Advertisement

Sinopsis Film Singsot: Siul Kematian Membawa Petaka

15 March 2025 12:12 WIB

thumbnail-article

IMDb .

Penulis: Elok Nuri

Editor: Elok Nuri

Sinopsis Film Singsot menceritakan tentang kehidupan seorang bocah laki-laki yang diberikan nasihat oleh sang kakek agar tidak bersiul tengah malam, namun sayangnya nasihat itu malah ia langgar.

Film bergenre horor ini diadaptasi dari film pendek bertajuk sama yang rilisan tahun 2016 lalu karya Wahyu Agung Prasetyo. Film tersebut menjadi pemenang Film Terbaik di Fiagra Horror Film Festival 2016 dan official selection Jogja-Netfpac Asian Film Festival 2016.

Difilm teranyarnya ini Wahyu kembali menjadi sutradara dan penulis dari film panjang Singsot yang dibantu oleh Vanis. Wahyu bukan nama baru diindustri film Indonesia, namanya pernah populer saat ia membuat film Tilik tahun 2018 lalu.

Film yang diproduksi oleh Ravacana Film ini telah tayang dibioskop 13 Maret 2025. Berikut adalah daftar pemain dan sinopsis film Singsot

Daftar Pemain Film Singsot

Sederet nama seniman asal Yogyakarta turut membintangi film ini. Berikut adalah daftar nama pemeran dalam Film Singsot:

  • Ardhana Jovin sebagai Ipung

  • Landung Simatupang sebagai Mbah Lanang

  • Jamaluddin Latif sebagai Agus

  • Siti Fauziah sebagai Wiwik

  • Sri Isworowati sebagai Mbah Wedok

  • Fajar Suharano sebagai Mbah Manto

  • Teguh Mahesa sebagai Mbah Darmo

  • Alex Suhendra sebagai Pakdhe Tirto

  • Rafa Juliano sebagai Didit

  • Muchlis Mustafa sebagai Kholis

  • Dyah Priam Ariyati sebagai Kustini

  • Ari Purnomo sebagai Seteng

Sinopsis Film Singsot

Film ini memiliki latar cerita disebuah desa terpencil di kawasan Yogyakarta, tinggal seorang bocah bernama Ipung (Ardhana Jovan)yang berusia 13 tahun, ia tinggal bersama kakek (Landung Simatupang) dan neneknya (Sri Isworowati) setelah orang tuanya meninggal

Sejak kecil, Ipung menunjukkan ketertarikan besar terhadap burung perkutut, sebuah hobi yang juga digemari oleh para pria dewasa di desanya. Meskipun belum baligh dan tidak diizinkan memelihara burung sendiri, Ipung sering membantu kakeknya, Mbah Lanang, dalam merawat burung-burung tersebut.

Kehidupan Ipung yang sederhana penuh dengan kearifan lokal dan tradisi, namun terdapat satu hal yang mengganggu ketenangan hidupnya: sebuah mitos yang melarang penduduk desa untuk bersiul pada malam hari.

Mitos tersebut berakar dari kepercayaan bahwa bersiul di malam hari dapat mendatangkan malapetaka dan ancaman dari makhluk halus.

Suatu malam, rasa ingin tahunya dan ketidakpercayaan terhadap mitos membuat Ipung melanggar larangan tersebut. Walaupun Mbah Wedok, seorang tetua desa, telah memperingatkannya tentang bahaya bersiul setelah gelap, Ipung dengan santai melakukannya sesaat sebelum malam tiba.

Sikap skeptisnya membuatnya berasumsi bahwa mitos tersebut hanya cara bagi orang tua untuk mengontrol perilaku anak-anak. Ia tidak menyadari bahwa keputusan ini dapat membawa konsekuensi yang sangat serius.

Setelah melanggar larangan tersebut, teror mulai menghampiri Ipung. Dia mulai mengalami mimpi buruk yang menggangu, dan dengan cepat hal-hal aneh mulai terjadi di sekelilingnya. Kegelapan malam bukan lagi teman, melainkan ancaman yang menyelubungi kehidupannya.

Dalam sebuah malam, Ipung terbangun ketakutan, merasakan adanya sosok menakutkan yang merasuki pikirannya. Keadaan ini membuatnya meragukan kepercayaannya dan mengubah pandangannya terhadap mitos yang selama ini dianggap sepele.

 

Apa Komentarmu?

Tulis komentar

ARTIKEL TERKAIT

VIDEO TERKAIT

KOMENTAR

Latest Comment

Belum ada komentar

Jadilah yang pertama mengirimkan komentar untuk bertukar gagasan dengan pengguna lainnya

TERPOPULER

Advertisement
Advertisement