Advertisement

Puasa Bulan Syaban: Hukum, Bacaan Niat dan Keutamaannya dalam Islam

31 January 2025 15:42 WIB

thumbnail-article

Freepik .

Penulis: Elok Nuri

Editor: Elok Nuri

Bulan Sya'ban merupakan bulan kedelapan dalam kalender Hijriyah yang bertepatan pada tanggal 31 Januari 2025, untuk meraih keutaamn dibulan mulia yang diapit antara bulan Rajab dan bulan Ramadhan. Dalam bulan juga dianjurkan melakukan amaliah-amaliah yang baik termasuk berpuasa.

Puasa Sya’ban adalah puasa yang dilakukan di bulan Sya’ban. Hukumnya sunnah berdasarkan hadits-hadits shahih dari Nabi Muhammad saw, yang di antaranya adalah dua hadits berikut:

  عَنْ عَائِشَةَ رَضِيَ اللهُ عَنْهَا قَالَتْ: كَانَ رَسُولُ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَصُومُ حَتَّى نَقُولَ: لَا يُفْطِرُ؛ وَيُفْطِرُ حَتَّى نَقُولَ: لَا يَصُومُ. وَمَا رَأَيْتُ رَسُولَ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ اسْتَكْمَلَ صِيَامَ شَهْرٍ قَطُّ إِلَّا رَمَضَانَ، وَمَا رَأَيْتُهُ فِي شَهْرٍ أَكْثَرَ مِنْهُ صِيَامًا فِي شَعْبَانَ. (مُتَّفَقٌ عَلَيْهِ، وَاللَّفْظُ لِمُسْلِمٍ)  

Artinya, “Diriwayatkan dari ‘Aisyah ra, ia berkata: ‘Rasulullah saw sering berpuasa sehingga kami katakan: ‘Beliau tidak berbuka’; beliau juga sering tidak berpuasa sehingga kami katakan: ‘Beliau tidak berpuasa’; aku tidak pernah melihat Rasulullah saw menyempurnakan puasa satu bulan penuh kecuali Ramadlan; dan aku tidak pernah melihat beliau dalam sebulan (selain Ramadhan) berpuasa yang lebih banyak daripada puasa beliau di bulan Sya’ban’.” (Muttafaqun ‘Alaih. Adapun redaksinya adalah riwayat Muslim).

عَنْ عَائِشَةَ رَضِيَ اللهُ عَنْهَا قَالَتْ: ... كَانَ يَصُومُ شَعْبَانَ كُلَّهُ، كَانَ يَصُومُ شَعْبَانَ إِلاَّ قَلِيلاً. (رواه مسلم)  

Artinya, “Diriwayat dari ‘Aisyah ra, ia berkata: ‘… Rasulullah saw sering berpuasa Sya’ban seluruhnya; beliau sering berpuasa Sya’ban kecuali sedikit saja’.” (HR Muslim).

Bacaan Niat Puasa Syaban

Sebelum melaksanakan puasa Syaban, umat Islam dianjurkan untuk melafalkan niat puasa. Bacaan niat yang tepat untuk puasa Syaban adalah:

  نَوَيْتُ صَوْمَ شَعْبَانَ لِلّٰهِ تَعَالَى 

Nawaitu shauma sya’bana lilahi ta’ala.   

Artinya: "Saya niat puasa Syaban karena Allah Ta'ala."

Waktu yang tepat untuk membaca niat puasa adalah pada malam sebelum puasa hingga siang hari sebelum masuk waktu dhuhur, dengan syarat belum melakukan hal-hal yang membatalkan puasa seperti makan atau minum.

Lafaz niat ini penting karena menunjukkan ketulusan hati seseorang dalam beribadah kepada Allah.

Jadwal Puasa Syaban 1446 H

Seperti yang disinggung sebelumnya tahun 2025, bulan Syaban dimulai pada 1 Syaban yang jatuh pada tanggal 31 Januari 2025. Umat Islam disunahkan untuk melaksanakan puasa sunnah dari tanggal 1 sampai dengan 15 Syaban. Berikut adalah rincian hari-hari penting untuk melaksanakan puasa sunnah di bulan Syaban 1446 H:

  • 1 Syaban: Jumat, 31 Januari 2025

  • 2 Syaban: Sabtu, 1 Februari 2025

  • 3 Syaban: Minggu, 2 Februari 2025

  • 4 Syaban: Senin, 3 Februari 2025

  • 5 Syaban: Selasa, 4 Februari 2025

  • 6 Syaban: Rabu, 5 Februari 2025

  • 7 Syaban: Kamis, 6 Februari 2025

  • 8 Syaban: Jumat, 7 Februari 2025

  • 9 Syaban: Sabtu, 8 Februari 2025

  • 10 Syaban: Minggu, 9 Februari 2025

  • 11 Syaban: Senin, 10 Februari 2025

  • 12 Syaban: Selasa, 11 Februari 2025

  • 13 Syaban: Rabu, 12 Februari 2025

  • 14 Syaban: Kamis, 13 Februari 2025

  • 15 Syaban: Jumat, 14 Februari 2025

Umat Islam sebaiknya mematuhi rencana puasa ini agar mendapatkan keutamaan yang ada pada bulan Syaban.

Keutamaan dan Manfaat Puasa Syaban

Puasa di bulan Syaban memiliki banyak keutamaan dan manfaat. Di antaranya adalah mendatangkan syafaat dari Rasulullah SAW pada hari kiamat, sebagaimana dijelaskan dalam salah satu hadits yang menyatakan bahwa puasa ini merupakan salah satu amalan yang dicintai beliau.

Syekh Nawawi al-Bantani berkata:  

  وَالثَّانِي عَشَرَ صَوْمُ شَعْبَانَ، لِحُبِّهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ صِيَامَهُ. فَمَنْ صَامَهُ نَالَ شَفَاعَتَهُ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَوْمَ الْقِيَامَةِ   

Artinya: Puasa sunnah yang keduabelas adalah Puasa Sya’ban, karena kecintaan Rasulullah saw terhadapnya. Karenanya, siapa saja yang memuasainya, maka ia akan mendapatkan syafaat belau di hari kiamat (Muhammad bin Umar Nawawi al-Jawi, Nihâyatuz Zain fi Irsyâdil Mubtadi-în, [Bairut, Dârul Fikr], h. 197).

Puasa di bulan ini juga memberikan kesempatan untuk kontraksi diri dan introspeksi sebelum memasuki bulan Ramadan. Sebagai bulan persiapan, puasa Syaban membantu umat Islam untuk meningkatkan ketahanan dan kesabaran dalam menjalani ibadah puasa yang akan datang.

Dari segi spiritual, berpuasa di bulan Syaban juga bertujuan untuk mempersiapkan hati agar lebih siap menghadapi bulan yang penuh berkah, yaitu Ramadan. Dengan berpuasa, umat Islam diharapkan dapat meningkatkan kualitas ibadah dan memperbanyak amalan baik sebagai persiapan dalam menjalani ibadah puasa yang lebih besar selama Ramadan.

 

Apa Komentarmu?

Tulis komentar

ARTIKEL TERKAIT

VIDEO TERKAIT

KOMENTAR

Latest Comment

Belum ada komentar

Jadilah yang pertama mengirimkan komentar untuk bertukar gagasan dengan pengguna lainnya

TERPOPULER

Advertisement
Advertisement