Advertisement

Profil Gregoria Mariska Tunjung, Pebulu Tangkis Indonesia yang Raih Medali Perunggu Olimpiade Paris 2024

05 August 2024 12:46 WIB

thumbnail-article

Gregoria Mariska Tunjung, Pebulu Tangkis Indonesia yang Raih Medali Perunggu Olimpiade Paris 2024. Sumber: ANTARA. .

Penulis: Rusti Dian

Editor: Margareth Ratih. F

Gregoria Mariska Tunjung meraih medali perunggu cabang olahraga badminton dalam Olimpiade Paris 2024. Ia menang tanpa bertanding di perebutan posisi ketiga karena lawannya cedera. Berikut profil Gregoria Mariska Tunjung.

Gregoria Mariska Tunjung meraih medali perunggu dalam semifinal Olimpiade Paris 2024. Ia sempat kalah melawan An Se Young asal Korea Selatan. Perolehan medali ini menjadi kebanggaan dan mengukir sejarah baru bagi Indonesia, khususnya di cabang olahraga badminton.

Hanya nama Gregoria Mariska Tunjung sebagai pebulu tangkis tunggal putri yang bertahan di badminton Olimpiade Paris 2024. Sebab, nama-nama pebulu tangkis asal Indonesia yang lain telah gugur di fase sebelumnya.

Medali perunggu yang didapatkan Gregoria Mariska Tunjung adalah bukti kerja kerasnya selama ini dalam menekuni badminton. Semangat juang yang tinggi membuatnya bertahan hingga akhir pertandingan. Ia telah mencetak sejarah menjadi pemain tunggal putri Indonesia pertama yang membawa pulang medali dari Olimpiade Paris 2024.

Lantas, siapakah Gregoria Mariska Tunjung? Simak profil lengkapnya berikut ini!

Profil Gregoria Mariska Tunjung

Gregoria Mariska Tunjung Cahyaningsih atau akrab disapa Jorji lahir pada 11 Agustus 1999 di Wonogiri, Jawa Tengah. Ia adalah putri dari Gregorius Maryanto dan Fransiska Romana.

Sejak kecil, Jorji senang menonton pertandingan badminton. Ia mengidolakan Taufik Hidayat, pebulu tangkis asal Indonesia yang fenomenal. Rupanya, bakat olahraganya terbaca oleh sang ayah. Jorji pun dilatih untuk serius mendalami badminton meski sebelumnya belajar karate.

Sejak Jorji duduk di bangku kelas 1 SD, ia diberi pelatihan badminton dasar oleh ayahnya. Seiring berjalannya waktu, ia bergabung dengan klub AUB Surakarta di Jawa Tengah. Namun, saat kelas 5 SD, Jorji harus ikut keluarganya berpindah ke Bandung.

Jorji bergabung di PB Mutiara Cardinal Bandung, Jawa Barat dan mengembangkan keterampilannya. Terlebih PB Mutiara Cardinal memiliki rekam jejak yang baik dalam melahirkan pebulu tangkis berbakat. Pada 2013, Jorji dipilih Persatuan Bulutangkis Seluruh Indonesia (PBSI) untuk bergabung dengan Pelatnas Cipayung di Jakarta Timur.

Di sana, Jorji gigih berlatih menjadi pebulu tangkis handal. Perjuangannya terbayarkan ketika meraih posisi runner up di nomor tunggal putri pada Malaysia International Challenge 2014.

Pasca pertandingan tersebut, ia kembali berlatih untuk memenangkan Singapore International Series dan Indonesia International 2015. Sayangnya, ia hanya berhasil menyabet posisi kedua saja.

Ia menebus kekalahan tersebut untuk kembali bertanding di Kejuaraan Dunia Junior BWF 2017 di Yogyakarta. Saat itu, ia meraih gelar juara dunia junior di usia 18 tahun. Prestasi ini sangat membanggakan bagi Jorji. Sejak saat itu, ia bergabung dengan tim tunggal putri senior, serta aktif mengikuti turnamen dan kejuaraan tingkat nasional maupun internasional.

Daftar prestasi Gregoria Mariska Tunjung

Berikut daftar prestasi Gregoria Mariska Tunjung selama bertanding cabang olahraga badminton:

  • Medali Perak Bangkok Tim Campuran (2015).
  • Medali Perak di Bangkok (2016).
  • Medali Emas di Yogyakarta (2017).
  • Medali Perak di Filipina Tim Putri (2019).
  • Runner Up Australian Open (2022).
  • Juara Spain Masters Tunggal Putri (2023).
  • Medali Perunggu Olimpiade Paris (2024).

Apa Komentarmu?

Tulis komentar

ARTIKEL TERKAIT

VIDEO TERKAIT

KOMENTAR

Latest Comment

Belum ada komentar

Jadilah yang pertama mengirimkan komentar untuk bertukar gagasan dengan pengguna lainnya

TERPOPULER

Advertisement
Advertisement