Advertisement

Pengertian Sholat Meminta Hujan atau Istisqa dan Tata Cara Pelaksanaannya

24 November 2023 14:05 WIB

thumbnail-article

Ilustrasi salat meminta hujan atau salat Istisqa yang dilakukan secara berjemaah. (Sumber: Pexels/Didno Didno) .

Penulis: Elok Nuri

Editor: Rizal Amril

Sholat meminta hujan atau biasa disebut dengan sholat Istisqa merupakan ibadah salat sunah yang dianjurkan bagi umat Islam ketika dilanda kekeringan dan meminta hujan kepada Allah Swt.

Pelaksanaan salat ini juga pernah diajarkan oleh Rasulullah saw., hal tersebut berdasarkan sebuah hadis Al-Bukhari dan Muslim. Dari Abdullah bin Zaid radhiallahu anhu, ia berkata:

خَرَجَ النَّبِيُّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَسْتَسْقِي فَتَوَجَّهَ إِلَى الْقِبْلَةِ يَدْعُو وَحَوَّلَ رِدَاءَهُ ثُمَّ صَلَّى رَكْعَتَيْنِ جَهَرَ فِيهِمَا بِالْقِرَاءَةِ

“Nabi shallallahu alaihi wasallam pernah keluar untuk melaksanakan salat Istisqa’, beliau lalu berdoa dengan menghadap ke arah kiblat sambil membalikkan kain selendangnya. Kemudian beliau melaksanakan salat dua rakaat dengan mengeraskan bacaannya pada kedua rakaat itu.”

Terkait waktu pelaksanaannya sholat meminta hujan dapat dikerjakan kapan saja, namun ada ulama yang menyarankan lebih baik dikerjakan saat khotbah Jumat.

Meskipun dapat dikerjakan kapan saja, sholat meminta hujan disunahkan dikerjakan saat terjadi kekeringan yang panjang. 

Terkait cara pelaksanaannya, salat sunah satu ini sama halnya dengan sholat Id, yakni salat dua rakaat dan adanya khotbah.

Keterangan tersebut merujuk pada Kitab Darul Firl yang dilansir dari NU Online, Syekh Abdullah Bafadhal Al-Hadhrami menyebut cara salat Istisqa dua rakaat serupa dengan salat dua rakaat ketika salat Id.

Namun yang membedakan keduanya adalah penempatan khotbah, pembacaan takbir, dan arah khatib pada khotbah kedua.

ويصلون ركعتين كالعيد بتكبيراته ويخطب خطبتين أو واحدة وبعدها أفضل واستغفر الله بدل التكبير ويدعو في الأولى جهرا ويستقبل القبلة بعد ثلث الخطبة الثانية وحول الإمام والناس ثيابهم حينئذ وبالغ فيها في الدعاء سرا وجهرا ثم استقبل الناس

Artinya, “Mereka salat Istisqa sebanyak dua rakaat seperti shalat Id berikut takbirnya. Seseorang yang menjadi khatib kemudian menyampaikan khotbah dua atau sekali. Khotbah setelah salat lebih utama. Khatib beristighfar dalam khotbah sebagai pengganti takbir pada khotbah Id. Khatib berdoa dengan jahar (lantang), lalu menghadap kiblat setelah lewat sepertiga pada khotbah kedua. Khatib dan jamaah memutar pakaian (selendang atau sorban) ketika itu. Pada saat itu, khatib meningkatkan kesungguhan berdoa sirr (tidak diucapkan) dan jahar (lantang), setelah itu ia kembali menghadap ke arah jamaah.” 

Tata cara sholat meminta hujan

Sebagaimana dijelaskan di atas, tata cara salat meminta hujan serupa dengan tata cara salat Id, yakni dua rakaat dan diadakan khotbah.

Ketika hendak melakukan salat Istisqa, niat yang dapat dilafalkan adalah sebagai berikut:

   أُصَلِّيْ سُنَّةَ الاِسْتِسْقَاءِ رَكْعَتَيْنِ مَأْمُوْمًا /إِمَامًا لِلهِ تَعَالَى  

Artinya “Aku berniat salat sunah minta hujan dua rakaat sebagai makmum (atau imam), karena Allah Swt.”

Setiap jeda takbir ketika salat Istisqa dapat melafalkan bacaan:

سُبْحَانَ اللهِ وَالحَمْدُ لِلهِ وَلَا إِلَهَ إِلَّا اللهُ وَاللهُ أَكْبَرُ وَلَا حَوْلَ وَلَا قُوَّةَ إلَّا بِاَللَّهِ الْعَلِيِّ الْعَظِيمِ

Subhânallâh, walhamdulillâh, walâ ilâha illallâh, wallâhu akbar, wa lâ haula walâ quwwata illâ billâhil ‘aliyyil azhîm.

Artinya: “Maha Suci Allah, segala puji bagi-Nya, tiada tuhan selain Dia, Allah Maha Besar, dan tiada daya serta upaya selain berkat pertolongan Allah yang Maha Tinggi lagi Maha Agung.”

Berikut ini ringkasan tata cara salat Istisqa:

  • Salat dua rakaat dengan diawali membaca lafal niat.
  • Salat Istisqa dilakukan dengan tujuh kali takbir pada rakaat pertama.
  • Melakukan rukun salat seperti biasa.
  • Lima kali takbir pada rakaat kedua.
  • Melakukan rukun salat seperti biasa hingga salam.

Setelah melaksanakan salat, kemudian dilanjutkan dengan dua atau satu kali khotbah.

Khotbah sholat meminta hujan dapat dilakukan sebelum atau sesudah salat, namun disunahkan setelah salat.

Panduan umum melakukan khotbah salat Istiqah adalah sebagai berikut.

  • Sebelum masuk khotbah pertama khatib membaca istigfar sembilan kali.
  • Sebelum masuk khotbah kedua, khatib membaca istigfar sebanyak tujuh kali.
  • Bacaan istigfar dapat melafalkan doa berikut:

    أَسْتَغْفِرُ اللهَ الْعَظِيمَ الَّذِي لاَ إِلهَ إِلاَّ هُوَ الْحَيَّ الْقَيُّومَ وَأَتُوبُ إِلَيْهِ

    Astagfirullahal'adhiimal ladzii laa ilaaha illaa huwal hayyul qoyyumu wa atuubu ilahi.
    Artinya, "Saya mohon ampunan kepada Allah Yang Maha Agung. Tidak ada Tuhan kecuali Dia Yang Maha Hidup lagi Berdiri Sendiri dan saya bertaubat kepada-Nya."
  • Khatib kemudian berdoa, khatib dianjurkan untuk menghadapkan wajahnya ke kiblat sambil mengangkat kedua tangannya setinggi mungkin ketika berdoa.
  • Selesai berdoa dianjurkan untuk memindahkan letak rida' (selendang) yang awalnya diletakkan di kanan menjadi ke kiri dan sebaliknya.

Apa Komentarmu?

Tulis komentar

ARTIKEL TERKAIT

VIDEO TERKAIT

KOMENTAR

Latest Comment

Belum ada komentar

Jadilah yang pertama mengirimkan komentar untuk bertukar gagasan dengan pengguna lainnya

TERPOPULER

Advertisement
Advertisement