Advertisement

Sinopsis Catatan Harian Menantu Sinting, Raditya Dika dan Ariel Tatum Jadi Pasutri

03 August 2024 17:14 WIB

thumbnail-article

Poster film "Catatan Harian Menantu Sinting." Sumber: ANTARA/HO Soraya Intercine Films. .

Penulis: Nuha Khairunnisa

Editor: Margareth Ratih. F

Raditya Dika kembali ke layar, kaca, kali ini dengan membintangi film garapan Sunil Soraya berjudul Catatan Harian Menantu Sinting

Film yang diproduksi oleh Soraya Intercine Films ini telah tayang di seluruh bioskop tanah air mulai 18 Juli 2024. 

Dalam film ini, Raditya Dika beradu peran dengan Ariel Tatum. Keduanya memainkan karakter sepasang sejoli yang baru saja melangsungkan pernikahan.

Sebagaimana pasutri baru pada umumnya, ada saja tantangan yang harus dihadapi. Berbagai permasalahan berkaitan dengan keluarga inilah yang menjadi tema utama dalam film Catatan Harian Menantu Sinting

Seperti apa sinopsisnya?

Sinopsis Catatan Harian Menantu Sinting

Minar (Ariel Tatum) dan Sahat (Raditya Dika) baru saja menjadi sepasang suami istri. Karena Sahar berasal dari Batak, Minar secara resmi bergabung ke dalam keluarga besarnya. 

Setelah menikah, Minar dan Sahat tinggal bersama ibu Sahat alias Mamak Mertua (Lina Marpaung). Awalnya, semua berjalan dengan baik-baik saja. Ibu Sahat pun senang karena putranya bisa tinggal bersamanya. 

Namun, kondisi ini tidak berlangsung lama. Keluarga besar Sahat rupanya sangat heboh dan kerap memantik banyak drama. Demi menghargai keluarga suaminya, Minar mau tak mau harus memendam perasaan kesalnya.

Sayangnya, konflik justru semakin sering muncul di rumah tersebut. Salah satunya yakni terkait pandangan Minar yang berbeda dengan Mamak Mertua terkait tujuan pernikahan. 

Minar menganggap bahwa pernikahan adalah momen bagi sepasang suami istri yang saling mencintai untuk membangun kehidupan yang harmonis. Sementara itu, Mamak Mertua memandang pernikahan sebagai jalan untuk meneruskan keturunan dan menjaga marga. 

Malahan, Mamak Mertua menyuruh Minar dan Sahat untuk tetap tinggal di rumahnya sampai mereka berhasil mendapatkan anak laki-laki. 

Minar yang sejak awal sangat ingin pindah dari rumah Mamak Mertua menjadi semakin stres. Apalagi, ia merasa tidak leluasa untuk berhubungan intim dengan suaminya di rumah tersebut. 

Di sisi lain, Sahat dilanda perasaan bimbang. Haruskah ia menuruti permintaan ibunya untuk segera mendapatkan keturunan, atau memboyong Minar pergi dari rumah demi kehidupan pernikahan yang lebih damai?

 

Apa Komentarmu?

Tulis komentar

ARTIKEL TERKAIT

VIDEO TERKAIT

KOMENTAR

Latest Comment

Belum ada komentar

Jadilah yang pertama mengirimkan komentar untuk bertukar gagasan dengan pengguna lainnya

TERPOPULER

Advertisement
Advertisement