Film Jangan Buang Ibu dijadwalkan untuk tayang perdana pada tahun 2026. Meskipun tanggal pastinya belum diumumkan, publik sudah mulai menantikan momen ini dengan penuh harapan.
Sutradara Hadrah Daeng Ratu ditunjuk untuk mengarahkan film ini, membawa pengalaman dan visi artistik ke dalam proyek tersebut. Leo Pictures, sebagai rumah produksi, berusaha menghadirkan kualitas terbaik dalam penyampaian cerita yang menyentuh hati ini.
Proses syuting dimulai pada akhir tahun 2025, diharapkan dapat meningkatkan antusiasme penonton yang sudah tidak sabar menunggu tayang.
Sinopsis Film Jangan Buang Ibu
Film ini merupakan adaptasi dari novel berjudul Jangan Buang Ibu Nak yang ditulis oleh Wahyu Dera Priangga. Novel ini telah berhasil menuai perhatian banyak pembaca, dan kedalaman emosinya diharapkan dapat dihadirkan dalam versi film. Karya ini berusaha menyoroti segala rintangan yang dihadapi seorang ibu tunggal dan bagaimana perjuangannya memberi dampak besar bagi anak-anaknya, meskipun pada akhirnya mereka mengabaikannya.
Cerita berfokus pada Ristiana, seorang ibu yang telah berjuang keras membesarkan ketiga anaknya setelah ditinggal suaminya. Setelah melewati berbagai kesulitan, Ristiana dihadapkan pada kenyataan pahit di masa tuanya ketika anak-anaknya memutuskan untuk mengantarnya ke panti jompo. Dalam film ini, penonton melihat perjalanan emosional Ristiana yang merasa dibuang oleh darah dagingnya sendiri. Dengan latar belakang panti jompo, dia terpaksa menghadapi kesepian dan ketidakpastian tentang masa depannya.
Tema utama film ini adalah cinta dan pengorbanan seorang ibu yang tulus. Meskipun Ristiana telah memberikan segalanya untuk anak-anaknya, ia mendapati bahwa kasih sayangnya tidak terbalaskan. Film ini berupaya menggugah kesadaran masyarakat tentang perlunya menghormati dan menghargai orang tua, terutama di usia senja mereka.
Karakter Utama dalam Film Jangan Buang Ibu
Nirina Zubir akan memerankan karakter Ristiana, menggambarkan dengan mendalam sosok seorang ibu yang penuh dengan kasih sayang dan pengorbanan. Melalui aktingnya, dia diharapkan mampu mengekspresikan rasa sakit dan keputusasaannya ketika melihat anak-anaknya menjauh darinya.
Refal Hady berperan sebagai Tama, salah satu anak Ristiana yang menjadi simbol pengabaian. Amanda Manopo juga berperan penting sebagai Dewi, yang mencerminkan konflik yang dialami anak-anak Ristiana terkait tanggung jawab terhadap orang tua. Karakter-karakter ini membawa dinamika cerita yang lebih kompleks, menampilkan berbagai sisi dari hubungan antara orang tua dan anak.
Film ini juga dibintangi oleh beberapa aktor berbakat lainnya, seperti Saputra Kori sebagai Tria, Basmalah Gralind sebagai Marsha, dan Dwi Sasono sebagai Ridho. Masing-masing karakter ini turut memberikan warna pada kisah Ristiana, menambah kedalaman dan nuansa drama yang telah dipersiapkan.
