Nama Airlangga Hartarto tengah menjadi sorotan publik setelah dirinya mengumumkan pengunduran dirinya sebagai Ketua Umum Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Partai Golkar.
Menteri Koordinator Bidang Perekonomian memutuskan mundur sebagai ketua partai berlogo beringin tersebut pada Sabtu, 10 Agustus 2024 malam dan diumumkan pada Minggu, 11 Agustus 2024.
“Dengan mengucapkan bismillahirrahmanirrahim serta atas petunjuk Yang Maha Besar, maka dengan ini saya menyatakan pengunduran diri sebagai Ketua Umum DPP Partai Golkar," ujar Airlangga dalam video yang disiarkan Partai Golkar di Jakarta, Minggu (11/8).
Airlangga menjelaskan bahwa alasan dia mundur dari posisinya adalah demi menjaga keutuhan Partai Golkar dan memastikan stabilitas selama transisi pemerintahan dari Presiden Joko Widodo ke Prabowo Subianto.
Dalam siaran yang sama, Airlangga mengucapkan terima kasih kepada Presiden Jokowi, Wakil Presiden Ma’ruf Amin, Prabowo Subianto, dan Gibran Rakabuming Raka.
Sebagai politisi dengan pengalaman panjang, mundurnya Airlangga dari kursi Ketum Golkar meninggalkan banyak pertanyaan, terlebih Golkar tengah bersiap menghadapi Pilkada 2024.
Profil Airlangga Hartarto
Dilansir dari situs resmi Kemenko Bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto lahir di Surabaya, Jawa Timur pada tanggal 1 Oktober 1962.
Airlangga merupakan anak kedua dari pasangan Ir. Hartarto Sastrosoenarto dan R. Hartini Soekardi.
Orang tua Airlangga tersebutlah yang membuka jalannya ke dunia politik. Ayah Airlangga adalah seorang menteri di masa Orde Baru.
Ir Hartarto—ayah Airlangga—pernah menjabat Menteri Perindustrian pada Kabinet Pembangunan IV periode 1983—1988 dan Kabinet Pembangunan V (1988—1993); serta Menteri Koordinator Bidang Produksi dan Distribusi pada Kabinet Pembangunan VI (1993-1998).
Akan tetapi, kendati kini dikenal luas sebagai politisi selayaknya ayahnya, Airlangga menempuh pendidikan yang jauh dari politik.
Ia merupakan lulusan Fakultas Teknik Mesin Universitas Gadjah Mada, Yogyakarta. Gelar sarjana tersebut ia dapatkan pada 1987.
Pendidikan di bidang teknologi yang ia pelajari kemudian diperdalam ketika melanjutkan studi ke Monash University Australia dan mendapatkan gelar MBA dari sana pada 1996.
Setelah itu, Airlangga masih melanjutkan studi di Universitas of Melbourne untuk mendapatkan gelar Master of Management Technology (MMT).
Perjalanan karier Airlangga Hartarto
Sebagai anak menteri, Airlangga mengawali karirnya sebagai pengusaha. Dia berbisnis di berbagai lini seperti bidang agraria (pupuk) melalui PT Graha Curah Niaga. Lalu di bidang alat berat melalui PT Jakarta Prime Crane, serta PT Bisma Narendra.
Airlangga juga dikenal aktif dan pernah menjabat Ketua Umum Asosiasi Emiten Indonesia (AEI) dan Sekretaris Jenderal ASEAN Federations of Engineering Organizations (AFEO).
Sementara di bidang politik, Airlangga pernah menjabat sebagai ketua komisi VII DPR RI (2006-2009) yang membidangi energi, lingkungan hidup dan ristek dari Fraksi Partai Golkar.
Ia juga pernah tercatat wakil bendahara dan pengurus DPP partai berlogo pohon beringin tersebut.
Airlangga kemudian terpilih kembali menjadi anggota DPR periode 2009-2014 untuk Daerah Pemilihan Jawa Barat V dan menjabat sebagai Ketua Komisi VI yang membidangi perindustrian, perdagangan, UKM, investasi dan BUMN.
Pada tahun 2016, Airlangga ditunjuk Joko Widodo sebagai Menteri Koordinator Bidang Perekonomian menggantikan Saleh Husin.
Sejak saat itu, Airlangga jadi sosok yang tak tergantikan untuk mengisi pos Menko Bidang Perekonomian di dua periode pemerintahan Jokowi hingga kini.
Puncak karier politik Airlangga terjadi ketika ia terpilih sebagai Ketua Umum Partai Golkar pada 2017. Posisi tersebut ia emban hingga mengundurkan diri pada 10 Agustus lalu.
