Advertisement

Presiden Prabowo Tegaskan MBG Tidak Boleh Jadi Sarana Memperkaya Oknum

04 June 2026 11:43 WIB

thumbnail-article

Presiden RI Prabowo Subianto saat menghadiri acara konsolidasi Nasional MBG dengan tema "Building Indonesia's Future Generations Through Nutrition" di SICC, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, Rabu (3/6/2026) Sumber: ANTARA/HO-BPMI Sekretariat Presiden.

Penulis: Ely Alwiyah

Editor: Ely Alwiyah

Presiden Prabowo Subianto menegaskan kepada para mitra Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) bahwa program Makan Bergizi Gratis (MBG) harus dijalankan dengan baik, tanpa dijadikan sarana untuk memperkaya oknum.

Dalam Konsolidasi Nasional Program MBG yang diinisiasi Badan Gizi Nasional (BGN) di Sentul Internasional Convention Center (SICC), Bogor, Jawa Barat, Pada Rabu (3/6/2026), Presiden Prabowo berkelakar bahwa mitra SPPG yang nakal untuk kembali ke jalan yang benar dan mengakui jika memang melakukan kesalahan dalam pelaksaan MBG.

"Masalah makan ini masalah sakral. Makan bagi orang susah, tidak boleh jadi sarana memperkaya oknum-oknum. Makan paling gampang dikorupsi," ujar Presiden Prabowo.

Lebih lanjut, Presiden menegaskan bahwa MBG memiliki peran penting memastikan asupan gizi terhadap anak-anak Indonesia, mencegah kekurangan gizi yang menjadi salah satu faktor stunting.

Tantangan dan Pengawasan dalam Pelaksanaan MBG

Pelaksanaan MBG menghadapi berbagai tantangan, terutama terkait potensi penyalahgunaan dan korupsi yang dapat menurunkan efektivitas program.

Ia menyampaikan bahwa pengawasan terus dilakukan oleh pemerintah terkait pelaksanaan MBG serta Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP), Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), dan Kejaksaan Agung (Kejagung) untuk memperkuat pengawasan memastikan implementasi program prioritas itu berjalan baik.

"Penegak hukum harus kita perkuat. Karena saya tidak mau NKRI dilecehkan, saya tidak mau bahwa Pemerintah Republik Indonesia tidak dihormati. Saya tidak mau uang rakyat dicuri dan tidak ada pengecualian," kata Presiden.

Pengawasan ini menjadi semakin penting mengingat masih terdapat daerah-daerah dengan angka kekurangan gizi yang cukup tinggi, bahkan mencapai 20 hingga 30 persen anak yang mengalami kekurangan gizi.

Komitmen dan Tanggung Jawab Mitra dan Petugas MBG

Dalam kesempatan itu Presiden juga menegaskan bahwa MBG yang dijalankan oleh BGN merupakan amanah yang harus dijalankan dengan penuh tanggung jawab dan memastikan manfaat diterima oleh masyarakat.

"(Memberi) makan ini pekerjaan yang mulia bagi kita dan ini harus berhasil, akan berhasil, kalian bagian penting. Tapi, kalau kalian tidak mau bekerja dengan baik, kalian harus minggir, kalau kalian tidak bekerja dengan baik, kalau kalian tidak mau, silakan minggir. Yang penting kepentingan rakyat di atas semua kepentingan," jelas Prabowo.

Apresiasi dan Dorongan Presiden untuk Pelaksana MBG

Di samping adanya pengawasan dan penegasan, Presiden Prabowo juga menyampaikan apresiasi yang tinggi kepada seluruh petugas dan mitra SPPG yang telah menjalankan program MBG, khususnya bagi mereka yang bekerja di daerah dengan tantangan geografis yang berat serta wilayah terpencil.

Bagi Prabowo, keberhasilan program MBG tidak hanya ditentukan oleh kebijakan yang baik, tetapi juga dedikasi yang integritas para pelaksana di lapangan.

Oleh karena itu, Presiden mengajak seluruh pihak untuk terus bekerja dengan semangat pengabdian, menjaga kualitas pelayanan, serta menempatkan kepentingan rakyat sebagai prioritas utama.

Konsolidasi nasional ini dihadiri sekitar 12.173 peserta dan 5.873 mitra yang terlibat dalam pelaksanaan Program MBG di berbagai daerah di Indonesia.

 

Apa Komentarmu?

Tulis komentar

ARTIKEL TERKAIT

VIDEO TERKAIT

KOMENTAR

Latest Comment

Belum ada komentar

Jadilah yang pertama mengirimkan komentar untuk bertukar gagasan dengan pengguna lainnya

TERPOPULER

Advertisement
Advertisement