Respons Anies soal Rekomendasi Lima Cawapres dari Ratusan Kiai di Jawa Timur

11 Agustus 2023 16:08 WIB

Narasi TV

Bakal calon presiden dari Koalisi Perubahan untuk Persatuan (KPP) Anies Baswedan usai acara peluncuran buku "Tetralogi Transformasi AHY" di Djakarta Theater di Jakarta Pusat, Kamis (10/8/2023). ANTARA/Narda Margaretha SinambelaBakal calon presiden dari Koalisi Perubahan untuk Persatuan (KPP) Anies Baswedan usai acara peluncuran buku "Tetralogi Transformasi AHY" di Djakarta Theater di Jakarta Pusat, Kamis (10/8/2023). ANTARA/Narda Margaretha Sinambela

Penulis: Dzikri N. Hakim

Editor: Akbar Wijaya

Bakal calon presiden (bacapres) Koalisi Perubahan untuk Persatuan (KPP) Anies R. Baswedan merespons rekomendasi lima nama cawapres dari ratusan kiai dan ulama di Surabaya, Jawa Timur. Ia  menyampaikan rasa terima kasih lantaran para ulama ikut memikirkan sosok yang dianggap bisa ikut berjuang bersama.

“Bagi kami, bukan hanya sekedar soal namanya. Tapi kenyataan bahwa para kiai dan ulama secara serius memikirkan ini,” kata Anies di Djakarta Theater, Kamis (10/8/2023).

Selain itu, Anies juga menyebut para ulama turut memberinya restu serta bekal untuk perjalanannya di kancah Pemilihan Presiden (Pilpres) 2024 nanti.

“Membekali kami dengan do’a, membekali kami dengan arahan. Bahkan, membekali kami dengan pilihan,” katanya lagi.

Anies juga menekankan bahwa dirinya akan mengumumkan siapa bacawapres yang dipilihnya begitu waktunya tiba. Meski begitu, ia tidak menyebut kapan waktu pengumuman itu dilakukan.

“Jadi kami terima kasih sudah mendapat masukan itu. Nanti pada saatnya diumumkan,” ucapnya.

Sebelumnya, sekitar 200-an kiai dan ulama di Jawa Timur mengusulkan lima nama bakal cawapres kepada Anies Baswedan menjelang Pilpres 2024. Rekomendasi itu merupakan hasil dari musyawarah yang telah disepakati oleh para kisi dalam acara Tirakat untuk Keselamatan Umat dan Bangsa.

Dalam diskusi yang dipimpin oleh K.H. Nasirul Mahasin Nursalim (Gus Mahasin) itu, mereka memutuskan untuk merekomendasikan lima nama warga dan kader Nahdliyin untuk dijadikan calon wakil presiden yang akan mendampingi calon presiden Anies Baswedan, yakni Yenny Wahid, Muhaimin Iskandar, Khofifah Indar Parawansa, Agus Harimurti Yudhoyono dan Mahfud MD.

Menurut Gus Muhasin, siapapun nama yang dipilih nantinya, peserta musyawarah tentu mengembalikan keputusan kepada Anies itu sendiri.

"Setelah kami tabayyun dan melihat secara langsung haliyah Pak Anies, kami yakin bahwa Pak Anies ini memang seorang dengan amaliyah ahlusunnah waljamaah atau aswaja. Anies itu minna," kata Gus Mahasin dalam keterangan tertulisnya saat musyawarah dalam agenda Tirakat untuk Keselamatan Umat dan Bangsa di Pondok Pesantren Islam At-Tauhid Sidoresmo, Surabaya, Kamis (10/8/2023).

Pernyataan dari Gus Mahasin yang merupakan kakak kandung K.H. Ahmad Bahauddin Nursalim (Gus Baha) itu juga merupakan salah satu dari empat butir yang dihasilkan dari musyawarah dalam agenda Tirakat untuk Keselamatan Umat dan Bangsa.

Empat butir hasil musyawarah para kyai itu tercantum dalam Risalah Sidoresmo yang diserahkan secara langsung kepada Anies Baswedan oleh K.H, Mas Mansur Tholhah.

Lebih lanjut, Gus Mahasin juga berharap Anies yang memiliki darah sebagai Nahdliyin ditambah dengan cawapres dari Nahdliyin bisa membawa keberpihakan yang konkret terhadap dunia santri dan pesantren.

"Dari semua calon, hanya Pak Anies Baswedan yang memiliki bukti nyata dalam dunia pendidikan. Jadi, kami para kiai ini lebih mempercayai Pak Anies untuk kami titipi santri-santri kami dan pesantren agar mereka menjadi lebih cerdas dan sejahtera," ucap kaka Gus Baha ini.

NARASI ACADEMY

TERPOPULER

KOMENTAR