Sekaleng Sup Tomat di Atas Lukisan Van Gogh, Bagaimana Memahami Aktivisme Radikal Pegiat Lingkungan?

26 Oktober 2022 07:27

Narasi TV

Phoebe Plummer dan Anna Holland/ Just Stop Oil

Penulis: Rahma Arifa

Editor: Akbar Wijaya

“Apa yang lebih berharga? Seni atau nyawa? Apakah seni lebih berharga dari makanan? Lebih berharga dari keadilan? Apa anda lebih peduli terhadap perlindungan sebuah lukisan atau perlindungan planet ini dan manusia?"

Rentetan pertanyaan retoris itu dilontarkan Phoebe Plummer usai ia dan rekannya Anna Holland menumpahkan sekaleng sup tomat ke salah satu lukisan legendaris dan termahal di dunia "Sunflowers" karya Van Gogh di Galeri Nasional London, Kamis (13/10/2022) lalu.

Phobe dan Anna merupakan aktivis Just Stop Oil yang gelisah dengan isu perubahan iklim dan krisis pangan dunia akibat kenaikan harga energi fosil.

"Harga yang melonjak karena krisis kehidupan adalah bagian dari krisis bahan bakar minyak! Harga bakar tidak terjangkau oleh keluarga yang kedinginan dan kelaparan! Mereka bahkan tidak mampu memanaskan sekaleng sup!” teriak Phoebe.

Phobe dan Anna menyadari tindakan mereka akan dianggap sebagian orang sebagai kekonyolan. Namun di situlah tujuannya. Bukankah kekonyolan lebih mudah mendapat sorotan media dan diperbincangkan publik?

"Kami melakukan ini agar mendapatkan perhatian media, agar orang-orang membicarakan hal ini sekarang," kata Phoebe.

Sembilan hari setelah aksi ‘Sup dan Sunflower’ Phoebe dan Anna,  kelompok aktivis Jerman, Lezte Generation, melemparkan kentang tumbuk ke lukisan Claude Monet di Museum Bar, Potsdam (22/10/22).

Aktivisme lingkungan memang sering menggunakan demonstrasi distruptif. Misalnya, organisasi lingkungan seperti Extinction Rebellion menutup paksa jalan raya, menggangu pertunjukkan London Fashion Week 2019 dan Paris Fashion Week 2021, dan demonstrasi telanjang di depan Gedung Parlemen Inggris, House of Commons (9/03/2019).

Performatif atau Efektif?

Demonstrasi tanpa kekerasan (non-violent demonstration) telah menjadi salah satu ciri khas aktivisme radikal pegiat lingkungan. Namun aksi ini bukan tanpa kritik.

Bagi sebagian kalangan aksi yang dilakukan Phoebe dan Anna bukan saja tak relevan dengan isu yang mereka usung namun bahkan bersifat kontradiktif.

Aksi membuang makanan misalnya, justru kontraproduktif dengan kekhawatiran mereka terhadap isu ketahanan pangan dan emisi karbon. 

Aksi demonstratif yang menyasar sendi-sendi kehidupan masyarakat alih-alih jantung pengambil kebijakan seperti pemerintah dan perusahaan, dinilai hanya akan membuat masyarakat kehilangan empati terhadap substansi dan pesan gerakan yang dibawa.

Jika gerakan distruptif tersebut hanya akan melahirkan keresahan masyarakat maka yang yang dihasilkan adalah aksi performatif, bukan perubahan substantif.

Namun, Wen Stephenson dalam bukunya What We’re Fighting For Now Is Each Other menyatakan radikalisme khususnya dalam isu iklim bukan hanya diperbolehkan, namun diharuskan demi kelangsungan hidup manusia.

Mencari perhatian masyarakat, media dan pemerintah adalah tujuan utama dari aksi-aksi tersebut. Gangguan yang diciptakan diharapkan menjadi pemantik ruang diskusi tentang isu lingkungan, sekalipun awalnya memicu cemohan.

Harapannya, komentar dan keresahan masyarakat dapat terdengar luas sampai ke telinga para elit pemerintahan dan perusahaan.

Selain itu, tujuan aksi dalam menciptakan chaos menjadi gambaran urgensi yang seharusnya tergambar pada kebijakan dan respons publik terhadap krisis iklim yang terjadi.

Walaupun lukisan Van Gogh dan Monet terlindungi oleh kaca, efek kejut dan ketakutan masyarakat akan kerusakan adalah hasil yang ditujukan oleh gerakan-gerakan ini. 

“Kami tidak akan pernah berfikir untuk melakukan aksi ini tanpa tahu bahwa lukisan (Van Gogh) tidak dilindungi kaca… Saya mengerti bagaimana aksi ini terlihat konyol. Tahun lalu Sir David Kings berkata bahwa apa yang kami lakukan dalam 3-4 tahun kedepan akan menentukan masa depan kemanusiaan. Jadi kita menggunakan aksi ini untuk mendapatkan perhatian media karena kita butuh membuat orang membicarakan hal ini sekarang juga,“ jelas Pheobe dalam klarifikasinya usai menjalani sidang pengadilan.

ARTIKEL TERKAIT

TEKS

Jejak Teror Agus Sujatno Pelaku Bom Bunuh Diri Polsek Astanaanyar Bandung

TEKS

Mentan Sebut Impor Beras Saat Stok Aman Bukan Persoalan

TEKS

Polisi Selidiki Motor Biru Berstiker ISIS dengan Tulisan KUHP Hukum Syirik di Polsek Astananyar Bandung

TEKS

Fakta-Fakta Seputar Bom Bunuh Diri di Polsek Astanaanyar Kota Bandung

TEKS

Baru Pamer Penghargaan Swasembada, Kok Pemerintah Malah Impor Ratusan Ribu Ton Beras?

TEKS

Dari Kompor, Penanak Nasi, Sampai Motor, Mengapa Pemerintah Doyan Subsidi Barang-Barang Listrik?

VIDEO TERKAIT

02:51

Sosok Calon Panglima TNI Yudo Margono yang Bakal Gantikan Andika Perkasa

02:42

Mahfud MD: Batal SP3, Proses Hukum Kasus Pemerkosaan Pegawai Kemenkop UKM Dilanjutkan

04:39

Jokowi Cemas Indonesia akan Kena Krisis Energi dan Lahirlah Aturan Ini

04:07

Donald Trump Nyapres Lagi, Gimana Peluangnya?

01:42

140 Lebih Anak Diduga Tewas karena Keracunan Obat, Pakar: Gimana Pengawasan BPOM?

01:20

Laporan Polisi Bocor, Ratu Kripto Buronan FBI Kabur Bawa Rp60 Triliun

02:33

PRT Cianjur Disiksa, Disiram Air Cabai & Ditelanjangi Majikan. Pelaku Diduga ASN

01:32

Korea Selatan dalam Masa Berkabung Imbas 151 Orang Tewas dalam Insiden Halloween

03:49

Kenapa Riuh Rendah Tahun Politik Tiba Lebih Awal?

05:32

Gagal Ginjal Akut Anak, "Asha, Kalau Asha Mau sama Mama, Asha Sehat"

NARASI ACADEMY

Content Production
Bikin Video Estetik Tanpa Modal Untuk Investasimu

Sumber penghasilan dari seorang content creator cukup menjanjikan lho, asal kamu harus konsisten untuk menciptakan konten kreatif yang berkualitas. Yuk investasi untuk jadi content creator profesional tanpa modal! Pelajari proses produksi konten secara menyeluruh, memberikan mood hingga menciptakan konten video agar terlihat lebih estetik.

Kelas Online
Content Production
Jadi Content Creator Nggak Pakai Repot

Belakangan ini, content creator menjadi salah satu profesi yang mengasyikan dan menjanjikan! Tapi, kamu harus punya mental yang kuat, memahami esensi, dan bersikap visioner dalam membuat konten. Pada kelas kali ini, Narasi Academy akan akan membantumu agar memiliki kemampuan tersebut, dengan dibimbing oleh narasumber profesional!

Kelas Online
Journalism
Cara Asyik Belajar Jurnalistik

Aksesibilitas informasi membuat semua orang berlomba-lomba menjadi seorang Jurnalis instan! Tapi, gimana ya caranya biar tetap kredibel, bertanggung jawab dan cekatan? Pelajari ilmu jurnalistik dengan cara yang asyik langsung dari pakarnya dengan mempelajari proses pembuatan berita mulai dari wawancara, pengolahan data hingga penyiaran!

Kelas Online
Journalism
Jurnalisme Investigasi Ala Narasi: Sajikan Fakta & Data

Saatnya ambil peran dengan menjadi pelopor berita investigatif dengan menyajikan informasi yang kredibel, informatif dan mendalam! Pelajari treatment khusus dalam mengemas serta melakukan kurasi berita dengan menyajikan fakta serta data dengan metode storytelling. Daftarkan dirimu di kelas “Jurnalisme Investigasi Ala Narasi: Sajikan Fakta & Data”.

Kelas Online
Content Production
Rahasia Storytelling Keren, Bikin Konten Makin Beken

Kamu adalah calon content creator professional! Kunci utamanya adalah, menyajikan cerita yang kuat dan mampu membangun emosi dengan audience. Karena itu, kamu harus belajar mengenai storytelling & copywriting untuk mengembangkan ide kreatif! Jangan lewatkan kesempatannya, segera daftarkan dirimu di kelas Narasi Academy kali ini.

Kelas Online
Journalism
KILAT (Kelas Intensif Ilmu Data & Jurnalistik)

Kamu bisa jadi inovator dalam menyebarkan berita yang berkualitas dan kredibel! Caranya dengan menjadi citizen journalism. Setelah mengetahui dasar-dasar ilmu jurnalistik, sekarang kamu mampu mengemas & memproduksi sebuah berita. Pentingnya penyampaian informasi serta mencari point of view yang tepat juga kamu pelajari di kelas kali ini.

Kelas Online

TERPOPULER

KOMENTAR

Belum ada komentar

Jadilah yang pertama mengirimkan komentar untuk bertukar gagasan dengan pengguna lainnya