Film Never Let Go merupakan film horor terbaru aktor Halle Berry. Film ini cukup diantisipasi lantaran menggabungkan unsur horor dengan genre post-apokaliptik.
Kisah dalam film ini akan berpusat pada seorang ibu yang diperankan Halle Berry dan kedua anak kembarnya. Sepanjang film, ketiganya ditampilkan berjibaku untuk menyelamatkan nyawa satu sama lain.
Never Let Go disutradarai oleh Alexandre Aja, seorang sutradara kelahiran Prancis yang terkenal berkat film The Hills Have Eyes (2006) dan Crawl (2019). Alexandre Aja menyutradarai film ini berdasarkan skenario yang ditulis oleh KC Coughlin dan Ryan Grassby.
Selain menjadi sutradara, Alexandre Aja juga turut berperan sebagai produser dalam film ini bersama Dan Levine serta dua producer serial Stranger Things, Shawn Levy dan Dan Cohen.
Film berdurasi 1 jam 41 menit ini juga tak hanya menggandeng aktor Halle Berry sebagai pemeran, terdapat pula deretan aktor lain seperti Anthony B. Jenkins, Percy Daggs IV, Stephanie Lavigne, dan William Catlett.
Sinopsis Never Let Go
Alkisah, dalam sebuah masa pasca kehancuran dunia, sebuah keluarga kecil yang terdiri dari seorang ibu dan dua anak kembarnya hidup menyendiri di tengah hutan.
Dalam rumah yang terisolir tersebut, sang ibu (Halle Berry) membesarkan kedua anak kecilnya, Samuel (Anthony B. Jenkins) dan Nolan (Percy Daggs IV), dengan susah payah. Ia membesarkan anak kembarnya yang masih kecil itu sendirian.
Terisolir karena sepanjang hidup menetap di hutan, Samuel dan Nolan, praktis memahami dunia luar hanya berdasarkan apa yang dikatakan oleh ibu mereka.
Ibu mereka selalu mengajarkan pada masing-masing saudara kembar tersebut bahwa mereka bertiga harus hidup di hutan karena dihantui oleh iblis yang jahat. Hutan tempat rumah mereka berdiri adalah "benteng terakhir" agar hidup Nolan dan Samuel bisa terselamatkan.
Oleh sang ibu, sosok iblis tersebut digambarkan sebagai The Evil, sosok misterius yang tak pernah bisa dibayangkan, baik oleh Nolan maupun Samuel.
Setiap hari, kehidupan Samuel dan Nolan dibayangi rasa takut yang selalu diajarkan oleh ibunya itu. Bahkan, ketakutan sang ibu atas The Evil membuat Samuel dan Nolan harus mengikatkan tali ke tubuh mereka agar saudara kembar itu tak pergi kemana-mana.
Akan tetapi, rasa takut sang ibu lama kelamaan dipahami secara berbeda oleh anaknya sendiri. Didorong rasa ingin tahu yang muncul di masa perkembangan, Nolan mulai menganggap aneh aturan-aturan yang diberikan oleh ibunya.
Lama kelamaan, Nolan mulai skeptis dan merasa The Evil hanyalah paranoia yang diidap ibunya, bahwa sosok itu hanya khayalan sang ibu dan aturan yang diberikan kepadanya hanyalah kekangan semata.
Nolan pun mengikuti instingnya dan mulai melepaskan tali yang mengikat ditubuhnya. Sekali waktu, ia berniat untuk mencari tahu sebenarnya bagaimana rupa dunia yang sedang ia tinggali.
Nolan pun pergi dari rumah tanpa sepengetahuan ibunya. Saat mengetahui sang anak tak ada, sang ibu pun ketakutan setengah mati.
Sejak kepergian Nolan pula, kejadian aneh mulai hadir dalam kehidupan keluarga kecil itu. Kejadian aneh yang akan menjawab keraguan Nolan tentang apakah The Evil betulan sosok iblis atau hanya paranoia sang ibu.
