Advertisement

Profil Stella Christie, Ilmuwan Psikologi Kognitif yang Jadi Wakil Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi

28 October 2024 20:04 WIB

thumbnail-article

Akademisi dan guru besar Tsinghua University, China, prof Stella Christie memberikan keterangan kepada awak media di Hambalang pada Kamis (17/10/2024). (Sumber: ANTARA/M Fikri Setiawan) .

Penulis: Rusti Dian

Editor: Rizal Amril

Stella Christie ditunjuk menjadi Wakil Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi era pemerintahan Prabowo-Gibran. Ia akan mendampingi Satryo Soemantri Brodjonegoro dalam Kabinet Merah Putih. Berikut profil Stella Christie, Wakil Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi.

Stella Christie menjadi satu dari 56 wakil menteri (wamen) yang disebutkan oleh Prabowo Subianto pada Minggu (20/10/2024). Keesokan harinya, Stella Christie dilantik menjadi Wamen Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi mendampingi Satryo Soemantri Brodjonegoro.

“Stella Christie menjadi Wakil Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi,” ujar Prabowo pada Minggu (20/10) malam di Istana Merdeka, Jakarta.

Stella Christie adalah ahli psikologi kognitif ternama di kancah internasional. Kiprahnya di dunia akademisi pun tidak diragukan lagi. Bahkan ia juga menjadi profesor di universitas ternama di luar negeri.

Lantas, siapakah Stella Christie? Bagaimana rekam jejak dan prestasinya? Berikut profil lengkap Stella Christie, Wakil Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi.

Profil Stella Christie

Stella Christie lahir pada 11 Januari 1979 di Medan, Sumatera Utara. Ia menempuh pendidikan dasar dan menengah di Santa Ursula, Jakarta.

Setelah lulus, Stella melanjutkan pendidikan tinggi di Red Cross Nordic United World College, Norwegia. Ia kemudian melanjutkan pendidikan S2 di Psikologi Harvard University. Kemudian ia meraih gelar Doktor bidang psikologi kognitif di Northwestern University Amerika Serikat pada 2010.

Ia pernah menjadi Profesor di Universitas Swarthmore, Pennsylvania, Amerika Serikat pada 2012-2018. Kini, Stella Christie menjadi profesor tetap di Tsinghua University, China.

Di sana, Stella memegang posisi penting sebagai Research Chair di Tsinghua Laboratory of Brain and Intelligence. Ia juga menjadi Direktur Child Cognition Center. Di organisasi ilmiah, Stella menjadi anggota Governing Board Cognitive Science Society.

Stella telah menyumbangkan banyak pemikiran terkait psikologi kognitif di ranah internasional. Hal ini terbukti dari penelitiannya yang dipublikasikan dalam Journal of Cognition and Development 2010. Artikel jurnalnya meraih artikel terbaik dalam Editor’s Choice Award.

Tak heran jika Stella menerima sejumlah tawaran dari universitas terkemuka di Amerika Serikat, Singapura, dan China. Dengan segala pertimbangan, Stella memutuskan memilih Tsinghua University, salah satu universitas terbaik di Asia.

“Saya adalah ilmuwan cognitive science, adalah tentang bagaimana kita berpikir, tentang otak, tentang bagaimana pikiran yang memastikan manusia dan juga hewan dan juga AI (artificial intelligence). Jadi ilmu saya adalah interdisipliner,” ujar Stella pada Selasa (15/10).

Penelitian Stella Christie berfokus pada cara manusia belajar dan berpikir. Salah satunya adalah penelitian yang menjawab pertanyaan mendasar “Mengapa kita pintar?”. Karya tersebut dipublikasikan di jurnal ilmiah bergengsi seperti Current Biology, Cognitive Science, dan Scientific Reports.

Pada 2016, ia pernah dinominasikan untuk James McDonnell Understanding Human Cognition Award. Penghargaan tersebut tergolong prestisius dalam ilmu kognitif.

Kini, Stella Christie ditunjuk menjadi Wakil Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi mendampingi Satryo Soemantri Brodjonegoro periode 2024-2029.

Apa Komentarmu?

Tulis komentar

ARTIKEL TERKAIT

VIDEO TERKAIT

KOMENTAR

Latest Comment

Belum ada komentar

Jadilah yang pertama mengirimkan komentar untuk bertukar gagasan dengan pengguna lainnya

TERPOPULER

Advertisement
Advertisement