Dedi Mulyadi dan Erwan Setiawan (Dermawan), bakal pasangan calon (bapaslon) Gubernur dan Wakil Gubernur Jawa Barat, resmi menunjuk Mayjen TNI (Purn.) Dwi Jati Utomo sebagai ketua tim sukses (timses) kampanye dalam Pilkada 2024 ini.
Dikutip dari CNNIndonesia, Ketua DPD Golkar Jabar sekaligus Ketua Dewan Pengarah Timses Dedi-Erwan, Ace Hasan Syadzily, menyatakan bahwa Dwi Jati Utomo dipilih sebagai ketua tim lantaran dia adalah purnawirawan TNI yang memiliki rekam jejaknya yang luas tentang Jawa Barat.
Selain itu, kata Ace, Dwi Jati Utomo juga memiliki jaringan di berbagai kalangan di Jawa Barat.
“Beliau mantan Kepala Staf Kodam Siliwangi yang sangat menguasai teritorial Jawa Barat. Rekam jejak pengalamannya tentu sangat mumpuni untuk menyusun strategi dalam pemenangan Dedi–Erwan dalam Pilgub Jawa Barat,” jelas Ace.
Profil Mayjen TNI (Purn.) Dwi Jati Utomo
Mayjen TNI (Purn.) Dwi Jati Utomo merupakan pria kelahiran Purwakarta, 8 Mei 1965.
Separuh perjalanan hidup pria berusia 59 tahun tersebut dihabiskan dalam pendidikan militer. Tercatat dia merupakan lulusan dari Akmil 1987, kecabangan Artileri Medan.
Setelah lulus dari Akmil, Dwi Jati mengawali kariernya sebagai perwira pada akhir 1980-an. Kala itu Dwi Jati Utomo bertugas di kesatuan Yon Armed (Resimen Artileri Medan) di bawah komando Cadangan Strategis Angkatan Darat (Kostrad) sebagai Letnan Dua.
Dalam kesatuan tersebut, Dwi Jati menapaki karier mulai dari Perwira Junior hingga menjadi Komandan Unit di batalion artileri.
Rekam jejaknya di kesatuan Yon Armed membuat Dwi Jati berpindah tugas di berbagai komando, termasuk ketika menjadi Komandan Baterai Artileri (Danraipur) Yon Armed 11/Kostrad ketika berpangkat Kapten.
Saat mendapat promosi sebagai Mayor, ia kemudian menjabat Wakil Komandan Batalion Armed, lalu Komandan Batalion Armed 5/105 di bawah Komando Daerah Militer (Kodam) III/Siliwangi.
Seiring waktu berlalu, Dwi Jati kemudian diangkat sebagai Letnan Kolonel dan diberi jabatan sebagai Komandan Kodim 0618/BS di Bandung. Selain itu, dia juga menjabat Waaster Kadam III/ Siliwangi dalam bidang perencanaan dan pengawasan.
Begitu mendapat promosi pangkat Kolonel, dia pun terjun ke dunia pendidikan militer sebagai praktisi di Sesko TNI dan juga menjabat Setjen Wantanas, serta posisi di Pussernarmed (Pusat Kesenjataan Artileri Medan).
Saat berpangkat Brigadir Jenderal, dia mendapat jabatan sebagai Komandan Pussenarmed dengan tanggung jawab untuk pembinaan dan pengembangan pasukan artileri Medan di lingkungan TNI AD. Tak hanya itu, dia pun diangkat sebagai Kasdam III/ Siliwangi, posisi strategis dalam jajaran komando Jawa Barat.
Puncak karier militernya terjadi pada saat dirinya dipromosikan menjadi Mayor Jendral. Saat itu, Dwi Jati kembali memimpin Pussenarmed. Lalu, dia pun mengemban tugas sebagai Perwira Staf Ahli Kasad Bidang Politik dan Keamanan Nasional.
