Advertisement

Profil Rachmat Gobel, Pembisnis dan Politisi yang Wafat di Usia 63 Tahun

10 July 2026 19:17 WIB

thumbnail-article

Anggota DPR RI dari fraksi NasDem Rachmat Gobel. Sumber: ANTARA.

Penulis: Elok Nuri

Editor: Elok Nuri

Kabar duka datang dari dunia politik Indonesia, - Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia (DPR RI) dan Menteri Perdagangan periode 2014-2015 Rachmat Gobel meninggal dunia pada Jumat pagi, 10 Juli 2026.

Kabar wafatnya Rachmat Gobel terkonfirmasi melalui Wakil Ketua Komisi XI DPR RI Fauzi Amro, dalam keterangannya ia menyampaikan bahwa Rachmat Gobel wafat pada Jumat, 10 Juli 2026, pukul 03.20 WIB di Jakarta, seraya mengucapkan doa agar almarhum mendapat tempat terbaik di sisi Allah.

"Turut berduka cita, innalillahi wa inna ilaihi raji’un. Telah berpulang ke rahmatullah H. Rachmat Gobel pada hari Jumat, 10 Juli 2026, pukul 03.20 WIB, di Jakarta," kata Fauzi. Mengutip ANTARA.

Berdasarkan keterangan keluarga, Rachmat Gobel wafat meninggalkan istri, Retno Damayanti, dua anak, yakni Nurfitria Sekarwillis Kusumawardhani dan Mohammad Arif Gobel, serta cucu dan keluarga besarnya.

Profil Rachmat Gobel

Rachmat Gobel lahir pada 3 September 1962 di Gorontalo, berasal dari keluarga Gobel yang dikenal sebagai pelopor industri elektronik di Indonesia. Ia merupakan anak kelima sekaligus putra sulung dari pasangan Thayeb Mohammad Gobel dan Annie Nento Gobel.

Thayeb merupakan pengusaha yang membawa Panasonic ke Indonesia pada 1954. Jenama yang sohor ini diboyong melalui kemitraan Panasonic Gobel Group.

Sejak kecil, Rachmat telah dipersiapkan untuk menjadi penerus kepemimpinan dalam bisnis keluarga yang telah berdiri kokoh sebagai Gobel Group. Pendidikan dan pengalaman kerja di lingkungan keluarganya membentuk fondasi kuat bagi perjalanan kariernya di dunia usaha.

Proses pembelajaran itu dimulai dari bawah. Saat masih duduk di bangku SMP, ia bahkan pernah bekerja sebagai penyapu pabrik sebelum kemudian menempati berbagai posisi di perusahaan hingga level manajerial.

Rachmat Gobel menempuh pendidikan tinggi di Jepang. Ia meraih gelar Sarjana di bidang Perdagangan Internasional dari Chuo University, Tokyo, pada tahun 1987. Setelah lulus, ia mengikuti program praktik kerja di Matsushita Electric Industrial Co., Ltd (sekarang Panasonic) yang berlokasi di dekat Osaka.

Pengalaman ini memberikan wawasan penting terkait teknologi, manajemen perusahaan multinasional, dan praktik bisnis internasional. Pada tahun 1989, Rachmat kembali ke Indonesia untuk bergabung dengan perusahaan keluarga, membawa bekal pengetahuan dan semangat inovasi dari Jepang.

Setelah kembali ke Indonesia pada 1989, Rachmat Gobel mulai menduduki posisi strategis dalam Gobel Group. Kiprah awalnya dimulai dari menjadi Asisten Presiden Direktur PT National Gobel (sekarang PT Panasonic Manufacturing Indonesia).

Dalam pengelolaan perusahaan, ia menekankan pentingnya memahami bisnis dari dasar, sehingga ia pernah menjalani berbagai posisi hingga tingkat manajerial. Filosofi ini menuntunnya untuk memperkuat fondasi perusahaan agar mampu bersaing baik di pasar dalam negeri maupun global.

Kiprah di Dunia Politik dan Pemerintahan

Selain sukses sebagai pengusaha, Rachmat Gobel juga memiliki perjalanan panjang di dunia pemerintahan dan politik.

Rachmat Gobel dipercaya oleh Presiden Joko Widodo untuk menjabat Menteri Perdagangan pada Kabinet Kerja periode 2014-2015. Dalam masa jabatan ini, ia berperan penting dalam mendorong kebijakan perdagangan yang mendukung kemajuan industri nasional dan menjaga keseimbangan neraca perdagangan Indonesia.

Selanjutnya, pada 2017–2019, ia diangkat menjadi Utusan Khusus Presiden untuk Jepang guna memperkuat hubungan ekonomi dan investasi antara Indonesia dan Jepang.

Dengan latar belakang penguasaan bahasa dan budaya Jepang serta pengalaman menghadapi mitra Jepang di dunia usaha, ia berhasil meningkatkan hubungan diplomasi ekonomi dan investasi kedua negara. Posisi ini juga memfasilitasi dialog dan kerja sama strategis guna mempercepat peningkatan investasi serta transfer teknologi dari Jepang ke Indonesia.

Usai menyelesaikan masa tugasnya di pemerintahan, Rachmat Gobel melanjutkan pengabdiannya di bidang legislatif sebagai anggota DPR RI dari Partai NasDem. Ia sempat menjabat sebagai Wakil Ketua DPR RI periode 2019-2024 dan terus aktif dalam tugas-tugas legislatif hingga wafatnya pada tahun 2026.

Dalam kapasitasnya sebagai wakil rakyat, ia berfokus pada pengembangan kebijakan yang mendukung kemajuan ekonomi, industri, dan peningkatan kesejahteraan masyarakat. Sidang parlemen yang dipimpinnya dikenal penuh dengan diplomasi dan kolaborasi antarpartai.

Di luar dunia bisnis dan politik, Rachmat Gobel juga aktif berkontribusi dalam berbagai organisasi nasional hingga internasional. Ia pernah menjabat sebagai Ketua Harian PB IPSI, Ketua Harian PERSILAT, Ketua Umum Perhimpunan Persahabatan Indonesia-Jepang (PPIJ), Ketua Palang Merah Indonesia (PMI), serta anggota Majelis Wali Amanat Universitas Indonesia (MWA UI).

Atas kontribusinya yang besar bagi Gorontalo dan Indonesia, masyarakat Gorontalo memberikan gelar kehormatan kepada Rachmat Gobel, yaitu “Ti Bulilango Hunggia” yang memiliki arti “Pemberi Cahaya Negeri”. Gelar ini mencerminkan penghargaan terhadap kiprah dan dedikasi almarhum dalam membangun daerah kelahiran serta berperan aktif memperkuat perekonomian dan sosial kemasyarakatan di tingkat nasional.

 

Apa Komentarmu?

Tulis komentar

ARTIKEL TERKAIT

VIDEO TERKAIT

KOMENTAR

Latest Comment

Belum ada komentar

Jadilah yang pertama mengirimkan komentar untuk bertukar gagasan dengan pengguna lainnya

TERPOPULER

Advertisement
Advertisement