Meutya Hafid, politikus di bawah bendera Partai Golongan Karya (Golkar) resmi dilantik sebagai Menteri Komunikasi dan Digital di Istana Negara pada Senin (21/10/2024).
Pada era kepemimpinan Jokowi, jabatan Menteri Komunikasi dan Digital (Menkomdigi) lebih dikenal dengan nama Menteri Komunikasi dan Informatika (Menkominfo). Nama ini dirasa lebih cocok dengan besarnya transformasi digital yang baru di era sekarang.
Menggeluti bidang jurnalistik selama 7 tahun, Meutya menunjukkan keahlian dan pengalamannya dapat membawanya sampai ke kursi kementerian. Tercatat dalam sejarah Indonesia, Meutya menjadi perempuan pertama yang menjabat sebagai menteri bidang komunikasi.
Profil Meutya Hafid
Meutya Viada Hafid lahir di Bandung, Jawa Barat pada 3 Mei 1978 lalu.
Mengenyam pendidikan dasar dan menengahnya di Jakarta, Meutya kemudian melanjutkan pendidikan SMA di sekolah khusus perempuan, Crescent Girl’s School, Singapura.
Lulus dari SMA pada tahun 1997, dia pun melanjutkan pendidikannya Strata 1 jurusan Manufacturing Engineering di University of New South Wales, Australia pada tahun 2000.
Selesai mengenyam ilmu di Australia, Meutya pun mulai berkarir di bidang jurnalistik dengan menjadi jurnalis televisi pada 2001 hingga 2008.
Merasa perlu melanjutkan pendidikannya, Meutya pun mengambil S2 jurusan Ilmu Politik di Universitas Indonesia dan mendapatkan gelar masternya pada tahun 2018. Hal ini dilakukan pada saat Meutya telah berkecimpung di dunia politik.
Selama perjalanan karir jurnalistiknya, Meutya pernah menghadapi situasi yang mencekam pada saat dia dan rekannya, juru kamera Budiyanto, diculik oleh sekelompok pria bersenjata ketiga bertugas meliput di Irak.
Memiliki dedikasi pada dunia jurnalistik, Meutya telah mendapatkan berbagai penghargaan selama menjadi jurnalis.
Pada tahun 2005 Meutya dianugerahi Women of Courage oleh Kaukus Perempuan Singapura. Setahun setelahnya, pada 2006, dia juga mendapat penghargaan Wanita Pemberani dari Samsung Award. Kemudian, pada tahun 2008 dia juga mendapatkan penghargaan untuk bidang Jurnalis dari Australian Alumnae.
Selepas dari karir jurnalisnya, Meutya memutuskan menjadi politisi di bawah bendera Partai Golkar dan mengisi kursi DPR RI periode 2009-2014 dari daerah pemilihan (dapil) Sumatera Utara 1.
Dari titik ini pun karir Meutya di dunia politik berkembang hingga dia menduduki kursi parlemen selama 3 periode berturut-turut hingga tahun 2024. Meutya pun menjabat sebagai Ketua Komisi 1 DPR RI yang fokus pada masalah pertahanan, luar negeri, komunikasi, dan informasi.
