Advertisement

Profil Said Iqbal, Aktivis Buruh yang Kini Jadi Penasihat Khusus Presiden Prabowo

08 June 2026 21:18 WIB

thumbnail-article

Said Iqbal Sumber: ANTARA.

Penulis: Elok Nuri

Editor: Elok Nuri

Presiden Prabowo resmi melantik Ketua Umum Partai Buruh Said Iqbal sebagai Penasihat Khusus Presiden Bidang Ketenagakerjaan dan Kesejahteraan Buruh di Istana Negara pada Senin, 08 Juni 2026.

Pelantikan ini dilakukan didasarkan atas Keputusan Presiden (Keppres) Nomor 58/P tahun 2026 tentang Pengangkatan Penasihat Khusus Presiden Bidang Ketenagakerjaan dan Kesejahteraan Buruh.

"Mengangkat Said Iqbal sebagai Penasihat Khusus Presiden Bidang Ketenagakerjaan dan Kesejahteraan Buruh dan kepada yang bersangkutan diberikan hak keuangan dan fasilitas lainnya sesuai ketentuan perundang-undangan," ucap Sekretaris Kementerian Sekretariat Negara, Setya Utama, membacakan keputusan tersebut disiarkan langsung pada Youtube Sekretariat Presiden.

Lantas siapa Said Iqbal dan bagaimana rekam jejaknya? Berikut adalah profilnya

Profil Said Iqbal

Said Iqbal lahir di Jakarta pada tanggal 5 Juli 1968. Ia menempuh pendidikan sekolah menengah atas di SMA Negeri 51 Jakarta dan berhasil meraih prestasi sebagai juara umum pada tahun 1987.

Setelah menyelesaikan pendidikan menengah atas, Said Iqbal melanjutkan ke jenjang Diploma 3 Teknik Mesin di Politeknik Universitas Indonesia (sekarang Politeknik Negeri Jakarta).

Untuk melengkapi gelar sarjana, ia kemudian kuliah di Universitas Jayabaya, Jakarta, mengambil jurusan Teknik Mesin dan lulus pada tahun 1996. Komitmennya untuk terus menambah wawasan dan keilmuan terlihat ketika ia menempuh program Magister Ekonomi di Fakultas Ekonomi Universitas Indonesia pada tahun 2003 hingga 2005.

Said Iqbal memulai keterlibatannya di dunia buruh pada tahun 1992 ketika ia bergabung dengan serikat pekerja di sebuah perusahaan elektronik di Kabupaten Bekasi. Pengalaman langsung bekerja di pabrik elektronik itu membuatnya menyadari pentingnya perjuangan hak-hak buruh secara nyata. Keikutsertaan ini menjadi titik awal dari perjalanan panjangnya sebagai aktivis buruh.

Setelah era reformasi membuka ruang kebebasan bagi pembentukan serikat pekerja independen tanpa harus berafiliasi dengan serikat pekerja negara, Said Iqbal bersama sejumlah tokoh buruh lain mendirikan Federasi Serikat Pekerja Metal Indonesia (FSPMI).

Dalam organisasi ini, ia dipercaya menjabat sebagai Sekretaris Jenderal periode 1999 hingga 2006, dan kemudian menjadi Presiden FSPMI. Pada masa jabatannya, FSPMI berkembang menjadi salah satu federasi serikat pekerja yang berpengaruh di Indonesia.

Salah satu gerakan yang paling dikenal dan mendapat perhatian luas adalah gerakan HOSTUM (Hapus Outsourcing dan Tolak Upah Murah) yang berkembang pada tahun 2012 hingga 2013.

Gerakan ini memobilisasi buruh untuk menolak praktik outsourcing berlebihan serta upah yang dianggap tidak layak, yang pada masa itu semakin marak di berbagai sektor industri. Aksi-aksi dan mogok kerja yang dipimpin Said Iqbal pun menjadi simbol perlawanan terhadap kebijakan ketenagakerjaan yang dianggap merugikan kelas pekerja.

Kiprah Nasional dan Internasional di Bidang Ketenagakerjaan

Selain kiprah di tingkat nasional, Said Iqbal juga aktif di bidang ketenagakerjaan internasional. Ia menjabat sebagai Presiden Konfederasi Serikat Pekerja Indonesia (KSPI), organisasi yang memayungi berbagai federasi serikat pekerja di berbagai sektor industri di seluruh Indonesia.

Dalam posisi ini, Said menjadi figur sentral dalam memperjuangkan isu-isu penting bagi buruh, seperti upah layak, jaminan sosial, perlindungan tenaga kerja, dan kesejahteraan buruh.

Keterlibatan Said tidak terbatas pada skala nasional. Ia juga dipercaya duduk di berbagai forum penting di tingkat regional dan global. Beberapa di antaranya adalah Wakil Presiden ASEAN Trade Union Council (ATUC), anggota General Council International Trade Union Confederation (ITUC), anggota Central Committee World Metalworkers' Federation (IMF), serta delegasi Indonesia dalam konferensi Organisasi Perburuhan Internasional (ILO) selama periode 2021-2024.

Penghargaan internasional juga pernah diraih oleh Said Iqbal sebagai bentuk pengakuan atas dedikasi dan perjuangannya. Pada tahun 2013, ia menerima The Febe Elisabeth Velasquez Award dari serikat pekerja Belanda, FNV. Penghargaan ini diberikan kepada aktivis buruh yang berhasil menunjukkan kontribusi luar biasa dalam memperjuangkan hak-hak buruh di negaranya masing-masing.

Selain itu, Said Iqbal juga turut berperan dalam Komite Aksi Jaminan Sosial (KAJS) yang turut mendorong lahirnya program Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) dan jaminan pensiun bagi pekerja, yang menjadi bagian penting dalam sistem perlindungan sosial di Indonesia.

Kini sejak 8 Juni 2026, Said Iqbal resmi dilantik sebagai Penasihat Khusus Presiden Republik Indonesia bidang Ketenagakerjaan dan Kesejahteraan Buruh. Sebagai penasihat khusus, Said Iqbal memiliki tugas utama untuk menyusun analisis kebijakan strategis yang relevan dengan isu-isu ketenagakerjaan dan kesejahteraan buruh serta memberikan masukan langsung kepada Presiden.

Fungsi ini sangat vital dalam menciptakan kebijakan yang berpihak pada kelas pekerja, terutama dalam menghadapi dinamika ekonomi dan sosial yang terus berkembang.

Dalam kesempatan usai pelantikannya, Said Iqbal mengatakan salah satu isu yang akan dia sampaikan ke Presiden adalah terkait peningkatan kesejahteraan buruh, terutama pengaturannya dalam revisi Undang-Undang Ketenagakerjaan.

"Kita harus memastikan dalam rancangan undang-undang tersebut, outsourcing, pekerja alih daya itu, kalau bisa dihapus. Kalau tidak bisa, sekurang-kurangnya dibatasi dengan ketat. Misalkan empat atau lima jenis pekerjaan penunjang saja," kata Said Iqbal.

 

 

Apa Komentarmu?

Tulis komentar

ARTIKEL TERKAIT

VIDEO TERKAIT

KOMENTAR

Latest Comment

Belum ada komentar

Jadilah yang pertama mengirimkan komentar untuk bertukar gagasan dengan pengguna lainnya

TERPOPULER

Advertisement
Advertisement