Pasca Airlangga Hartarto mengumumkan pengunduran dirinya dari jabatan Ketua Umum Partai Golkar, sejumlah nama calon penggantinya ramai mencuat. Bahlil Lahadalia menjadi salah satu kandidat kuat.
Politikus Partai Golkar Andi Sinulingga memberi bocoran terkait nama-nama yang beredar di internal partai. Selain Bahlil, ada nama Ketua MPR RI Bambang Soesatyo dan Waketum Golkar Agus Gumiwang Kartasasmita.
“Ketiga nama tadi (deras dukungan), lebih deras lagi arus, yang saya dengar, ke Bahlil,” ujar Andi dilansir dari Detik.com.
Sementara itu, Bahlil yang saat ini menjabat sebagai Menteri Investasi/Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal baru-baru ini bertemu dengan Airlangga bersama jajaran menteri Kabinet Indonesia Maju (KIM) lainnya di IKN.
Dalam kesempatan itu, keduanya tampak mengobrol dengan akrab, bahkan sempat berfoto bersama. Bahlil sendiri menyebut hubungannya dengan Airlangga adalah sahabat baik.
Namun, saat ditanya terkait skenario kepengurusan baru Partai Golkar usai Airlangga mundur dari tampuk kepemimpinan, Bahlil enggan menjawab.
“Saya enggak tahu ya, saya betul kader Golkar, tapi sekarang kan bukan pengurus DPP, jadi saya tidak tahu apa yang terjadi di sana,” ujarnya.
Lalu, seperti apa profil Bahlil Lahadalia yang diisukan sebagai calon kuat ketum Partai Golkar yang baru?
Profil Bahlil Lahadalia
Bahlil Lahadalia merupakan politisi dan pengusaha kelahiran Banda, 7 Agustus 1976. Bahlil saat ini menjabat sebagai Menteri Investasi dan Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal.
Bahlil merupakan anak kedua dari sembilan bersaudara dari pasangan Lahadalia dan Nurjani. Saat terjadi erupsi Gunung Banda Api tahun 1988, kedua orang tua Bahlil merantau ke Kabupaten Fak Fak, Papua Barat.
Dibesarkan di Papua, Bahlil melihat banyaknya sumber daya alam yang melimpah di Bumi Cenderawasih. Hal itu mendorong Bahlil untuk mendirikan perusahaannya sendiri, hingga kini dirinya telah memiliki 10 perusahaan di bawah bendera PT Rifa Capital sebagai holding company.
Sebelum bergabung dalam Kabinet Indonesia Maju di bawah kepemimpinan Presiden Joko Widodo (Jokowi), Bahlil merupakan Ketua Umum Badan Pengurus Pusat Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (BPP HIPMI) periode 2015—2019.
Sebagai sesama pengusaha yang tergabung dalam HIPMI, Bahlil bertemu dan berkenalan dengan Jokowi. Keduanya diketahui memiliki hubungan persahabatan yang cukup dekat. Saat Pemilu 2019, Bahlil menunjukkan dukungannya kepada Jokowi untuk kembali mencalonkan diri sebagai capres. Ia bahkan menjadi Direktur Direktorat Penggalang Pemilih Muda di tim kampanye Jokowi-Ma’ruf Amin.
Berkat kiprahnya dalam kampanye Jokowi-Ma’ruf, Bahlil dihadiahi jabatan sebagai kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BPKM) terhitung sejak Oktober 2019. Ia juga diangkat sebagai Menteri Investasi pertama Indonesia pada 28 April 2021.
