Advertisement

Sinopsis Megalopolis: Film Teranyar Sutradara Coppola yang Terkemuka

29 November 2024 22:01 WIB

thumbnail-article

Poster film "Megalopolis" (2024). (Foto: Lionsgate) .

Penulis: Rizal Amril

Editor: Rizal Amril

Film Megalopolis merupakan film yang terinspirasi dari suatu konspirasi era Romawi yang dipadukan dengan konteks masa kini. Ini merupakan film yang diperankan oleh aktor Adam Driver.

Setelah tayang untuk pertama kalinya dalam Festival Film Cannes pada 16 Mei 2024 lalu, Megalopolis rilis di Indonesia pada 29 November 2024.

Diproduksi oleh American Zoetrope, film ini disutradarai oleh salah satu sosok penting dalam sejarah sinema, Francis Ford Coppola.

Francis Ford Coppola yang lahir pada 7 April 1939 di Detroit, Michigan merupakan sutradara, produser, dan penulis naskah yang dikenal secara internasional.

Coppola dikenal luas melalui film-film epiknya seperti The Godfather (1972) dan Apocalypse Now (1979).

The Godfather secara khusus menjadi salah satu film terpenting yang mengubah wajah perfilman di Amerika Serikat, menjadikan Coppola sebagai sutradara berpengaruh dengan jutaan penggemar di seluruh dunia.

Dalam film terbarunya ini, Coppola bekerja sama dengan berbagai aktor kenamaan untuk bermain peran, seperti Adam Driver, Giancarlo Esposito, Nathalie Emmanuel, dan Shia LaBeouf.

Fakta menarik Megalopolis

Sebagai karya salah satu sosok yang berpengaruh dalam sinema, terdapat sejumlah fakta menarik di balik film Megalopolis.

1. Biaya produksi dan aspek finansial

Film Megalopolis menelan biaya produksi sekitar 120 juta dolar AS, yang sepenuhnya dibiayai oleh sang sutradara, Coppola, sendiri.

Dia tidak hanya mengeluarkan uang dari kantongnya untuk proyek ini, tetapi juga mengambil kredit dari usaha kilang anggurnya.

Ini menunjukkan dedikasi Coppola terhadap film yang dianggap sebagai magnum opus dalam kariernya. Ia berkomentar bahwa ia tidak peduli tentang uang, lebih memprioritaskan visi artistiknya.

2. Adaptasi dari sejarah Romawi

Film ini terinspirasi oleh sejarah Romawi, khususnya mengenai Konspirasi Catilina, yang mencerminkan ketegangan antara kekuasaan dan idealisme.

Coppola mengadaptasi kisah ini ke dalam konteks modern, menyoroti tantangan dalam menciptakan utopia di tengah bencana dan ketidakstabilan politik.

Dengan latar belakang yang sarat akan sejarah, film ini mampu menjangkau isu-isu sosial kontemporer yang relevan, seperti korupsi dan kesenjangan sosial.

3. Pesan sosial yang ingin disampaikan

Melalui Megalopolis, Coppola berusaha menyampaikan pesan tentang pentingnya membangun kembali nilai-nilai kemanusiaan dan keberlanjutan di era yang semakin kompleks.

Film ini tidak hanya menjadi sebuah fiksi ilmiah yang menarik, tetapi juga menjadi refleksi atas permasalahan nyata yang dihadapi oleh masyarakat modern, mendorong penonton untuk berpikir kritis tentang masa depan peradaban.

4. Diproduksi dalam empat dekade

Megalopolis merupakan proyek Coppola yang terbilang ambisius. Proses pembuatan film ini memakan waktu hingga empat dekade lamanya.

Proses pembuatan film ini dimulai pada tahun 1980-an. Coppola menghadapi berbagai kesulitan, termasuk masalah pendanaan, yang menghambat kemajuan proyek tersebut.

Dalam perjalanan panjang ini, ia melakukan lebih dari 300 kali penulisan ulang naskah, menunjukkan ketekunan dan komitmennya terhadap kualitas narasi dan visual yang ingin dihadirkannya.

Sinopsis film Megalopolis

Megalopolis mengambil latar belakang di New Rome, sebuah kota megah yang merupakan transformasi dari New York City di masa depan. Kota ini dipenuhi intrik politik dan kekuasaan yang tidak stabil.

Di kota tersebutlah tokoh utama film ini, Cesar Catilina, hidup dan berusaha membangun utopia di tengah reruntuhan dan ketidakpastian.

Cesar, yang memiliki kekuatan untuk menghentikan waktu, berjuang menghadapi Wali Kota Cicero, musuh bebuyutannya.

Konflik meningkat ketika hubungan terlarang dengan Julia, putri Cicero, memperumit mimpinya untuk membangun kembali kota tersebut.

Ketegangan ini menguji kekuatan iman dan ketangan Cesar dalam mencapai visinya.

Melalui perjalanan Cesar tersebut, film ini mengangkat tema tentang harapan, kemanusiaan, dan kegagalan dalam membangun cita-cita.

Coppola, sang sutradara, mengajak penonton untuk merenung mengenai arah pembangunan kota di masa depan, serta implikasi dari tindakan politik terhadap kehidupan masyarakat.

Apa Komentarmu?

Tulis komentar

ARTIKEL TERKAIT

VIDEO TERKAIT

KOMENTAR

Latest Comment

Belum ada komentar

Jadilah yang pertama mengirimkan komentar untuk bertukar gagasan dengan pengguna lainnya

TERPOPULER

Advertisement
Advertisement