Nama Walikota Madiun, Maidi kini tengah menjadi pembicaraan publik, ihwal penangkapannya yang dilakukan oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Pada Senin, 19 Januari 2025.
Maidi menjadi satu dari 15 orang yang terjaring operasi tangkap tangan (OTT) oleh KPK di Kota Madiun. Menurut Juru Bicara KPK Budi Prasetyo, penangkapan Maidi terkait dengan dugaan korupsi proyek dan dana tanggung jawab sosial dan lingkungan perusahaan (CSR) di Kota Madiun, Jawa Timur.
"Peristiwa tertangkap tangan ini diduga terkait dengan fee (biaya komitmen, red.) proyek, dan dana CSR di wilayah Kota Madiun,” ujar Juru Bicara KPK Budi Prasetyo kepada para jurnalis di Jakarta.
Profil Maidi
Maidi lahir di Magetan pada 12 Mei 1961. Ia bukanlah orang baru di jajaran birokrasi kota Pencak Silat tersebut. Karirnya merangkak dari bawah sebagai guru sekolah, Maidi bahkan sempat menjabat sebagai Kepala Sekolah SMAN 2 Madiun sebelum akhirnya melompat ke jajaran struktural di Dinas Pendidikan.
Kepiawaiannya mengelola birokrasi membuat Maidi diangkat menjadi membuatnya terpilih menjadi Sekretaris Daerah Kota Madiun pada 2009, jabatan tertinggi bagi aparatur sipil negara (ASN) di tingkat kota. Posisi ini ia duduki hingga tahun 2018 sebelum akhirnya memutuskan maju dalam Pemilihan Wali Kota tahun 2019.
Sebelum pensiun dari birokrasi, Maidi melangkah ke dunia politik. Ia tercatat sebagai politisi Partai Gerakan Indonesia Raya (Gerindra).
Dengan rekam jejak birokrasi yang kuat, Maidi akhirnya terpilih kembali sebagai Walikota Madiun dalam Pilkada serentak November 2024, ketika maju berpasangan dengan Bagus Panuntun sebagai calon wakil wali kota.
Di periode kedunya tersebut ia berhasil mendulang 65.583 suara atau setara 56%, mengungguli dua pasangan calon lainnya. Dalam kontestasi politik tersebut, Maidi dan pasangannya didukung oleh 11 partai politik, yakni Gerindra, PKB, PKS, PAN, Prima, PSI, Nasdem, Partai Demokrat, Gelora, PBB, dan PPP.
Tak hanya lihai di birokrasi, Madidi juga memiliki gelar berderet mulai dari Dr., Drs., SH, MM, hingga M.Pd, yang selama ini menjadi kebanggaan sekaligus citra intelektual di mata pemilihnya.
Namun sayang, gelar dan jabatan yang ia bangun meruntuhkan citra bersihnya dengan terjaringnya Maidi dalam operasi tangkap tangan (OTT) yang dilakukan oleh KPK.
