Advertisement

Rahasia Nutrigenomik: Apakah Gen Memang Menentukan Obesitas?

11 February 2025 17:43 WIB

thumbnail-article

istockphoto .

Penulis: Rheinhard, S.Gz., Dietisien

Editor: Indra Dwi Sugiyanto

Artikel ini merupakan kerja sama antara Narasi dan Diet Partner. Seluruh informasi yang dimuat telah dikurasi oleh Rheinhard, S.Gz., Dietisien (Nutritionist).

------------------------------------------------------------------

Mengapa Obesitas di Indonesia Kian Meningkat?

Obesitas bukan lagi sekadar masalah estetika, tetapi telah menjadi krisis kesehatan global—termasuk di Indonesia. 

Data terbaru menunjukkan bahwa 23,4% orang dewasa di Indonesia mengalami obesitas, dan angka ini terus meningkat terutama pada kelompok usia produktif. Pada remaja usia 13-18 tahun, prevalensinya mencapai 14,8%, sebuah tren yang mengkhawatirkan.

Namun, mengapa angka obesitas terus melonjak? Banyak yang menyalahkan pola makan tinggi gula dan lemak, serta gaya hidup sedentari. Tapi ada satu faktor yang sering terabaikan: genetik dan nutrigenomik. Apakah benar obesitas bisa diwariskan melalui DNA?

Genetik vs. Gaya Hidup: Siapa yang Lebih Bertanggung Jawab?

Banyak orang berpikir bahwa kegemukan hanya akibat kebiasaan makan yang buruk. Namun, sains menunjukkan bahwa faktor genetik juga memainkan peran besar dalam menentukan berat badan seseorang.

Salah satu gen yang paling sering dikaitkan dengan obesitas adalah gen FTO (Fat Mass and Obesity-Associated Gene). 

Studi menunjukkan bahwa seseorang dengan varian gen FTO tertentu memiliki kemungkinan lebih besar mengalami kenaikan berat badan karena gen ini memengaruhi nafsu makan dan metabolisme energi. Bahkan, setiap alel minor tambahan dari varian FTO bisa meningkatkan risiko obesitas sebesar 20-30%.

Selain itu, faktor keturunan juga memainkan peran penting. Jika salah satu orang tua mengalami obesitas, maka risiko anak untuk mengalami obesitas meningkat hingga 40-50%. Jika kedua orang tua obesitas, peluangnya melonjak menjadi 70-80%!

Namun, bukan berarti mereka yang memiliki gen "gemuk" pasti akan mengalami obesitas. Lingkungan dan gaya hidup tetap menjadi faktor utama dalam mengaktifkan atau menekan ekspresi gen tertentu.

Nutrigenomik: Bisakah Makanan Mengubah DNA Kita?

Di sinilah nutrigenomik berperan. Nutrigenomik adalah ilmu yang mempelajari bagaimana makanan mempengaruhi ekspresi gen kita.

Studi nutrigenomik menemukan bahwa jenis makanan yang kita konsumsi bisa "menyalakan" atau "mematikan" gen tertentu yang berkaitan dengan obesitas. Misalnya:

  • “Mematikan”, ketika: Diet tinggi protein dan serat bisa membantu mengatur ekspresi gen FTO, mengurangi rasa lapar, dan meningkatkan metabolisme.

  • “Menyalakan”, ketika: Konsumsi gula dan lemak jenuh yang berlebihan dapat mengaktifkan jalur inflamasi yang mempercepat penumpukan lemak tubuh.

Dengan kata lain, meskipun Kamu memiliki gen yang meningkatkan risiko obesitas, Kamu masih bisa mengontrolnya dengan pola makan yang tepat!

Strategi Mengatasi Obesitas dengan Nutrigenomik

Bagi Kamu yang ingin mengendalikan berat badan dengan lebih efektif, berikut beberapa strategi berbasis nutrigenomik yang dapat diterapkan:

1. Kenali Pola Makan Sesuai Genetik Kamu

Beberapa orang lebih sensitif terhadap karbohidrat, sementara yang lain lebih mudah menyimpan lemak dari makanan berlemak. Melakukan tes nutrigenomik bisa membantu Kamu memahami jenis makanan yang paling cocok untuk tubuh Kamu.

2. Optimalkan Pola Makan Sehari-hari

Pilih makanan yang dapat mengaktifkan gen pembakar lemak dan menekan gen yang menyebabkan kenaikan berat badan. Konsumsi:

  • Sayuran hijau, kacang-kacangan, dan protein berkualitas tinggi
  • Makanan kaya omega-3 (salmon, chia seed) untuk mengurangi inflamasi
  • Karbohidrat kompleks (quinoa, oat) dibandingkan dengan karbohidrat sederhana

3. Perhatikan Ritme Sirkadian dan Waktu Makan

Penelitian menunjukkan bahwa waktu makan juga memengaruhi ekspresi gen yang berhubungan dengan metabolisme. Pola intermittent fasting (puasa berkala) misalnya, dapat membantu meningkatkan sensitivitas insulin dan mengatur ekspresi gen metabolisme lemak.

4. Aktivitas Fisik yang Tepat

Latihan fisik juga bisa "mengubah" gen kita. Latihan ketahanan seperti angkat beban dapat meningkatkan ekspresi gen yang terlibat dalam pembakaran lemak, sementara latihan kardio membantu meningkatkan metabolisme secara keseluruhan.

Kamu Bukan "Terkutuk" oleh Gen Kamu!

Obesitas bukan hanya soal genetik atau pola makan semata—melainkan interaksi kompleks antara keduanya. Memahami nutrigenomik memberi kita kekuatan untuk "mengontrol" gen kita melalui pola makan dan gaya hidup sehat.

Jadi, jika Kamu pernah berpikir bahwa Kamu "terlahir gemuk" dan tidak bisa mengubahnya, ingatlah: Gen Kamu bukan takdir Kamu. Kamu tetap bisa mengambil kendali atas kesehatan dan berat badan Kamu!

 

 

Apa Komentarmu?

Tulis komentar

ARTIKEL TERKAIT

VIDEO TERKAIT

KOMENTAR

Latest Comment

Belum ada komentar

Jadilah yang pertama mengirimkan komentar untuk bertukar gagasan dengan pengguna lainnya

TERPOPULER

Advertisement
Advertisement