Advertisement

Profil Benny Suherman, Bos Cinema XXI yang Jadi Orang Terkaya Ke-43 di Indonesia

12 August 2024 14:12 WIB

thumbnail-article

Benny Suherman, pemilik jaringan bioskop terbesar Cinema XXI. Sumber: Instagram @shintawidjajakamdani via CNN Indonesia. .

Penulis: Nuha Khairunnisa

Editor: Margareth Ratih. F

Siapa tak tahu Cinema XXI? Bioskop yang tersebar di hampir seluruh penjuru negeri ini memang menjadi salah satu bioskop andalan bagi para pencinta film. 

Namun, apakah kamu sudah tahu sosok di balik jaringan bioskop terbesar di Indonesia ini?

Namanya adalah Benny Suherman. Ia merupakan co-founder sekaligus pemegang kepemilikan mayoritas PT Nusantara Sejahtera Raya Tbk (NSR) atau lebih dikenal sebagai Cinema XXI. 

Benny dikenal sebagai perintis bisnis distribusi film di Indonesia. Berkat kesuksesan Cinema XXI, Benny didapuk sebagai salah satu orang terkaya di Indonesia oleh Forbes. 

Forbes menempatkan Benny sebagai orang terkaya ke-43 di Indonesia dengan kekayaan sebesar US$1,1 miliar atau setara Rp17,5 triliun. 

Tak heran, jika menilik kesuksesan jaringan bioskop Cinema XXI yang sudah menjadi top of mind di kalangan masyarakat tanah air. Per April 2024, jaringan bioskop ini tersebar di 60 kabupaten/kota dengan jumlah total 244 bioskop dan 1.301 layar. 

Lantas, seperti apa profil Benny Suherman, sosok yang berhasil merintis bisnis distribusi film di Indonesia hingga sebesar saat ini?

Profil Benny Suherman

Benny Suherman merupakan pebisnis Indonesia kelahiran Jakarta tahun 1948. Ia merupakan pionir dan pemain lama dalam bisnis sinema di tanah air. 

Sebagaimana telah disebutkan, Benny adalah pendiri dari jaringan bioskop Cinema XXI. Ia menerima kepemilikan bioskop Cinema XXI (saat itu masih bernama Studio 21) dari Sudwikatmono pada tahun 1999. 

Namun, jauh sebelum memegang jaringan bioskop 21, Benny telah berkecimpung di dunia perfilman, khususnya pada bagian distribusi. Sejak tahun 1969 sampai 1972, ia merupakan direktur impor, distribusi, dan produksi film di CV Sejahtera Film. 

Selanjutnya, Benny yang merupakan lulusan Akademi Sekretari dan Manajemen Indonesia menjalankan bisnis impor film bernama PT Suptan Film dari tahun 1972 sampai 1996. 

Setelah menerima kepemilikan Studio 21, Benny bersama rekannya Harris Lesmana mengubah nama perusahaan menjadi PT Nusantara Sejahtera Raya. Di bawah kepemimpinannya, Studio 21 telah mengalami beberapa kali pergantian nama mulai dari Cinema 21 hingga Cinema XXI seperti yang dikenal hari ini.

Kini, Cinema XXI telah berekspansi dan memiliki 4 jenis studio yakni Deluxe, Dolby Atmos, IMAX, dan The Premiere.

 

Apa Komentarmu?

Tulis komentar

ARTIKEL TERKAIT

VIDEO TERKAIT

KOMENTAR

Latest Comment

Belum ada komentar

Jadilah yang pertama mengirimkan komentar untuk bertukar gagasan dengan pengguna lainnya

TERPOPULER

Advertisement
Advertisement