Advertisement

Profil Eddy Hiariej, Guru Besar Ilmu Hukum UGM yang Jadi Wakil Menteri Hukum

30 October 2024 10:01 WIB

thumbnail-article

Eddy Hiariej, Guru Besar Ilmu Hukum UGM yang Jadi Wakil Menteri Hukum. Sumber: ANTARA. .

Penulis: Rusti Dian

Editor: Margareth Ratih. F

Edward Omar Sharif Hiariej atau akrab disapa Eddy Hiariej dilantik menjadi Wakil Menteri Hukum pada pemerintahan Prabowo-Gibran. Mantan Wakil Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia (Wamenkumham) ini resmi masuk dalam Kabinet Merah Putih. Berikut profil Eddy Hiariej, Wakil Menteri Hukum periode 2024-2029.

Presiden Prabowo Subianto mengumumkan nama-nama anggota Kabinet Merah Putih pada Minggu (20/10/2024) di Istana Negara, Jakarta. Salah satu nama yang dipanggil adalah Eddy Hiariej, seorang akademisi hukum pidana paling berpengaruh di Indonesia.

Ini merupakan kali kedua Eddy Hiariej menjabat sebagai wakil menteri. Sebelumnya, ia pernah menjadi Wakil Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia (Wamenkumham) era Presiden Joko Widodo. Namun, ia dicopot dari jabatannya usai ditetapkan sebagai tersangka suap dan gratifikasi oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).

Kendati begitu, Eddy menjadi sosok yang sangat dipertimbangkan dalam dunia akademisi. Ia berhasil menjadi Guru Besar Hukum Pidana di Fakultas Hukum Universitas Gadjah Mada usai meraih gelar doktornya di usia 37 tahun.

Untuk mengenal lebih jauh terkait rekam jejaknya, berikut profil Eddy Hiariej, Wakil Menteri Hukum Kabinet Merah Putih periode 2024-2029.

Profil Eddy Hiariej

Edward Omar Sharif Hiariej atau akrab disapa Eddy lahir pada 10 April 1973 di Ambon, Maluku. Ia menempuh pendidikan S1 di Universitas Gadjah Mada dan lulus pada 1998. Ia pun melanjutkan studi S2 dan S3 Ilmu Hukum Universitas Gadjah Mada.

Ia meraih gelar doktor di usia 37 tahun. Bahkan, ia telah lebih dulu mengajar sebagai dosen di Universitas Gadjah Mada sejak 1999. Sebuah prestasi yang luar biasa bagi Eddy. Kariernya semakin berkembang seiring dirinya menjabat sebagai asisten Wakil Rektor Bidang Kemahasiswaan UGM.

Pada 2010, Eddy resmi dikukuhkan sebagai Guru Besar Hukum Pidana UGM. Masih di tahun yang sama, Presiden Joko Widodo melantik Eddy sebagai Wamenkumham Kabinet Indonesia Maju periode 2020-2024.

Sebagai akademisi, Eddy aktif menulis buku-buku yang berkaitan dengan hukum pidana. Ada tiga buku yang diterbitkannya yaitu “Asas Legalitas dan Penemuan Hukum dalam Hukum Pidana”, “Teori dan Hukum Pembuktian”, serta “Prinsip-prinsip Hukum Pidana”.

Eddy Hiariej pernah dihadirkan sebagai ahli dalam persidangan kasus penistaan agama dengan terdakwa Basuki Tjahaja Purnama (Ahok). Ia juga turut memberi keterangan ahli dalam sidang sengketa hasil Pemilihan Presiden dan Wakil Presiden 2019. 

Bahkan, ia juga menjadi saksi ahli kasus kematian Wayan Mirna Salihin yang tewas usai meminum kopi sianida. Kesaksiannya juga ikut dimasukkan dalam film dokumenter Netflix berjudul Ice Cold: Murder, Coffee, and Jessica Wongso (2023).

 

Apa Komentarmu?

Tulis komentar

ARTIKEL TERKAIT

VIDEO TERKAIT

KOMENTAR

Latest Comment

Belum ada komentar

Jadilah yang pertama mengirimkan komentar untuk bertukar gagasan dengan pengguna lainnya

TERPOPULER

Advertisement
Advertisement