Advertisement

Sinopsis Film Buya Hamka, Kisah Perjalan Hidup Sang Cendekiawan Muslim Indonesia

08 May 2023 17:24 WIB

thumbnail-article

Salah satu adegan dalam film "Buya Hamka". Sumber: Antara. .

Penulis: Elok Nuri

Editor: Margareth Ratih. F

Film Buya Hamka adalah biopik seorang tokoh inspiratif Indonesia bernama Haji Abdul Malik Karim Amrullah atau biasa dikenal dengan Buya Hamka.

Beliau sendiri merupakan seorang ulama, penulis, pengajar yang cukup berpengaruh di Indonesia. Film biopik ini dibagi menjadi tiga bagian. Bagian pertamanya telah tayang pada 20 April lalu.

Alur cerita

Film yang disutradarai oleh Fajar Bustomi ini mengisahkan tentang kehidupan Buya Hamka dari masa kecil hingga dewasa. Untuk part pertama menceritakan tentang saat di mana Buya Hamka menjadi pengurus Muhammadiyah di Makassar.

Keberhasilan beliau memimpin Muhammadiyah Makassar membawa kemajuan dan kesuksesan bagi salah satu organisasi terbesar di Indonesia tersebut.

Selain aktif di organisasi, beliau juga aktif di dunia kepenulisan. Sederet buku sastra popular berhasil belau terbitkan seperti Di Bawah Lindungan Ka'bah hingga Tenggelamnya Kapal Van Der Wijck.

Karier Buya Hamka merambah pada dunia jurnalistik. Ia diangkat menjadi pemimpin redaksi Majalah Pedoman Masyarakat. Karena hal tersebut, Buya Hamka dan keluarganya harus pindah ke Medan. 

Dari jabatan itulah kemudian membuatnya harus berbenturan dengan kepentingan Jepang, sehingga majalah yang dipimpinnya terpaksa ditutup karena dianggap terlalu berbahaya bagi penjajah Jepang.

Konflik keluarga juga menyertai perjalanan kehidupan Buya Hamka pada film bagian pertama ini.  Di saat salah satu anaknya meninggal dunia, dia dianggap penjilat dan diminta mengundurkan diri sebagai pengurus organisasi Muhammadiyah karena kedekatannya dengan Jepang.

Diceritakan pula tentang sang istri, Siti Rahmah, merupakan sosok yang cukup berpengaruh di balik berbagai keputusan penting yang diambil Buya Hamka sepanjang hidupnya.

Dibintangi sederet aktor populer 

Film yang ditulis naskahnya oleh Alim Sudio dan Cassandra Massardi ini, menggandeng sederet aktor populer tanah air seperti:

  • Vino G. Bastian sebagai Buya Hamka
  • Laudya Cynthia Bella sebagai Siti Rahmah
  • Mawar de Jongh sebagai Kulsum
  • Mellya Baskarani sebagai Aminah
  • Yoriko Angeline sebagai Ola
  • Novita Hardini sebagai Fatimah
  • Anjasmara sebagai Ir. Soekarno
  • Marthino Lio sebagai Amir
  • Reza Rahadian sebagai Hos Tjokroaminoto
  • Verdi Solaiman sebagai Abdul Karim
  • Wafda Lubis sebagai Rozak
  • Roy Sungkono sebagai Rusydi (Dewasa)
  • Ajil Ditto sebagai Fakhri (Dewasa)
  • Yoga Pratama sebagai Zaki (Dewasa)
  • Alm. Ade Firman sebagai Karta
  • Donny Kesuma sebagai Ayah Kulsum
  • Ben Kasyafani sebagai Zainuddin Labai
  • Alfie Alfandy sebagai Dadang
  • Ferry Salim sebagai Gubernur Nakashima
  • Pritt Timothy sebagai H. Agus Salim
  • Alm. Richard Oh sebagai Tan Beng Kie
  • Cok Simbara sebagai Hamid
  • Rey Bong sebagai Hamka (Kecil)
  •  Izzati Khansa sebagai Siti Raham (Kecil)
  • Bima Azriel sebagai Rusydi (Kecil)
  • Zayyansakha sebagai Zaki (Kecil)
  • Ayu Laksmi sebagai Andung
  • Desy Ratnasari sebagai Ummi Safiyah
  • Donny Damara sebagai Haji Rasul
  • Mathias Muchus sebagai Sutan Mansur
  • Rifnu Wikana sebagai Kariman Amin

Fakta-fakta menarik

  • Menjadi film termahalnya Falcom Picture

Frederica selaku produser film mengungkapkan bahwa film Buya Hamka ini menjadi film termahal yang pernah di produksi Falcon Picture. Biayanya mencapai Rp70 miliar. Jumlah ini mengalahkan film Bumi Manusia dengan biaya produksi sebesar Rp50 miliar.

  • Biaya Make Up Vino G Bastian Hingga Miliaran

Demi memperdalam peran sebagai Buya Hamka, sutradara Buya Hamka mengatakan bahwa biaya make up Vino saat menjadi Buya Hamka mencapai Rp3 Miliar.

Diketahui bahwa Falcon Pictures dan Starvision Plus menggandeng 14 special makeup effects and FX prosthetics yang semuanya berasal dari Bali.

  • 4 Jam untuk make up Laudya Chintya Bella

Selain biaya yang cukup fantastis, effort para pemain dalam persiapan juga tidak diragukan lagi. Laudya Chintya Bella harus rela dirias selama empat jam demi memperdalam perannya sebagai Siti Raham, istri Buya Hamka. 

  • Butuh 9 Tahun untuk Pengerjaan Proses produksi

Ide film biopik ini telah muncul sejak tahun 2014. Waktu itu Chand Parwez selaku produser Starvision bertemu dengan mantan Ketua MUI Din Syamsuddin.

Sejak ide itu direncanakan, penulis Alim Sulio dan Cassandra Massardi membutuhkan waktu lama untuk mengerjakan naskahnya. Belum lagi teks cerita sering mengalami perubahan. 

Sampai akhirnya film Buya Hamka berhasil diproduksi sebanyak tiga volume dengan total durasi tayang selama 7 jam.

Apa Komentarmu?

Tulis komentar

ARTIKEL TERKAIT

VIDEO TERKAIT

KOMENTAR

Latest Comment

Belum ada komentar

Jadilah yang pertama mengirimkan komentar untuk bertukar gagasan dengan pengguna lainnya

TERPOPULER

Advertisement
Advertisement