Roblox adalah platform game yang telah menarik perhatian di seluruh dunia akhir-akhir ini. Banyak pengguna permainan ini yang membagikan momen bermain game ini di media sosial hingga menjadi viral.
Lalu, siapa penciptanya dan bagaimana sejarahnya?
Pencipta Roblox dan Sejarah Pendiriannya
Roblox didirikan oleh David Baszucki dan Erik Cassel pada tahun 2004. Baszucki, yang merupakan lulusan Stanford University di bidang Teknik Elektro, dikenal sebagai sosok visioner yang ingin membuat platform agar penggunanya dapat berbagi pengalaman melalui dunia permainan.
Awalnya, platform ini dikenal dengan nama DynaBlocks, versi Beta dari permainan ini, sebelum akhirnya berganti nama menjadi Roblox pada tahun 2005.
Pada tahun 2006, Roblox diluncurkan secara resmi. Visi dari Baszucki adalah menciptakan lingkungan virtual yang mendukung interaksi antara penggunanya melalui beragam game yang dibuat oleh pengguna itu sendiri.
Erik Cassel, sebagai mitra kreatif Baszucki, juga berperan penting dalam desain dan pengembangan platform ini. Sayangnya, ia meninggal dunia pada tahun 2013.
Cassel sendiri sebelumnya juga bekerja di perusahaan simulasi fisika yang didirikan Baszucki bersama saudaranya, Greg, yang dikenal dengan nama Interactive Physics.
Kontroversi dan Larangan Roblox bagi Anak-anak
Baru-baru ini, Roblox menjadi sorotan setelah Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah, Abdul Mu'ti, mengeluarkan larangan untuk murid-murid bermain game tersebut.
Larangan ini didasarkan pada alasan bahwa banyak konten dalam Roblox yang menampilkan adegan kekerasan yang dapat berdampak negatif pada perkembangan anak-anak. Mu'ti menekankan bahwa usia anak-anak yang masih tergolong muda berisiko untuk meniru tindakan yang mereka lihat dalam permainan.
Dalam tinjauannya, Mu'ti menyatakan bahwa anak-anak pada usia Sekolah Dasar (SD) belum mampu membedakan antara konten nyata dan fiksi. Ia mengkhawatirkan bahwa permainan yang mengandung kekerasan bisa memicu perilaku serupa dalam kehidupan sehari-hari anak-anak.
Penggunaan Roblox juga menimbulkan risiko lain yang patut dicermati, terutama berkaitan dengan interaksi yang tidak diawasi oleh orang tua. Anak-anak dapat dengan mudah menemukan diri mereka berinteraksi dengan orang dewasa yang tidak dikenal di platform ini yang bisa mengarah pada situasi berbahaya.
Selain itu, banyak konten tidak pantas yang dapat diakses anak-anak, termasuk penipuan yang dapat mengakibatkan pencurian data pribadi.
Laporan menunjukkan bahwa game ini memiliki potensi dampak negatif terhadap kesehatan mental anak-anak, seperti kecanduan permainan, dampak emosional dari konten yang menyakitkan, dan pengaruh terhadap interaksi sosial mereka di dunia nyata.
Statistik dan Popularitas Roblox
Meskipun kontroversi yang mengelilingi Roblox, platform ini terus menunjukkan pertumbuhan yang signifikan. Saat ini, Roblox memiliki lebih dari 85 jutaan pengguna aktif harian, dan proyeksi menunjukkan bahwa lebih dari 40% dari pengguna tersebut berusia di bawah 13 tahun.
Roblox juga menarik perhatian para pengembang dengan jumlah lebih dari 3,1 juta developer yang berpartisipasi dalam pembuatan konten untuk platform ini.
Visi jangka panjang dari platform ini adalah untuk terus berkembang sebagai lingkungan yang mendukung kreativitas dan imajinasi pengguna, meskipun tantangan dalam mengelola konten dan interaksi tetap perlu diaddress dengan serius untuk melindungi pengguna muda mereka.
Dengan meningkatnya popularitas dan penggunaan platform ini, penting bagi orang tua, pendidik, dan pengembang untuk bekerjasama dalam menciptakan lingkungan permainan yang aman dan sehat bagi anak-anak.
