Nama Rusdi Kirana mendadak jadi sorotan usai dilantik menjadi anggota Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) RI periode 2024-2029. Pasalnya, ia disebut menjadi anggota DPR RI terkaya menurut Laporan Harta Kekayaan Penyelenggara Negara (LHKPN). Lantas, siapakah dia? Berikut profil Rusdi Kirana, anggota DPR RI terkaya.
Sebanyak 580 anggota DPR RI periode 2024-2029 dilantik pada Selasa (1/10/2024). Masing-masing dari mereka telah menyampaikan LHKPN kepada Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). Dari laporan tersebut menunjukkan nama Rusdi Kirana yang memiliki harta kekayaan mencapai Rp2,6 triliun.
Rusdi Kirana lolos anggota DPR RI melalui Partai Kebangkitan Bangsa (PKB). Ia kemudian dilantik menjadi Wakil Ketua Majelis Permusyawaratan Rakyat (MPR) RI periode 2024-2029 pada Kamis (3/10/2024).
Sebelum terjun di dunia politik, Rusdi Kirana telah lama berkiprah di dunia bisnis. Ia merupakan salah satu pendiri Lion Air dan menjadi Presiden Direktur hingga 2014. Selanjutnya, Rusdi Kirana terlibat aktif dalam mengarahkan Lion Group, termasuk maskapai Lion Air.
Untuk mengenal lebih jauh, berikut profil Rusdi Kirana, anggota DPR RI terkaya yang kini menjadi Wakil Ketua MPR RI 2024-2029.
Profil Rusdi Kirana
Rusdi Kirana lahir pada 17 Agustus 1963 di Cirebon, Jawa Barat. Ia menamatkan pendidikannya di Fakultas Ekonomi Universitas Pancasila. Baru setelah itu Rusdi Kirana membangun bisnis Lion Air bersama kakaknya, Kusnan Kirana.
Sejak remaja, Rusdi sudah memiliki bakat berbisnis. Kala itu, ia menjual mesin tik Brother asal Amerika Serikat. Pada 1981, Rusdi membuka bisnis agen perjalanan bersama Kusnan Kirana. Kemudian pada 1999, mereka memulai bisnis penerbangan dengan konsep penerbangan berbiaya murah (low cost carrier/LCC).
Bisnis Lion Air dimulai dengan modal usaha USD10 juta. Tak perlu waktu lama agar bisnis tersebut mendapat untung. Konsep LCC yang diusung Lion Air membuatnya digandrungi sebagai akomodasi pesawat terbang yang ingin bepergian, terutama layanan domestik.
Rusdi Kirana menerapkan kebijakan harga tiket murah yang selaras dengan slogannya, “We Make People Fly”. Semula hal ini menimbulkan kecaman dari berbagai pihak, terlebih sesama perusahaan penerbangan. Ia sempat dianggap tidak nasionalis karena kebijakan tiket murah yang diterapkannya.
Kini, Lion Air Group menjadi perusahaan yang membawahi beberapa anak perusahaan yaitu Lion Air, Wings Air, Batik Air, Malindo Air, Thai Lion Air, hingga Super Air Jet.
Karier politik Rusdi Kirana
Rusdi Kirana mulai terjun dalam dunia politik pada 2013. Ia bergabung dengan Partai Kebangkitan Bangsa (PKB). Setahun kemudian, ia menjabat sebagai Wakil Ketua Umum (Waketum) PKB pada 2014.
Pada 2015-2017, Rusdi Kirana dipercaya sebagai anggota Dewan Pertimbangan Presiden (Wantimpres). Kemudian pada 2017, ia ditunjuk sebagai Duta Besar Luar Biasa dan Berkuasa Penuh (Dubes LBBP) RI untuk Malaysia hingga 2020.
Pengalaman politik tersebut membuat Rusdi ingin mencalonkan diri sebagai anggota DPR RI. Ia maju melalui daerah pemilihan (dapil) Jawa Timur IV meliputi Kabupaten/Kota Madiun, Kabupaten/Kota Mojokerto, Kabupaten Jombang, dan Kabupaten Nganjuk.
Usai terpilih menjadi anggota DPR RI dengan perolehan 121.080 suara, Rusdi Kirana menyatakan pensiun dari pengelolaan penerbangan bersama Lion Air Group. Menurutnya, tidak mungkin jika ia menjadi anggota parlemen yang merangkap sebagai pengusaha penerbangan.
“Saya sudah 61 tahun, karena saya sudah melimpahkan kepada generasi kedua. Saya sudah ada waktu di sini (DPR RI),” ujar Rusdi Kirana, dikutip dari Kompas.com.
Harta kekayaan Rusdi Kirana
Berdasarkan LHKPN tertanggal 31 Juli 2024, Rusdi Kirana tercatat memiliki total harta kekayaan mencapai Rp2,6 triliun. Kekayaan tersebut berwujud aset properti berupa tanah dan bangunan dengan total nilai Rp289,09 miliar.
Ia tercatat memiliki 10 tanah dan bangunan di Indonesia, Singapura, dan Malaysia. Menurut keterangan, asal-usul perolehan tanah dan bangunan tersebut murni dimiliki Rusdi Kirana berdasarkan hasil sendiri, bukan dari warisan maupun hibah.
Berikut daftar 10 tanah dan bangunan milik Rusdi Kirana sesuai LHKPN:
- Tanah dan bangunan seluas 202 m2/180 m2 di Kab/Kota Jakarta Barat senilai Rp397.540.000.
- Tanah dan bangunan seluas 75 m2/50 m2 di Kab/Kota Jakarta Selatan senilai Rp278.703.480.
- Tanah dan bangunan seluas 100 m2/70 m2 di Singapura senilai Rp12.340.785.000.
- Tanah dan bangunan seluas 110 m2/80 m2 di Singapura senilai Rp14.102.361.744.
- Tanah dan bangunan seluas 2.010 m2/300 m2 di Kab/Kota Jakarta Selatan senilai Rp29.000.000.000.
- Tanah dan bangunan seluas 180 m2/170 m2 di Singapura senilai Rp182.581.740.600.
- Tanah dan bangunan seluas 6.000 m2/500 m2 di Malaysia senilai Rp8.728.365.455.
- Tanah dan bangunan seluas 1.124 m2/350 m2 di Kab/Kota Jakarta Selatan senilai Rp34.722.458.349.
- Tanah dan bangunan seluas 86 m2/74 m2 di Kab/Kota Jakarta Pusat senilai Rp2.600.000.000.
- Tanah dan bangunan seluas 504 m2/100 m2 di Kab/Kota Jakarta Selatan senilai Rp4.342.000.000.
Selain itu, Rusdi Kirana memiliki mobil Lexus 2020 yang ditaksir senilai Rp3 miliar. Ia juga memiliki surat berharga sebesar Rp2,17 triliun serta kas dan setara kas sebesar Rp137 miliar. Rusdi Kirana tidak memiliki utang sepeser pun.
