Profil Taruna Ikrar mulai dicari publik pasca pelantikan susunan baru Kabinet Indonesia Maju 2024. Pelantikan tersebut dilakukan oleh Presiden Joko Widodo pada Senin (19/8/2024) di Istana Negara, Jakarta. Berikut profil lengkap Taruna Ikrar, Kepala Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) yang baru.
Presiden Joko Widodo baru saja melantik sejumlah menteri, wakil menteri, dan kepala badan pada reshuffle kabinet 2024. Tujuan pelantikan ini yaitu untuk menyiapkan dan mendukung transisi pemerintahan agar berjalan dengan baik, lancar, dan efektif.
Salah satu yang dilantik yaitu Taruna Ikrar. Ia menggantikan posisi Rizka Andalusia sebagai Kepala Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM).
Pelantikan dilakukan berdasarkan Keputusan Presiden Republik Indonesia Nomor 115/PPA Tahun 2024 tentang Pengangkatan Pejabat Pimpinan Tinggi Utama di Lingkungan Badan Pengawas Obat dan Makanan.
“Bahwa saya dalam menjalankan tugas jabatan akan menjunjung tinggi etika jabatan, bekerja dengan sebaik-baiknya dengan penuh rasa tanggung jawab,” ujar Taruna saat meniru sumpah jabatan yang dipimpin oleh Presiden Joko Widodo pada Senin (19/8/2024).
Profil Taruna Ikrar
Taruna Ikrar adalah seorang dokter ahli bidang farmasi, jantung, dan saraf. Ia mengenyam pendidikan di Universitas Hasanuddin (Unhas) Makassar. Kemudian ia melanjutkan pendidikan bidang studi Farmakologi di Universitas Indonesia pada 1998-2003.
Setelah lulus, Taruna melanjutkan pendidikan bidang studi Kardiovaskuler di Niigata University of Pharmacy and Applied Life Sciences, Jepang pada 2004-2008.
Kemudian pada 2008, ia mengikuti studi anatomi dan neurobiologi di University of California, Irvine, Amerika Serikat.
Sepak terjangnya di dunia kedokteran cukup banyak. Ia menjadi salah satu pemegang paten metode pemetaan otak manusia sejak 2009.
Ia juga dikenal sebagai anggota tim peneliti untuk obat dan vaksin di ASGCT California, Amerika Serikat.
Ia pernah menjadi anggota Ikatan Ilmuwan Indonesia Internasional (I-4) dan menjabat sebagai Wakil Ketua Umum. Ia juga bergabung dan terlibat aktif dalam kepengurusan Ikatan Dokter Indonesia (IDI).
Taruna aktif menghasilkan karya tulis ilmiah yang berkaitan dengan kesehatan. Terbaru, Taruna sempat menulis penelitian berjudul “Terapi Sel Punca dan Tata Laksana COVID-19” pada 2023. Penelitian dilakukan bertujuan untuk mengetahui efektivitas terapi sel punca pada penatalaksanaan COVID-19.
Namun, Taruna Ikrar sempat tersandung kasus yang membuat gelar profesornya dicabut pada November 2023. Pencabutan tersebut dilakukan oleh Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Mendikbudristek) Nadiem Anwar Makarim.
Pencabutan gelar disebabkan adanya indikasi kecurangan (fraud) dalam proses meraih gelarnya. Kasus ini terjadi ketika Taruna berstatus sebagai guru besar di Universitas Malahayati, Bandar Lampung.
Pencabutan gelar tertuang dalam Keputusan Mendikbudristek RI Nomor 0728/E.E4/RHS/DT.04.01/2023 tentang Penyetaraan Jabatan Akademik Dosen yang ditetapkan pada 30 Agustus 2023.
Kini, Taruna Ikrar ditunjuk menjadi Kepala Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM). Ia menggantikan posisi Rizka Andalusia yang sebelumnya menjabat sebagai Pelaksana tugas (Plt) Kepala BPOM.
