mengungsi setelah hampir seluruh wilayah Gaza dibombardir oleh Israel sejak awal Oktober 2023.

Namun, tempat tersebut tidak lagi aman karena militer Israel terus melakukan serangan di wilayah tersebut. Pada 26 Mei, militer Israel menyerang kamp pengungsi di Rafah yang menyebabkan tewasnya 35 orang, mayoritas di antaranya adalah anak-anak dan perempuan.

NARASI ACADEMY

TERPOPULER

KOMENTAR