Advertisement

Randy Si Bayi Orang Utan Diselamatkan Dari Tambang Emas Ilegal Di Ketapang

26 November 2025 15:46 WIB

thumbnail-article

Bayi orangutan yang diselamatkan dari tambah ilegal di Kalbar Sumber: antaranews.com.

Penulis: Ely Alwiyah

Editor: Ely Alwiyah

Seekor bayi orangutan, ditemukan di area Pertambangan Emas Tanpa Izin (PETI) Sayan yang terletak di Desa Riam Dadap, Kecamatan Hulu Sungai, Kabupaten Ketapang, Kalimantan Barat. Menurut Ketua Umum yayasan Inisiasi Alam Rehabilitasi (YIARI), Silverius Oscar Unggul, menjelaskan orangutan ini dipelihara di tempat yang tidak layak oleh seorang penambang lokal bernama Hendro.

Bayi orangutan tersebut diberi nama Randy dan diperkirakan berusia 2 tahun. Ketika ditemukan, bayi orangutan tersebut dalam kondisi yang mengkhawatirkan, dipelihara di dalam kandang sempit berukuran 120 x 50 x 50 cm. Makanannya terbatas pada pisang, umbut, roti, dan air putih.

Unggul menjelaskan pada Rabu (26/11/2025) bahwa Hendro mengaku menemukan bayi orangutan itu sendirian di kawasan hutan dekat lokasi pertambangan.

Awalnya, Hendro berniat menjualnya, namun setelah diberi tahu oleh warga mengenai ancaman hukum dan kewajiban menyerahkan satwa yang dilindungi, Hendro akhirnya memutuskan untuk melapor ke Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Kalimantan Barat.

Proses Evakuasi

Ketika mendapatkan laporan mengenai keberadaan bayi orangutan, BKSDA Kalimantan Barat bekerjasama dengan Yayasan Inisiasi Alam Rehabilitasi Indonesia (YIARI) untuk segera mengevakuasi bayi orangutan tersebut. BKSDA Kalimantan Barat bekerja sama dengan YIARI bergerak cepat mengevakuasi orangutan tersebut. Lokasi temuan berada di kawasan PETI, area yang sering memicu konflik satwa karena kondisi habitat yang rusak.

Tindakan segera ini dilakukan untuk melindungi keselamatan satwa, terutama karena bayi orangutan sangat mudah mengalami stres, kekurangan gizi, serta terpapar penyakit saat berada di lingkungan yang tidak layak.

Perawatan dan Rehabilitasi

Setelah berhasil dievakuasi dari kawasan PETI, Randy dibawa ke pusat rehabilitasi YIARI di Desa Sungai Awan Kiri untuk mendapatkan pemeriksaan kesehatan awal. Meskipun dalam kondisi yang relatif stabil, Randy memiliki bekas cedera di paha kirinya yang menunjukkan bahwa dia pernah mengalami kecelakaan sebelum dipelihara.

Dokter hewan YIARI, drh. Ishma, menemukan bahwa kondisi umum Randy cukup stabil, tetapi ada catatan penting yang perlu diperhatikan, ia menjelaskan bahwa bekas patah tulang di paha kiri Randy kemungkinan sudah terjadi lebih dari empat minggu.

"Secara keseluruhan Randy dalam kondisi cukup baik, tetapi kami menemukan bekas patah tulang di bagian paha kiri yang sudah mulai menyatu, kemungkinan cedera ini sudah terjadi lebih dari empat minggu. Ini menunjukkan bahwa sebelum dipelihara, ia kemungkinan mengalami kejadian traumatis yang cukup serius," jelas drh. Ishma.

Randy akan menjalani masa karantina selama delapan minggu, yang bertujuan untuk memantau kesehatannya secara menyeluruh dan memastikan bahwa dia tidak membawa penyakit menular.

Apa Komentarmu?

Tulis komentar

ARTIKEL TERKAIT

VIDEO TERKAIT

KOMENTAR

Latest Comment

Belum ada komentar

Jadilah yang pertama mengirimkan komentar untuk bertukar gagasan dengan pengguna lainnya

TERPOPULER

Advertisement
Advertisement