Advertisement

Respons Prabowo Diolok-olok karena Kalah Terus di Pilpres: Banyak Rakyat Lebih Menderita dari Saya

03 July 2023 11:43 WIB

thumbnail-article

Wawancara eksklusif Prabowo Subianto oleh Najwa Shihab di program Mata Najwa/ Narasi .

Penulis: Dzikri N. Hakim

Editor: Akbar Wijaya

Ketua Umum Partai Gerindra sudah berkali-kali kalah di pemilihan presiden.

Kekalahan pertama Prabowo terjadi saat ia menjadi calon wakil presiden untuk Megawati Soekarnoputri di Pilpres 2009.

Kekalahan keduanya terjadi pada Pilpres 2014 saat ia menjadi calon presiden (capres) melawan Joko Widodo (Jokowi).

Kekalahan melawan Jokowi kembali dialami Prabowo saat ia mengikuti Pilpres 2019.

Kekalahan beruntun tersebut membuat Prabowo kerap diolok-olok sejumlah lawan politiknya lantaran kembali ingin maju sebagai capres 2024.

Bagaimana tanggapan Prabowo atas olok-olok yang menyasar dirinya?

Dalam wawancara khusus dengan Najwa Shihab untuk program Mata Najwa Prabowo menjelaskan alasannya kembali maju di Pilpres 2024 mendatang meski diolok-olok selalu kalah.

“Jadi orang yang seperti itu tidak paham artinya seorang pendekar, tidak paham seorang pejuang,” kata Prabowo dikutip dari Youtube Najwa Shihab.

Prabowo lantas memberikan contoh bagaimana perjuangan sejumlah pahlawan seperti Jenderal Sudirman, Yos Sudarso, dan I Gusti Ngurah Rai yang terus berjuang melawan penjajahan Belanda sampai titik darah penghabisan.

“Pernah Anda berpikir, pernahkah Anda bayangkan, ya, Jenderal Sudirman di Rumah Sakit, paru-paru satu, waktu diserang oleh Belanda [ia] diperintahkan oleh Presiden, ‘kamu istirahat kalau kamu sakit’. [Tapi] dia berdiri, dengan paru-paru satu, dia naik gunung, dia bergerilya, dan dia tahu kemungkinan dia mati. Anda bertanya kenapa? Anda bertanya gak kenapa Pak Dirman begitu?” kisah Prabowo.

Mendengar itu, Najwa Shihab lantas bertanya mengenai moral cerita yang disampaikan Prabowo.

“Apakah itu berarti Pak Prabowo akan terus mencoba pilpres, mencoba terus sampai berhasil menjadi Presiden?” tanya Najwa.

“Selama saya punya kekuatan, saya selalu akan menyediakan diri. Saya akan mempersembahkan diri kepada bangsa dan rakyat saya. Silakan. Kalau Anda perlu saya, saya siap, tapi kalau Anda tidak perlu saya, tidak ada masalah, saya bisa melaksanakan tugas lain,” jawab Prabowo.

Kebal Olok-olok

Prabowo mengaku tidak merasa terganggu dengan olok-olokan yang bertendensi menilai dirinya terlalu ambisius karena terus mengikuti pilpres.

“Apa ya? pengalaman saya diolok-olok itu tidak sakit,” jawab Prabowo.

Ia menyebut masih ada hal yang lebih penting di dunia ini, ketimbang sekadar tersinggung karena olok-olok. Menurutnya, rakyat Indonesia telah menanggung derita lebih banyak daripada dirinya. 

Ketimbang menanggapi Prabowo mengaku lebih baik berfokus untuk berbuat baik dan membiarkan olok-olokan yang tertuju pada dirinya itu berlalu.

“Saya bener-bener, ya Istilahnya siapa sih yang suka diolok? tapi sudahlah, ada hal-hal lebih penting di dunia ini, di hidup ini, rakyat kita banyak menderita lebih daripada sekadar saya disakiti,” ucapnya.

“Jadi, saya berpikir, saya ingin di sisa hidup saya, saya ingin berbuat yang terbaik, ya jadi, orang mau hina, mau olok-olok, saya tidak mau jawab, saya tidak mau layani, dan saya tidak mau balas, biar saja,” tegasnya.

Simak wawancara lengkap Prabowo Subianto dengan Najwa Shihab di bawah ini.

 

Apa Komentarmu?

Tulis komentar

ARTIKEL TERKAIT

VIDEO TERKAIT

KOMENTAR

Latest Comment

Belum ada komentar

Jadilah yang pertama mengirimkan komentar untuk bertukar gagasan dengan pengguna lainnya

TERPOPULER

Advertisement
Advertisement