Tol Dalam Kota di Jakarta kembali dibuka setelah mengalami penutupan temporer akibat demonstrasi yang berlangsung di depan Gedung DPR/MPR RI. Penutupan ini berlangsung pada hari Senin (25/8/2025) dan diambil alih oleh pihak Jasamarga Metropolitan Tollroad (JMT) setelah berkoordinasi dengan kepolisian setempat.
Menurut keterangan dari Dirlantas Polda Metro Jaya, Kombes Pol. Komarudin, arus lalu lintas di jalur tol tersebut kini sudah kembali normal di kedua arah.
“Yang dari arah Cawang ke arah Grogol maupun sebaliknya sudah kita buka, sudah normal," tuturnya.
Meskipun demikian, arus lalu lintas di beberapa jalan arteri masih mengalami pengalihan, khususnya di jalur dari Cawang menuju Slipi. Pengalihan ini dilakukan sementara karena ada perbaikan pada separator busway yang dirusak selama demonstrasi.
“Mengingat saat ini masih ada perbaikan separator busway yang dirusak demonstran dan berada di tengah jalan. Saat ini sedang kita rapikan dulu sebentar, nanti setelah sudah rapi baru kita buka,” imbuhnya.
Ruas Tol Dalam Kota, terutama jalur Semanggi menuju Slipi, resmi dibuka pada pukul 20.46 WIB. Proses pembukaan ini melibatkan pengecekan dan sterilisasi oleh anggota Ditlantas Polda Metro Jaya dan Brimob untuk memastikan keamanan lalu lintas.
Selain Tol Dalkot, akses Jalan Gatot Subroto juga telah dibuka kembali setelah sempat ditutup. Awalnya, penutupan tersebut berlangsung hingga menjelang sore hari, ketika massa demonstran mulai berusaha memasuki ruas tol. Namun kini, jalan-jalan tersebut sudah dilalui kembali oleh kendaraan, baik mobil maupun sepeda motor.
Demonstrasi yang berlangsung hari ini merupakan aksi protes terhadap kenaikan tunjangan anggota DPR RI di tengah kondisi perekonomian yang sulit, dengan adanya kenaikan pajak dan harga bahan pokok. Demonstrasi ini diikuti oleh sejumlah mahasiswa dan pelajar yang menyuarakan ketidakpuasan mereka terhadap kebijakan pemerintah.
Aksi protes ini menunjukkan dampak sosial yang kuat di kalangan mahasiswa dan pelajar yang merasa terpengaruh oleh keputusan-keputusan yang diambil oleh para wakil rakyat. Peserta demonstrasi menginginkan kejelasan dan tindakan dari pemerintah dalam menangani masalah ekonomi yang mereka anggap merugikan masyarakat.
