Nama Denny Siregar mungkin sudah tidak asing lagi bagi kalangan netizen Indonesia, Namanya kerap diperbincangkan lantaran sering membuat pernyataan kontroversi.
Salah satu kontroversi yang pernah menimpanya, adalah ketika penggiat media sosial ini pernah dilaporkan Bareskrim Polri karena dianggap menghina dan menyebarkan ujaran kebencian kepada rakyat Aceh pada tahun 2019 lalu.
Saat itu Denny dilaporkan terkait pernyataannya yang menyinggung pelegalan poligami dalam rencana penyusunan qanun (peraturan daerah) tentang hukum keluarga.
Rekam jejak Denny Siregar
Berikut rekam jejak Denny Siregar yang selalu dekat dengan kontroversi:
1. Tolak Jabatan Komisaris BUMN
Denny Siregar juga sempat menjadi perbincangan publik saat ia menolak jabatan komisaris BUMN yang ditawarkan Erick Thohir.
Alasannya menolak cukup sepele, yakni perkara sandal jepit. Bagi Denny jabatan komisaris BUMN adalah jabatan yang membuat dirinya diharuskan ngantor dengan seragam perlente.
Denny mengaku bahwa dirinya lebih suka memakai sandal jepit saja karena lebih santai.
2. Produser film Sayap-Sayap Patah dan Kupu-Kupu Kertas
Dibalik kontroversinya, Denny Siregar pernah menjadi produser film Sayap-Sayap Patah (2022) yang dibintangi Nicholas Saputra dan Ariel Tatum.
Film tersebut diangkat dari peristiwa Mako Brimob 2018 ketika sejumlah narapidana di markas polisi tersebut melakukan pemberontakan.
Selain film Sayap-Sayap Patah, Denny menjadi produser Kupu-Kupu Kertas (2024). Film ini mengangkat kisah yang didasarkan pada pemahaman Denny Siregar terhadap peristiwa 1965.
Akan tetapi, baru tiga hari film tersebut tayang di bioskop, Kupu-Kupu Kertas tiba-tiba ditarik peredarannya.
Meskipun belum ada keterangan resmi tentang penarikan film tersebut, namun film tersebut ditarik tak lama setelah Denny Siregar diduga terlibat kasus gratifikasi yang dilakukan oleh Telkomsel.
3. Profil Denny Siregar
Memiliki nama lengkap Denny Zulfikar Siregar. Lahir di Medan pada 3 Oktober 1973. Nama marga Siregar diperolehnya dari sang ayah yang bernama Nawir Siregar.
Meskipun lahir di tanah Sumatera, Denny Siregar kerap kali berpindah-pindah tempat mengikuti orang tuanya.
Masa kecilnya ia habiskan di Bandung, lalu masa remajanya ia habiskan di Jakarta, kemudian pindah ke Surabaya sampai lulus kuliah di sana.
Denny juga pernah menetap di Bali dan bekerja di perusahaan multinasional. Ia juga disebut sempat meraih penghargaan The Best National Sales saat bekerja di sana.
Awal karirnya ia mulai saat bekerja di Radio Suara Surabaya sejak masih menjadi mahasiswa dan menimba ilmu jurnalistik di sana.
Denny juga aktif sebagai penulis lewat beberapa judul buku seperti Tuhan dalam Secangkir Kopi, Ngopi Bareng Denny Siregar, Bukan Manusia Angka, Semua Melawan Ahok, juga Jokowi: The Art of War.
Denny juga dikenal sebagai pemilik dan pengelola YouTube COKRO TV. Kanal YouTube tersebut didominasi dengan pembahasan atas pandangannya tentang berbagai isu, termasuk politik dan agama.
