Advertisement

Profil Gus Ipul: Mensos Baru di Penghujung Periode Pemerintahan Jokowi

11 September 2024 20:32 WIB

thumbnail-article

Sekjen PBNU Saifullah Yusuf melambaikan tangan ke arah wartawan sebelum dilantik menjadi Menteri Sosial oleh Presiden Joko Widodo di Istana Negara, Jakarta, Rabu (11/9/2024). (Sumber: ANTARA FOTO/Sigid Kurniawan) .

Penulis: Elok Nuri

Editor: Rizal Amril

Presiden Joko Widodo (Jokowi) resmi melantik Saifullah Yusuf atau akrab dipanggil Gus Ipul Sebagai Menteri Sosial (Mensos) menggantikan Tri Rismaharini di penghujung periode pemerintahan Kabinet Indonesia Maju.

Pelantikan ini digelar di Istana Negara Jakarta pada Rabu (11/9/2024). Pelantikan dilakukan sesuai Surat Keputusan Presiden Nomor 102 B 2024 tentang Pengangkatan Menteri Sosial Kabinet Indonesia Maju 2019-2024.

"Demi Allah saya bersumpah bahwa saya akan setia kepada UUD negara RI 1945 serta akan menjalankan segala peraturan perundang-undangan dengan selurus-lurusnya demi dharma bakti saya kepada bangsa dan negara," kata Saifullah Yusuf saat mengucap sumpah yang dipandu oleh Presiden Jokowi di Istana Negara.

"Bahwa saya dalam menjalankan tugas jabatan akan menjunjung tinggi etika jabatan, bekerja dengan sebaik-baiknya dengan penuh rasa tanggung jawab," imbuh mantan Wali Kota Pasuruan periode 2021-2024 tersebut.

Terlihat sejumlah pejabat dan menteri yang hadir dalam pelantikan, seperti Menko Polhukam Hadi Tjahjanto, Ketua Dewan Komisioner OJK Mahendra Siregar, Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia Muhadjir Effendy, Panglima TNI Agus Subiyanto, Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo.

Lantas seperti apa sosok Gus Ipul yang kini menjabat Menteri Sosial Republik Indonesia?

Profil Gus Ipul

Saifullah Yusuf atau Gus Ipul bukanlah sosok baru di ranah pemerintahan. Pria kelahiran Pasuruan 28 Agustus 1964 ini pernah menduduki kursi legislatif sebagai anggota DPR dari Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) pada 1999—2004.

Kendati pertama kali jadi DPR saat berstatus sebagai kader PDIP, namun pada 2001 Gus Ipul memutuskan keluar dari PDIP dan bergabung dengan Partai Kebangkitan Bangsa (PKB). 

Setahun setelah berganti partai, Gus Ipul kemudian menjabat sebagai Sekretaris Jenderal PKB.

Sebelum menjadi Mensos era Jokowi, Gus Ipul juga pernah mengemban jabatan sebagai menteri di era pemerintahan SBY. Kala itu, ia dipilih menjadi Menteri Percepatan Pembangunan Daerah Tertinggal pada Kabinet Indonesia Bersatu.

Pada tahun 2009, keponakan dari Presiden keempat RI Abdurrahman Wahid (Gus Dur) ini maju Pilkada Jawa Timur mendampingi calon Gubernur Jatim saat itu, Soekarwo.

Dalam Pilkada Jatim 2009, pasangan Soekarwo-Gus Ipul berhasil menang. Pada Pilkada 2014, keduanya kembali mencalonkan diri dan kembali memenangkan pemilu sebagai Gubernur dan Wakil Gubernur Jawa Timur.

Setelah masa jabatan sebagai wakil gubernur berakhir pada 2018, Gus Ipul mencoba peruntungan untuk maju sebagai Gubernur Jawa Timur. 

Mulanya, ia dipasangkan bersama mantan Bupati Banyuwangi Azwar Anas. Namun, di pertengahan jalan menuju Pilkada, Azwar mengundurkan diri. 

PDIP yang kala itu mengusung Azwar kemudian memilih Puti Guntur Soekarno, anggota DPR sekaligus cucu Soekarno, untuk mendampingi Gus Ipul.

Sayangnya, untuk kali ini ia harus menelan pil pahit kekalahan, Gus Ipul kalah dengan pasangan Khofifah Indar Parawansa-Emil Dardak.

Pada 2020, Gus Ipul kembali terjun di Pilwalkot Pasuruan, dan ia berhasil meraih suara terbanyak untuk jadi Wali Kota Pasuruan bersama Adi Wibowo sebagai wakilnya.

Di samping jabatan di pemerintahan, Gus Ipul juga menjabat sebagai Sekjen PBNU di bawah kepemimpinan Yahya Cholil Staquf alias Gus Yahya. 

Ia menjadi salah satu tokoh sentral ketika hubungan PKB dan PBNU memanas belakangan ini. Gus Ipul kerap terlibat saling sindir dan kritik dengan Ketua Umum PKB Muhaimin Iskandar. 

Sederet penghargaan Gus Ipul

Selain kariernya yang mentereng di bidang politik, Gus Ipul juga memiliki sejumlah pencapaian lain lewat sederet penghargaan yang pernah ia terima.

Di tingkat nasional, pada tahun 2014, ia mendapatkan penghargaan Bintang Mahaputra Adiperdana yang diberikan oleh Presiden RI Susilo Bambang Yudhoyono.

Tidak hanya itu, pada tahun yang sama, ia juga menerima Wredatama Nugraha Utama dari Persatuan Wredatama Republik Indonesia (PWRI) dan tokoh peduli olahraga dari Seksi Wartawan Olahraga (SIWO) Persatuan Wartawan Provinsi Jawa Timur

Tahun 2017 Gus Ipul juga menerima Penghargaan Nirwasita Tantra dari Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan.

Sementara itu di tingkat provinsi, Gus Ipul pernah menerima Lencana Jer Basuki Mawa Bea dari Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa pada Agustus 2021 dan Penghargaan dari JTV karena dinilai sukses memimpin Kota Pasuruan di tengah krisis pandemi Covid-19 melalui kearifan lokal dan budaya pada tahun 2022. 

Apa Komentarmu?

Tulis komentar

ARTIKEL TERKAIT

VIDEO TERKAIT

KOMENTAR

Latest Comment

Belum ada komentar

Jadilah yang pertama mengirimkan komentar untuk bertukar gagasan dengan pengguna lainnya

TERPOPULER

Advertisement
Advertisement