Setyo Budiyanto lahir di Surabaya pada 29 Juni 1967. Dia menyelesaikan pendidikan di Akademi Kepolisian (Akpol) pada tahun 1989, di mana dia merupakan bagian dari angkatan yang melahirkan banyak tokoh penting lainnya, termasuk Wakapolri Komjen Ahmad Dofiri. Dalam perjalanan kariernya, Setyo mengembangkan pengalaman yang luas di bidang penegakan hukum dan pemberantasan korupsi.
Karir Setyo di Kepolisian Republik Indonesia (Polri) meliputi berbagai jabatan penting. Ia pernah menjabat sebagai Kapolres Biak Numfor dan kemudian sebagai Wadirreskrim Polda Papua. Setyo juga pernah diangkat sebagai Kapolda Nusa Tenggara Timur dan Kapolda Sulawesi Utara, di mana dia berhasil membawa inovasi dalam bidang keamanan serta penegakan hukum. Sebelum terpilih sebagai Ketua KPK, ia menjabat sebagai Inspektur Jenderal Kementerian Pertanian di bawah kepemimpinan Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman. Dalam kapasitas tersebut, Setyo diketahui aktif dalam program pembersihan di kementerian untuk menghilangkan praktik korupsi.
Pemilihan sebagai Ketua KPK
Proses pemilihan Ketua KPK periode 2024-2029 berlangsung dalam Rapat Pleno Komisi III DPR RI pada tanggal 21 November 2024. Dalam rapat tersebut, Setyo Budiyanto terpilih sebagai ketua setelah meraih dukungan 45 suara dari total 48 anggota yang hadir. Pemilihan ini diharapkan membawa penyegaran dan fokus baru dalam upaya pemberantasan korupsi di Indonesia.
Setelah terpilih, Setyo akan memimpin KPK bersama dengan empat komisioner lainnya, yaitu Fitroh Rochyanto, Ibnu Basuki Widodo, Johanis Tanak, dan Agus Joko Pramono. Kelima komisioner ini diharapkan dapat bekerja sama untuk meningkatkan kinerja dan integritas KPK dalam melawan korupsi di Tanah Air.
Pengalaman dan prestasi
Setyo Budiyanto memiliki pengalaman yang signifikan dalam KPK. Ia pernah menjabat sebagai Direktur Penyidikan pada tahun 2021, di mana ia terlibat dalam penanganan berbagai kasus besar korupsi yang menjadi perhatian publik. Sebagai Koordinator Wilayah III KPK, dia juga memimpin sejumlah operasi yang berhasil membongkar jaringan korupsi di beberapa daerah.
Tidak hanya itu, selama menjalani karirnya di kepolisian, Setyo telah menerima banyak penghargaan, termasuk Bintang Bhayangkara Pratama dan Bintang Bhayangkara Nararya. Penghargaan tersebut menandakan dedikasinya dalam melayani masyarakat dan upayanya dalam menegakkan hukum di negara ini. Setiap penghargaan yang diterima mencerminkan kontribusinya yang signifikan dan pengakuan atas keberhasilannya dalam menangani isu-isu penting di masyarakat.
Visi dan misi sebagai Ketua KPK
Sebagai Ketua KPK yang baru terpilih, Setyo Budiyanto memiliki visi yang jelas untuk periode kepemimpinannya. Dia merencanakan beberapa prioritas dalam upayanya memberantas korupsi. Salah satunya adalah meningkatkan transparansi dan akuntabilitas dalam setiap tindakan KPK. Setyo bertekad untuk melibatkan masyarakat lebih aktif dalam upaya pencegahan dan pelaporan tindak pidana korupsi.
Pendekatan Setyo terhadap kasus korupsi tidak hanya terbatas pada penuntutan, tetapi juga mencakup upaya preventif melalui edukasi dan kampanye publik. Dia yakin bahwa kolaborasi dengan kementerian dan lembaga lainnya akan menjadi kunci dalam menciptakan ekosistem yang mendukung pengurangan praktik korupsi di Indonesia. Dalam pandangannya, sinergi antarlembaga ini dapat memperkuat usaha pemberantasan korupsi secara menyeluruh.
