Film Trap (2024) merupakan film terbaru sutradara Night Shyamalan setelah hengkang dari Universal dan bergabung dengan Warner Bros.
Dirilis pada 7 Agustus 2024, film ini mengisahkan sebuah konser yang sengaja dibikin untuk menangkap pembunuh berantai yang terkenal.
Sebagai film yang disutradarai oleh Night Shyamalan, film ini cukup dinanti mengingat film-film misteri-thriller populer sutradara tersebut, seperti The Sixth Sense (1999), Unbreakable (2000), hingga Split (2016).
Dalam film ini, Shyamalan juga melibatkan putrinya, Saleka, dalam pengembangan ide cerita.
Bergenre thriller-psikologis, Trap menggandeng Josh Hartnett sebagai pemeran utama. Tidak sendiri, aktor asal Amerika tersebut beradu akting dengan sejumlah aktor kenamaan Hollywood seperti Ariel Donoghue, Saleka Night Shyamalan, Alison Pill, Hayley Mills, dan Jonathan Langdon.
Fakta film Trap
Cerita film Trap banyak terinspirasi dari aktivitas penyamaran pada 1985 bernama Operasi Flagship.
Pada masa itu, polisi berhasil menangkap 101 buronan dengan mengundang mereka ke acara NFL dengan memberikan tiket gratis.
Sejumlah fakta tentang produksi film ini juga menarik. Salah satunya, adalah unsur gaya film Bollywood yang sengaja dimasukkan Shyamalan untuk mendukung penguatan cerita.
Tak hanya itu, lokasi syuting film ini juga ternyata adalah tempat yang tengah direnovasi. Tempat tersebut adalah First Ontario Centre, yang kemudian disulap laksana panggung konser yang megah.
Sinopsis film Trap
Film ini mengisahkan tentang pria bernama Cooper Adams (Josh Hartnett) yang mewujudkan keinginan putrinya Riley (Ariel Donoghue) untuk menonton konser Lady Raven (Saleka Night Shyamalan), penyanyi pop yang sedang naik daun.
Hadiah ini dipersembahkan Cooper karena putrinya berhasil mendapatkan nilai bagus di sekolah. Konser Lady Raven dihelat di sebuah panggung megah, dengan kapasitan penonton mencapai ribuan orang.
Cerita berjalan dengan menyenangkan, sampai ketika kejanggalan demi kejanggalan dirasakan oleh Cooper. Salah satunya, adalah ketika seorang kru mengatakan jika banyak petugas FBI dan polisi yang berjaga di area konser.
Para polisi tersebut ternyata tengah berencana untuk menangkap seorang pembunuh berantai yang dijuluki “The Butcher”, FBI mendapatkan informasi jika target mereka sedang menonton konser tersebut.
Namun, informasi tersebut membuat Cooper teramat gelisah. “The Butcher”, sosok pembunuh berantai misterius yang selama ini dicari, sebenarnya adalah dirinya.
Kisah keseruan seorang bapak dan anaknya menonton konser pun berubah menjadi kisah seorang pembunuh berantai berusaha menyelamatkan diri dengan berbagai daya dan upaya.
