Susu nabati atau plant-based milk belakangan semakin populer, tak hanya di kalangan vegetarian melainkan juga di kalangan yang lebih luas.
Sebagai alternatif pengganti susu sapi, susu nabati memiliki banyak manfaat, salah satunya adalah sebagai sumber nutrisi dan vitamin yang sangat baik.
Banyak susu nabati, seperti susu almond dan susu kedelai, kaya akan vitamin E, omega-3, serta protein. Dengan mengonsumsi susu nabati, Anda dapat memastikan asupan nutrisi yang seimbang.
Selain itu, penggunaan susu nabati berkontribusi pada pengurangan dampak lingkungan. Produksi susu nabati menghasilkan emisi karbon yang lebih rendah dibandingkan dengan susu sapi. Ini menjadikan susu nabati alternatif yang lebih ramah lingkungan dan sustainable.
Tidak kalah pentingnya, susu nabati juga merupakan alternatif yang ideal bagi mereka yang memiliki intoleransi laktosa. Dengan beralih ke susu nabati, mereka dapat menikmati berbagai produk susu tanpa mengalami ketidaknyamanan pencernaan.
Proses pembuatan susu nabati
Proses pembuatan susu nabati dimulai dengan pemilihan bahan yang tepat. Bahannya bisa berupa kacang-kacangan, biji-bijian, atau sereal. Beberapa pilihan umum termasuk almond, kacang kedelai, havermut, dan kacang hijau. Memastikan bahan yang digunakan berkualitas baik sangat penting untuk menghasilkan susu yang lezat dan bergizi.
Setelah meilih bahan baku, langkah selanjutnya adalah merendamnya. Bahan tertentu seperti kacang almond sebaiknya direndam semalaman untuk memudahkan proses pencampuran. Setelah merendam, bahan tersebut dicampurkan dengan air dalam blender. Kadar air yang digunakan dapat disesuaikan sesuai dengan kekentalan susu yang diinginkan.
Setelah proses pencampuran, langkah selanjutnya adalah penyaringan. Pulp yang dihasilkan dari proses ini bisa disaring menggunakan kain lembut, saringan halus, atau alat khusus. Penyaringan yang baik akan menghasilkan susu nabati yang halus dan creamy, yang siap untuk dinikmati.
Resep susu nabati populer
1. Susu almond
Untuk membuat susu almond, persiapkan 1 cangkir almond yang telah direndam semalaman dan 4 cangkir air. Campurkan almond dan air dalam blender dan haluskan selama sekitar 1-2 menit. Setelah itu, saring menggunakan kain atau saringan halus. Susu almond ini sangat cocok untuk dicampur dalam kopi atau digunakan dalam resep kue.
2. Susu oat
Susu oat adalah salah satu susu nabati yang mudah dibuat. Cukup dengan 1 cangkir oat yang dicampur dengan 3 cangkir air. Blender hingga halus, kemudian saring. Susu oat ini memiliki rasa yang lembut dan dapat digunakan dalam smoothie, kopi, atau sereal.
3. Susu kedelai
Untuk membuat susu kedelai, mulai dengan merendam 1 cangkir kedelai dalam air selama 8 jam. Setelah itu, tiriskan dan bilas. Blender kedelai dengan 3 cangkir air hingga halus. Saring susu kedelai dan masak dengan api sedang selama 15-20 menit. Susu kedelai ini kaya akan protein dan sangat bergizi.
Cara mengolah sisa pulp susu nabati
Pulp yang tersisa setelah membuat susu nabati seharusnya tidak dibuang. Pulp tersebut dapat digunakan dalam berbagai resep, seperti membuat muffin, cookies, atau bahkan campuran pancake. Dengan cara ini, Anda tidak hanya meminimalisir limbah tetapi juga menambahkan nilai gizi pada makanan.
Selain digunakan dalam resep makanan, pulp bisa dimanfaatkan untuk membuat granola atau campuran salad. Untuk yang lebih kreatif, pulp bisa diolah menjadi energy ball dengan menambahkan bahan-bahan seperti madu dan cokelat bubuk. Ini adalah cara unik untuk menikmati sisa pulp.
Jika tidak ada waktu untuk mengolah sisa pulp, Anda bisa menyimpannya dalam wadah kedap udara dan memasukkannya ke dalam freezer. Pulp ini bisa disimpan selama beberapa minggu. Ketika siap untuk digunakan, cukup keluarkan dari freezer dan gunakan dalam aneka resep.
Dengan semua manfaat dan kemudahan dalam pembuatannya, susu nabati menjadi alternatif yang tidak hanya sehat, tetapi juga ramah lingkungan.
