Advertisement

Profil Pramono Anung, Sekretaris Kabinet Andalan Jokowi yang Maju Pilkada Jakarta 2024

29 August 2024 20:41 WIB

thumbnail-article

Pramono Anung ketika menjabat Sekretaris Kabinet. (Sumber: ANTARA/Fathur Rochman) .

Penulis: Rusti Dian

Editor: Rizal Amril

Pramono Anung dan Rano Karno telah mendaftarkan diri sebagai calon gubernur dan wakil gubernur Jakarta pada Rabu (28/8/2024). Mereka diusung oleh PDIP untuk mengikuti Pilkada 2024. Berikut profil Pramono Anung, calon gubernur Jakarta.

Penunjukkan Pramono Anung sebagai calon gubernur Jakarta cukup mengejutkan publik. Pasalnya, PDIP sempat mengirimkan sinyal restu akan Anies Baswedan untuk bisa bersanding bersama Rano Karno dalam Pilkada Jakarta 2024.

Pada Selasa (27/8), Bendahara Umum PDIP Olly Dondokambey menyampaikan bahwa Pramono Anung yang akan berpasangan dengan Rano Karno. Tidak diketahui secara pasti alasan penunjukannya. Yang jelas, Pramono Anung dianggap mampu memberikan solusi terbaik bersama Rano Karno untuk Jakarta.

“Itulah Mas Pramono Anung. Kepiawaian Mas Pram dalam melakukan komunikasi politik, lobi-lobi politik, dukungan dari partai politik akan menjadi modal yang sangat baik,” ujar Sekjen PDIP, Hasto Kristiyanto pada Rabu (28/8).

Lantas, siapakah Pramono Anung? Bagaimana sepak terjangnya dalam dunia politik? Simak profil lengkapnya berikut ini!

Profil Pramono Anung

Pramono Anung Wibowo atau dikenal dengan nama Pramono Anung lahir pada 11 Juni 1963 di Kediri, Jawa Timur. Ia menamatkan pendidikan dasar hingga menengah atas di Kabupaten Kediri.

Setelah lulus, Pramono Anung melanjutkan pendidikan Teknik Pertambangan di Institut Teknologi Bandung (ITB). Dua tahun setelah itu, Pramono mengambil Magister Manajemen Universitas Gadjah Mada. Ia kemudian melanjutkan pendidikan Doktor Ilmu Komunikasi di Universitas Padjadjaran pada 2010.

Sebelum terjun dalam dunia politik, Pramono Anung telah lebih dulu berkecimpung dalam dunia bisnis. Ia sempat menduduki posisi sebagai Direktur PT. Tanito Harum (1988-1996) dan PT. Vietmindo Energitama (1979-1982). Ia juga pernah menjadi Komisaris PT. Yudhistira Haka Perkasa (1996-1999).

Karier politiknya dimulai ketika Pramono Anung bergabung PDIP pada 1998. Kariernya semakin meningkat hingga dapat menduduki posisi Wakil Sekjen DPP PDIP. Lima tahun kemudian, Pramono Anung terpilih menjadi Sekjen PDIP.

Ia pernah menjadi anggota DPR RI periode 2009-2014. Bahkan, ia ditunjuk menjadi Wakil Ketua DPR RI oleh Ketua DPR RI, Marzuki Alie. Pramono Anung berhasil mengukuhkan posisi PDIP sebagai partai besar di Indonesia tanpa membentuk kekuatan tandingan dari perpecahan yang terjadi di internal DPR RI.

Pramono Anung kembali terpilih menjadi anggota DPR RI pada Pemilu 2014-2019. Belum setahun menjabat, ia dipercaya oleh Presiden Joko Widodo untuk mengisi kursi Sekretaris Kabinet hingga periode keduanya.

Kelihaiannya berkomunikasi membuat Pramono dikenal sebagai pelobi handal. Tidak hanya menjadi penghubung Presiden dan DPR, tetapi juga kepada publik. Keahliannya ini diharapkan mampu menjadi mediator presiden dalam mengomunikasikan kebijakan-kebijakannya.

Kini, Pramono Anung dipercaya untuk maju berkontestasi dalam Pilkada Jakarta 2024. Bersama Rano Karno, mereka akan berlaga melawan Ridwan Kamil dan Suswono yang diusung oleh Koalisi Indonesia Maju (KIM) Plus.

Kendati begitu, Pramono Anung belum memastikan akan mundur dari jabatannya sebagai Sekretaris Kabinet (Seskab) atau mengambil cuti. Pramono menjelaskan, Presiden Joko Widodo dan Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg) Pratikno telah mengetahui langkah politiknya tersebut.

“Saya akan bekerja seperti biasa. Dan saya akan bekerja seperti untuk mulai keliling tidak kampanye, memperkenalkan diri, door to door,” ujar Pramono Anung pada Rabu (28/8/2024) di Cipete, Jakarta Selatan, dikutip dari detikNews.

Apa Komentarmu?

Tulis komentar

ARTIKEL TERKAIT

VIDEO TERKAIT

KOMENTAR

Latest Comment

Belum ada komentar

Jadilah yang pertama mengirimkan komentar untuk bertukar gagasan dengan pengguna lainnya

TERPOPULER

Advertisement
Advertisement