Bulan Syawal adalah bulan kedua dalam kalender Hijriah setelah bulan Ramadan. Bulan ini diawali dengan perayaan hari raya Idulfitri, yang dirayakan pada tanggal 1 Syawal.
Idulfitri merupakan momen yang sangat penting bagi umat Islam karena menandai selesainya ibadah puasa Ramadan yang dilakukan selama sebulan penuh.
Setelah merayakan Idulfitri, amal ibadah yang sangat dianjurkan adalah puasa Syawal. Puasa Syawal adalah puasa sunnah yang dilaksanakan selama enam hari pada bulan Syawal sebagai kelanjutan dari puasa Ramadan. Boleh dikerjakan berurutan, boleh juga tidak.
Keutamaan Puasa Syawal
Keutamaan puasa Syawal telah disebutkan dalam beberapa hadits Nabi Muhammad SAW. Bagi mereka yang mengerjakan, ada pahala besar yang dijanjikan oleh Allah SWT. Hal ini sebagaimana dijelaskan dalam hadist dari Abu Ayyub AR, Rasulullah SAW bersabda:
مَنْ صَامَ رَمَضَانَ ثُمَّ أَتْبَعَهُ سِرًّا مِنْ شَوَّالٍ كَانَ كَصِيَامِ الدَّهْرِ رَوَاهُ مُسْلِمٌ.
Artinya: "Barang siapa berpuasa bulan Ramadan kemudian melanjutkannya dengan puasa enam hari bulan Syawal, maka ia seperti puasa sepanjang tahun." (HR Muslim)
Batas Akhir Puasa Syawal 2026
Pada tahun 2026, ada perbedaan penetapan 1 Syawal antara pemerintah dan Muhammadiyah. Pemerintah menetapkan 1 Syawal 1447 H jatuh pada Sabtu, 21 Maret 2026. Berbeda dengan penetapan pemerintah, organisasi Muhammadiyah memperkirakan 1 Syawal 1447 H jatuh pada tanggal Jumat, 20 Maret 2026.
Menurut kalender Hijriah yang dikeluarkan oleh Kementerian Agama, bulan Syawal 1447 H diperkirakan akan berakhir pada Sabtu, 18 April 2026. Sedangkan menurut kalendder Hijriah Global Tunggal (KHGT) yang digunakan Muhammadiyah, Syawal akan berakhir pada Jumat, 17 April 2026.
Dengan demikian, batas akhir puasa Syawal 2026 adalah:
-
17 April 2026 (versi Muhammadiyah)
-
18 April 2026 (versi pemerintah)
Niat Puasa Syawal
Sebelum melaksanakan puasa Syawal, niat menjadi bagian penting dari ibadah. Niat dapat dibaca sebelum puasa dimulai, baik pada malam hari maupun di pagi hari, asalkan belum melakukan hal-hal yang dapat membatalkan puasa. Bacaan niat puasa Syawal adalah sebagai berikut:
-
Niat puasa Syawal yang dibaca sejak malam hari serta puasanya berurutan selama enam hari:
نَوَيْتُ صَوْمَ غَدٍ عَنْ أَدَاءِ سِتَّةٍ مِنْ شَوَّالٍ للهِ تعالى
Nawaitu shauma ghadin 'an adai sittatin min syawwal lillahi ta'ala
Artinya, "Saya niat puasa pada esok hari untuk menunaikan puasa sunah enam hari dari bulan Syawal karena Allah Ta'ala."
-
Niat puasa Syawal yang dilafalkan dari malam hari, tetapi puasanya tidak secara berurutan:
نَوَيْتُ صَوْمَ غَدٍ عَنْ أَدَاءِ سُنَّةِ الشَّوَّالِ لِلّٰهِ تَعَالَى
Nawaitu shauma ghadin 'an adâ'i sunnatis Syawwâli lillâhi ta'âlâ
Artinya, "Aku berniat puasa sunnah Syawal esok hari karena Allah ta'ala."
-
Niat puasa Syawal yang dibaca di siang hari:
نَوَيْتُ صَوْمَ هَذَا اليَوْمِ عَنْ أَدَاءِ سُنَّةِ الشَّوَّالِ لِلّٰهِ تَعَالَى
Nawaitu shauma hâdzal yaumi 'an adâ'i sunnatisy Syawwâli lillâhi ta'âlâ
Artinya, "Aku berniat puasa sunnah Syawal hari ini karena Allah ta'ala."
